Argentina Juara Dunia 2026, Messi Tutup Era Emas Albiceleste

Skor akhir 2-1 setelah perpanjangan waktu memastikan Argentina merengkuh trofi Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu, 19 Juli 2026. La Albiceleste berhasil mempertahankan mahkot...

Argentina Juara Dunia 2026, Messi Tutup Era Emas Albiceleste

Skor akhir 2-1 setelah perpanjangan waktu memastikan Argentina merengkuh trofi Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu, 19 Juli 2026. La Albiceleste berhasil mempertahankan mahkota dunia mereka setelah drama 120 menit melawan Spanyol yang menguras emosi, di mana Lionel Messi menutup perjalanan internasionalnya dengan satu gol dan satu assist krusial di laga pamungkas kariernya bersama timnas.

Drama 120 Menit di New Jersey

Laga final dimulai dengan tekanan intens dari La Roja yang mengandalkan formasi 4-3-3 dengan Lamine Yamal dan Nico Williams mengisi sayap. Penguasaan bola Spanyol mencapai 56 persen pada babak pertama, sementara Argentina memilih bertahan kompak dalam formasi 4-4-2 diamond. Menit ke-29, kecepatan transisi Spanyol membuahkan hasil ketika Pedri melepaskan umpan terobosan ke Nico Williams yang menceploskan bola ke sudut bawah gawang Emiliano Martinez. Gol itu memaksa Argentina membuka diri.

Tuan rumah pertandingan—dalam arti dominasi regional CONMEBOL di Amerika Utara—menyambut gol balasan pada menit ke-58. Sebuah momen magis terjadi ketika Messi menerima bola di luar kotak penalti, menggiring melewati dua pemain Spanyol, dan melepaskan tendangan kaki kiri yang bersarang di pojok kanan gawang Unai Simon. Shots on target Argentina naik menjadi empat usai gol tersebut, menyamakan kedudukan 1-1 yang bertahan hingga akhir waktu normal. Wasit menunjukkan kartu kuning kepada Rodrigo De Paul pada menit ke-71 usai tekel keras terhadap Fabian Ruiz, sementara VAR sempat memeriksa gol Spanyol pada menit ke-84 namun menganulirnya karena posisi offside Mikel Oyarzabal setelah through ball Rodri.

Taktik dan Data Laga Puncak

Masuk ke perpanjangan waktu, kedua pelatih melakukan rotasi taktis. Spanyol memasukkan Ferran Torres dan Marco Asensio untuk memperkuat lini serang, sementara Argentina mempertahankan starting XI utama mereka hingga menit ke-105. Penguasaan bola di babak tambahan masih dipegang Spanyol dengan rasio 58-42, namun Argentina menunjukkan efisiensi mematikan. Menit ke-112, Messi—bermain sebagai false nine—mengirimkan assist umpan lambung yang mendarat sempurna di kepala Julian Alvarez. Striker Manchester City itu menyundul bola melewati jangkauan Simon, membawa Argentina unggul 2-1. Itu menjadi assist kelima Messi sepanjang turnamen.

Dari segi statistik akhir, Argentina mencatatkan delapan shots on target dari total 13 tembakan, sedangkan Spanyol memiliki sepuluh shots on target dari 18 percobaan. Clean sheet tidak tercipta bagi kedua tim, mencerminkan intensitas serangan balik yang terus terjadi. Spanyol mengandalkan build-up pendek dengan trio gelandang Rodri-Fabian-Olmo, namun kurangnya sentuhan akhir di kotak penalti menjadi momok. Argentina sebaliknya memaksimalkan transisi cepat melalui Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister yang merebut 14 bola di tengah lapangan.

Messi Tutup Babak Akhir Piala Dunia

Peluit panjang wasit usai perpanjangan waktu langsung disambut air mata dan selebrasi para pemain Argentina. Messi, yang bermain selama 120 menit penuh, terlihat berlutut sejenak di tengah lapangan sebelum berdiri dan meninggalkan lapangan seusai laga final dengan tepukan tangan dari seluruh penonton MetLife Stadium. Tidak ada hat-trick di malam itu, namun kontribusi satu gol dan satu assist dari kapten berusia 39 tahun menjadi penutup manis bagi generasi emas La Albiceleste.

Pelatih Lionel Scaloni dalam sesi pasca pertandingan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap struktur taktis timnya. "Kami tahu Spanyol akan menguasai bola, tetapi kami siap bertempur setiap detik," ujarnya. Kemenangan ini menandai kali kedua Argentina mengangkat trofi dalam empat tahun terakhir, sekaligus mengukuhkan status Messi sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah ajang ini. Seusai laga, Messi terlihat membawa trofi bersama rekan-rekannya, menutup cerita 17 tahun perjalanan bersama timnas dengan kemenangan paling manis di East Rutherford.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User