Aksi Damai Warga Papua di Depan Kemendagri Tuntut Tiga Hal Mendasar
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Papua menggelar unjuk rasa damai di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Mereka menyuarakan tiga tuntutan utama yang di
Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Papua menggelar unjuk rasa damai di depan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Mereka menyuarakan tiga tuntutan utama yang dinilai krusial bagi masa depan Tanah Papua.
Dalam orasinya, para peserta aksi menekankan pentingnya penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) secara tuntas dan berkeadilan. Mereka mendesak agar kasus-kasus pelanggaran HAM di Papua diusut tanpa pandang bulu, serta para korban dan keluarganya mendapatkan pemulihan hak yang layak.
Selain isu HAM, perlindungan lingkungan hidup juga menjadi sorotan tajam dalam aksi tersebut. Para pengunjuk rasa menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap masifnya eksploitasi sumber daya alam di Papua yang kerap mengabaikan kelestarian ekosistem dan mengancam ruang hidup masyarakat adat. Mereka meminta pemerintah untuk mengevaluasi izin-izin korporasi yang beroperasi di wilayah adat tanpa persetujuan masyarakat setempat.
"Kami datang dengan damai untuk menyampaikan aspirasi. Tanah dan hutan adalah identitas kami, ibu kami. Jika hutan rusak, maka masa depan anak cucu kami juga ikut rusak," ujar salah satu koordinator aksi di hadapan massa.
Tuntutan ketiga yang tidak kalah penting adalah pembukaan ruang dialog yang lebih luas dan bermakna antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat Papua. Aksi ini menegaskan bahwa pendekatan keamanan semata tidak akan menyelesaikan akar masalah, melainkan diperlukan komunikasi yang jujur dan setara untuk membangun kepercayaan.
Sepanjang berlangsungnya aksi, situasi di sekitar lokasi tetap tertib dan kondusif. Para peserta aksi tampak tertib menjaga kebersihan dan tidak menghalangi arus lalu lintas secara signifikan. Beberapa perwakilan dari massa aksi juga diterima oleh pihak Kemendagri untuk menyampaikan tuntutan mereka secara langsung dalam pertemuan tertutup.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa penyelesaian persoalan di Papua memerlukan perhatian yang holistik, mencakup dimensi hukum, ekologi, dan dialog politik yang inklusif. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih berada di lokasi sambil menunggu hasil audiensi dengan pihak kementerian. Pantauan media kami di lapangan, aparat kepolisian turut mengawal jalannya aksi dengan pendekatan persuasif sehingga tidak terjadi gesekan yang berarti. Beritainti.com akan terus memantau perkembangan situasi dan hasil dialog tersebut.
Comments (0)