Ferran Torres Bersinar, Spanyol Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan dramatis Spanyol atas Argentina di laga puncak Piala Dunia 2026 menjadi penutup sempurna bagi perjalanan La Furia Roja. Menit ke-89, Ferran Torres melepaskan tendangan ...

Ferran Torres Bersinar, Spanyol Taklukkan Argentina di Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 3-2 untuk kemenangan dramatis Spanyol atas Argentina di laga puncak Piala Dunia 2026 menjadi penutup sempurna bagi perjalanan La Furia Roja. Menit ke-89, Ferran Torres melepaskan tendangan voli yang mengecoh kiper Emiliano Martínez, memastikan trofi bergilir kembali ke tangan para matador setelah penantian panjang. Selebrasi emosional Torres di depan 80.000 penonton Stadion MetLife, New Jersey, mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pahlawan final sekaligus menutup kontroversi performanya di pentas internasional.

Taktik dan Dominasi Babak Pertama

Luis de la Fuente menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3 yang ofensif. Unai Simón berdiri di bawah mistar, dengan lini belakang Carvajal, Laporte, Le Normand, dan Grimaldo. Trio lini tengah Rodri, Pedri, dan Fabián Ruiz mengontrol tempo, sementara Lamine Yamal, Álvaro Morata, dan Ferran Torres membentuk trisula serang. Di sisi lain, Lionel Scaloni membalas dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan transisi cepat Lionel Messi, Enzo Fernández, dan Julián Álvarez.

Menit ke-23, Spanyol membuka keunggulan lewat kerja sama apik. Pedri yang beroperasi di ruang antara lini, mengirim umpan terobosan manis ke kotak penalti. Ferran Torres yang melakukan run tanpa bola melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut bawah gawang. Assist gemilang dari Pedri dan penguasaan bola 54% di babak pertama menunjukkan dominasi La Roja yang tak terbendung. Argentina sempat kesulitan keluar dari tekanan high press Spanyol.

Sayangnya keunggulan tidak bertahan hingga jeda. Menit ke-41, Argentina menyamakan kedudukan melalui Julián Álvarez yang memanfaatkan rebound dari tendangan Messi. Cristian Romero mendapatkan kartu kuning di menit ke-34 setelah melakukan tackle keras terhadap Yamal, namun hal itu tak menghalangi Albiceleste bangkit. Babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1 dan total shots on target Spanyol 5 berbanding 3 milik Argentina.

Drama VAR dan Perubahan Wajah Babak Kedua

Masuk ke babak kedua, intensitas naik drastis. Argentina membalikkan keadaan di menit ke-58 ketika Enzo Fernández menyambar bola liar di luar kotak penalti. Tendangan rendahnya bersarang di samping tiang. Awalnya lini pertahanan Spanyol menganggap ada posisi offside, namun setelah dicek VAR selama dua menit, gol dinyatakan sah. Spanyol tertinggal 1-2 dan terpaksa membuka diri.

De la Fuente tidak tinggal diam. Masuk Nico Williams dan Mikel Merino di menit ke-62 untuk menambah amunisi serangan. Tekanan membuahkan hasil di menit ke-67. Dani Carvajal yang overlap dari sisi kanan mengirimkan crossing rendah, dan Lamine Yamal yang meneruskan tren gemilangnya sepanjang turnamen menyambar bola dengan kaki kiri. Skor menjadi 2-2, memaksa pertandingan berjalan kian terbuka dengan kedua tim saling serang.

Rodri harus menerima kartu kuning di menit ke-71 setelah menghentikan serangan balik cepat Messi. Argentina memiliki peluang emas di menit ke-83 ketika tendangan bebas Messi membentur mistar. Namun, nasib berkata lain bagi sang juara bertahan.

Malam Milik Ferran Torres

Menit ke-89, momen magis tercipta. Umpan silang dari Dani Olmo dari sisi kiri disambut Torres dengan kontrol bola sempurna menggunakan dada. Tanpa membiarkan bola jatuh, striker Barcelona itu melepaskan voli setengah salto yang bersarang di sudut atas gawang. Martínez hanya terpaku melihat bola. Gol keduanya di laga ini, atau brace yang ia cetak, sekaligus menjadi golden goal yang mengangkat Spanyol ke puncak dunia.

"Ferran menunjukkan mentalitas juara sejati malam ini. Kami tahu dia punya kualitas, tapi cara dia membaca ruang dan menyelesaikan pertandingan adalah level tertinggi. Ini bukan hanya tentang hat-trick atau clean sheet, tapi tentang karakter," ujar Luis de la Fuente usai laga.

Dari sisi Argentina, Lionel Scaloni mengakui kekalahan dengan lapang dada. Penguasaan bola akhir 48% dan shots on target 6 kali tak cukup untuk menandingi ketajaman anak asuh De la Fuente. Messi terlihat terpukul saat wasit meniup peluit panjang, sementara Torres terus melakukan selebrasi berlutut di tengah lapangan yang kini menjadi miliknya dan La Furia Roja.

Spanyol menutup turnamen dengan catatan impresif: skor akhir 3-2, total 9 shots on target, dan formasi fluid 4-3-3 yang berhasil menekan Argentina di momen-momen krusial. Ferran Torres, dengan dua gol plus satu assist yang ia berikan pada gol Yamal, secara resmi terpilih sebagai Man of the Match. Trofi Piala Dunia kembali ke Iberia, dan nama Torres kini akan selalu diabadikan dalam lembaran emas sepak bola Spanyol.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User