Wirtz Kunci Lini Tengah, Liverpool Tekuk Manchester City di Anfield

Skor akhir 2-1 untuk Liverpool atas Manchester City dalam lanjutan Premier League di Anfield, Minggu malam, 8 Februari 2026. Tiga poin penuh itu lahir dari pertarungan taktis yang berlangsung ketat se...

Oct 08, 2026 - 07:08
0 0
Wirtz Kunci Lini Tengah, Liverpool Tekuk Manchester City di Anfield

Skor akhir 2-1 untuk Liverpool atas Manchester City dalam lanjutan Premier League di Anfield, Minggu malam, 8 Februari 2026. Tiga poin penuh itu lahir dari pertarungan taktis yang berlangsung ketat selama 90 menit, dengan Florian Wirtz menjadi poros permainan yang berhasil meredam dominasi Rodri di jantung lini tengah.

Laga baru berjalan tujuh menit ketika Anfield sudah bergemuruh. Mohamed Salah menerima bola di sisi kanan, melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit yang menghujam tiang jauh. Itu adalah shots on target ketiga Liverpool di babak pertama, menandakan intensitas pressing tinggi yang diterapkan starting XI asuhan Arne Slot sejak menit awal.

Manchester City tidak tinggal diam. Menit ke-23, Rodri mengirim umpan terobosan vertikal kepada Erling Haaland, tetapi offside membuat gol yang tercipta dianulir setelah intervensi VAR. Penguasaan bola City memang unggul jauh, mencapai 61 persen pada babak pertama, namun mereka kesulitan menembus blok pertahanan berlapis Liverpool yang dipimpin Virgil van Dijk.

Wirtz Menang Duel Lini Tengah Melawan Rodri

Duel paling menarik sepanjang pertandingan tersaji di area tengah. Florian Wirtz, yang ditempatkan sebagai gelandang serang, secara konsisten menempel ketat Rodri setiap kali City membangun serangan dari belakang. Statistik menunjukkan Wirtz mencatatkan 11 kali duel darat, memenangkan delapan di antaranya, plus empat intersepsi di sepertiga lapangan tengah.

Peran Wirtz tidak sekadar destruktif. Menit ke-38, ia melepas assist cerdas kepada Luis Diaz yang gagal dikonversi menjadi gol karena penyelamatan gemilang Ederson. Formasi 4-2-3-1 Liverpool berubah fleksibel menjadi 4-4-2 saat bertahan, dengan Wirtz dan Dominik Szoboszlai bergantian menutup ruang antara lini.

Rodri sendiri tetap menjadi metronom permainan City dengan 96 sentuhan bola dan akurasi umpan 92 persen. Namun, tekanan tanpa henti membuatnya beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Kartu kuning yang diterimanya pada menit ke-41 menjadi bukti betapa repotnya ia menghadapi agresivitas lini tengah tuan rumah.

Babak Kedua: City Bangkit, Liverpool Menutup Rapat

Memasuki babak kedua, Pep Guardiola mengubah pendekatan dengan memasukkan Jeremy Doku untuk menambah kecepatan di sayap kiri. Perubahan itu berbuah manis pada menit ke-58. Umpan silang rendah Kevin De Bruyne diselesaikan Haaland dari jarak dekat, membuat skor imbang 1-1 dan membungkam Anfield untuk sementara.

Namun Liverpool merespons hanya dalam waktu sembilan menit. Menit ke-67, tendangan sudut Szoboszlai disambut sundulan Darwin Nunez yang menerobos penjagaan Ruben Dias. Skor berubah 2-1, dan sejak saat itu Liverpool menurunkan tempo permainan, membiarkan City menguasai bola tetapi menutup rapat jalur masuk ke kotak penalti.

Total sepanjang laga, penguasaan bola City mencapai 64 persen berbanding 36 persen milik Liverpool. Tetapi dalam hal shots on target, tuan rumah unggul tipis 6-5. Kiper Alisson Becker mencatatkan empat penyelamatan penting, termasuk denyut nadi terakhir saat menepis tembakan Phil Foden di menit ke-89.

"Kami tahu City akan menguasai bola, jadi kami fokus pada transisi dan disiplin bertahan. Wirtz melakukan pekerjaan luar biasa meredam Rodri, itu kunci kemenangan kami," ujar Arne Slot dalam konferensi pers usai laga.

Sementara Guardiola mengakui timnya kurang tajam di momen krusial. "Kami menciptakan cukup peluang, tetapi Liverpool lebih klinis. Dua kesalahan kecil kami di antaranya harus dibayar mahal," katanya.

Implikasi Klasemen dan Catatan Statistik

Kemenangan ini membawa Liverpool mengoleksi 58 poin dari 25 pertandingan, sementara City tertahan di 53 poin. Selisih lima poin dengan 13 laga tersisa membuat persaingan gelar semakin panas. Liverpool juga mencatatkan clean sheet kedua berturut-turut di kandang, memperkuat rekor Anfield yang belum tersentuh kekalahan musim ini.

Dari sisi individu, Wirtz kini mengoleksi sembilan assist di Premier League, menjadikannya gelandang dengan kontribusi gol tertinggi kedua di skuad. Rodri, di sisi lain, mencatatkan laga keenam musim ini tanpa kemenangan saat menghadapi tim enam besar, sebuah catatan yang menjadi sorotan analis taktik.

Dengan jadwal padat di depan mata, termasuk leg Liga Champions pertengahan pekan, kedua tim harus segera memutar strategi. Liverpool memperlihatkan bahwa kekuatan mereka bukan hanya pada lini serang, melainkan pada kemampuan meredam lawan di area vital. City, yang masih memiliki kualitas individu mumpuni, wajib mencari solusi agar dominasi penguasaan bola berbuah produktivitas lebih tinggi. Pertarungan gelar masih panjang, dan laga di Anfield ini menjadi penanda bahwa detail kecil di lini tengah bisa menentukan arah musim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User