Messi Tutup Kiprah Timnas dengan Hat-trick Penalti Lawan Benin

Skor akhir 4-0 untuk Argentina menutup halaman terakhir kiprah Lionel Messi bersama tim nasional dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu malam waktu setempat. Tiga gol dari kaki sa...

Oct 08, 2026 - 08:44
0 0
Messi Tutup Kiprah Timnas dengan Hat-trick Penalti Lawan Benin

Skor akhir 4-0 untuk Argentina menutup halaman terakhir kiprah Lionel Messi bersama tim nasional dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu malam waktu setempat. Tiga gol dari kaki sang kapten—dua dariopen play dan satu dari titik penalti—menjadi sorotan utama, namun yang paling menyentuh adalah cara seluruh stadion merayakan setiap sentuhannya. Pertandingan ini sejak awal diposisikan sebagai laga perpisahan, dan puluhan ribu penonton hadir hanya untuk menyaksikan menit-menit terakhir seorang lega bermain dengan jersey albiceleste.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Argentina tampil dominan dengan formasi 4-3-3 yang menekan lini belakang Benin sejak fase build-up. Penguasaan bola mencapai 68 persen untuk tuan rumah, sementara tim tamu hanya mampu menguasai 32 persen dan lebih banyak bertahan dalam blok rendah. Catatan pertandingan mencatat Argentina melepaskan 18 tembakan dengan 9 shots on target, dibandingkan Benin yang hanya menghasilkan 4 tembakan dan 2 di antaranya mengarah ke gawang.

Babak Pertama: Dua Gol Cepat dan Dominasi Tengah Lapangan

Menit ke-12, Messi menerima bola dari sisi kanan, memutar badan menghindari tekanan bek sayap Benin, lalu melepaskan tembakan kaki kiri menyusur tiang dekat. Bola masuk ke sudut sempit dan stadion langsung meledak. Gol tersebut bermula dari assist silang rendah Rodrigo De Paul yang memotong lini pertahanan lawan. Sejak itu, tempo permainan dikuasai sepenuhnya oleh trio lini tengah Argentina yang mengoper bola dengan rasio keberhasilan umpan di atas 90 persen.

Menit ke-38, Messi kembali menunjukkan instingnya. Berawal dari umpan terobosan vertikal pemain sayap kiri, ia melepaskan satu sentuhan kontrol pertama yang melepaskan diri dari jebakan offside, kemudian menaklukkan kiper dengan tembakan melengkung ke arah gawang yang jauh. Wasit sempat mengecek ulang melalui VAR untuk memastikan posisi tidak offside, dan gol dinyatakan sah. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Statistik paruh pertama menunjukkan 61 persen penguasaan bola bagi Argentina dengan 10 tembakan, 5 di antaranya tepat sasaran. Benin sendiri nyaris tidak mendapat peluang bersih; satu-satunya ancaman datang dari sepak pojok menit ke-30 yang berhasil dimentahkan kiper tuan rumah. Tidak ada kartu kuning yang diterbitkan pada 45 menit awal, mengindikasikan laga berjalan bersih meski berlangsung dengan intensitas tinggi.

Babak Kedua: Titik Penalti dan Detik-detik Perpisahan

Awal babak kedua sempat berjalan lebih seimbang ketika Benin menurunkan dua gelandang bertahan untuk menutup ruang antara lini. Namun menit ke-71, keadaan berubah ketika penyerang Argentina dijatuhkan di kotak terlarang. Setelah pemeriksaan VAR yang berlangsung cukup lama, wasit menunjuk titik putih. Messi maju sebagai eksekutor, menunggu isyarat peluit, lalu menaklukkan kiper dengan tembakan ke sudut kanan bawah—gol ketiganya dalam laga ini, sekaligus hat-trick penutup kiprah internasionalnya.

Menit ke-84, Argentina menambah keunggulan melalui pergantian cepat yang diselesaikan penyerang pengganti, membuat kedudukan menjadi 4-0. Skor akhir itu juga memastikan clean sheet bagi kiper tuan rumah yang mencatat 2 penyelamatan sepanjang laga. Satu-satunya kartu kuning pertandingan diterima bek tengah Argentina pada menit ke-88 setelah melakukan tackling terlambat di lini tengah.

"Saya selalu bilang bahwa suatu hari saya harus berhenti, dan malam ini adalah waktunya. Terima kasih untuk semuanya."

Data Pertandingan dan Warisan Seorang Kapten

Ringkasan statistik menegaskan seberapa dominan Argentina: penguasaan bola 68% berbanding 32%, tendangan sudut 9-2, dan akurasi umpan 91%. Dari sisi individu, Messi mencatat 5 shots on target dari 7 percobaan, 3 gol, serta 2 key pass yang berpotensi menjadi assist andai tidak digagalkan garis pertahanan. Ia ditarik keluar pada masa injury time dan digantikan pemain muda akademi, disambuti tepuk tangan panjang dari seluruh tribune.

Secara kumulatif, kiprahnya bersama tim nasional ditutup dengan rekor yang sulit ditandingi generasi berikutnya: puluhan gol internasional, titel mayor, dan rekam jejak konsisten di panggung dunia. Bagi Benin, kekalahan telak ini menjadi pelajaran berharga menghadapi kekuatan kelas atas, sementara bagi tuan rumah, malam itu bukan soal selisih gol melainkan momen perpisahan yang dirancang untuk dikenang. Wasit meniup peluit panjang, para pemain berbaris memberi penghormatan, dan sebuah era resmi ditutup di Buenos Aires.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User