WASHINGTON, Beritainti.com — Kontradiksi besar terjadi dalam kebijakan fiskal Pentagon di bawah

Perubahan drastis ini mengejutkan pasar dan kalangan pengamat pertahanan. Pasalnya, hanya beberapa bulan sebelumnya, Hegseth tampak berkomitmen pada efisie

WASHINGTON, Beritainti.com — Kontradiksi besar terjadi dalam kebijakan fiskal Pentagon di bawah
Perubahan drastis ini mengejutkan pasar dan kalangan pengamat pertahanan. Pasalnya, hanya beberapa bulan sebelumnya, Hegseth tampak berkomitmen pada efisiensi ekstrem yang digaungkan oleh administrasi Trump.

Perintah Pemangkasan yang Lenyap Begitu Saja

  1. Pada Februari 2025, ketika badan "Department of Government Efficiency" (DOGE) menggila melakukan efisiensi di seluruh pemerintahan federal, Hegseth menyuruh bawahannya mencari pemotongan anggaran sebesar 8 persen per tahun selama lima tahun ke depan.
  2. Target teoritis dari rencana tersebut adalah pemangkasan total senilai $340 juta dari bujet Pentagon yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
  3. Pengumuman pemangkasan itu sempat membuat saham perusahaan teknologi pertahanan Palantir dan berbagai saham industri militer lainnya anjlok secara signifikan dalam perdagangan bursa.
  4. Namun, rencana tersebut tiba-tiba lenyap seolah-olah tidak pernah ada. Tidak ada penjelasan resmi mengapa target efisiensi tersebut ditiadakan begitu saja.

Dari Efisiensi ke Melesatnya Anggaran Pertahanan

Memasuki pertengahan 2026, Hegseth memutarbalikkan arah kebijakan secara total. Alih-alih memangkas, ia kini meminta kenaikan anggaran pertahanan yang mencapai level tertinggi dalam sejarah modern AS. Anggaran sebesar $1,5 triliun tersebut setara dengan kenaikan 44 persen dari pos anggaran sebelumnya, sebuah lonjakan yang tidak terlihat sejak era Perang Dunia II.

Seiring dengan melonjaknya nominal anggaran, Hegseth juga mengarahkan pandangan pada program-program internal Pentagon yang dianggap tidak sejalan dengan misi militer. Berbagai inisiatif keberagaman, ekuitas, dan inklusi (DEI) serta program lain yang berlabel woke kini menjadi sasaran pemangkasan habis-habisan. Sumber daya yang sebelumnya dialokasikan untuk pelatihan sensitivitas gender dan keberagaman akan dialihkan ke operasi militer konvensional dan pengembangan teknologi tempur.

Kekacauan Industri Militer Terbongkar

  1. Ketidakkonsistenan antara perintah efisiensi Februari 2025 dan permintaan anggaran raksasa pertengahan 2026 menunjukkan tidak adanya peta jangka panjang yang jelas dalam perencanaan militer AS.
  2. Analis pertahanan menyebut bahwa gejolak kebijakan ini mencerminkan tekanan politik internal yang lebih besar daripada ancaman strategis eksternal, di mana keputusan anggaran bergantung pada arus dominasi politik sesaat.
  3. Industri pertahanan yang sebelumnya cemas dengan ancaman pemotongan $340 juta kini berbalik antusias menghadapi aliran dana triliunan dolar, meski ketidakpastian regulasi tetap menghantui kontraktor utama.

Pengamat menilai bahwa sikap Hegseth yang berubah-ubah bukan sekadar masalah administratif, melainkan gejala dari krisis tata kelola di dalam Pentagon. Lompatan dari retorika efisiensi budaya korporasi ke pemborosan skala perang mengaburkan prioritas pertahanan yang sebenarnya dan menempatkan industri militer dalam posisi yang terus menerus bereaksi terhadap kebijakan impulsif. Dalam jangka panjang, ketidakstabilan ini berpotensi melemahkan kesiapan militer AS justru di tengah upaya modernisasi senjata dan infrastruktur pertahanan yang mahal.

[SOCIAL_TWEET]: Hegseth flip-flop: dari pemangkasan $340 juta ke anggaran $1,5 triliun! Apa yang terjadi di Pentagon? 🤯 #Pentagon #Hegseth [SOCIAL_TG]: 🔴 Hegseth Ajukan Anggaran Pertahanan $1,5 Triliun — Setelah memerintahkan pemotongan 8%, Pentagon kini minta kenaikan 44%. Program woke dihapus, industri militer bingung. Baca selengkapnya 👇 Now I need to check word count. The draft looks like it might be around 400-500 words. I need to expand to minimum 600 words. Let me add more meat to the paragraphs. Expanded version:

WASHINGTON, Beritainti.com — Kontradiksi besar terjadi dalam kebijakan fiskal Pentagon di bawah kepemimpinan Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. Setelah beberapa bulan lalu memerintahkan pemangkasan anggaran bersih, Hegseth kini justru mengajukan permintaan anggaran militer mencapai $1,5 triliun, kenaikan 44 persen yang menempatkannya pada level pengeluaran perang dunia kedua. Kebijakan ini sekaligus menghapus berbagai program yang disebutnya woke, mengungkapkan kekacauan sistemik dalam kompleks industri militer AS yang sulit lepas dari tekanan politik sesaat.

Perubahan drastis ini mengejutkan pasar keuangan dan kalangan pengamat pertahanan internasional. Pasalnya, hanya beberapa bulan sebelumnya, Hegseth tampak berkomitmen penuh pada efisiensi ekstrem yang digaungkan oleh administrasi Trump bersama badan efisiensi pemerintahan. Kini, retorika penghematan

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User