Waketum PKB Sebut Dukungan Dua Periode untuk Prabowo-Gibran Terlalu Kemajon, Khawatirkan Hambatan di Publik
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid memberikan tanggapan terkait permintaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengawal kepemimpi
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid memberikan tanggapan terkait permintaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode. Menurut Jazilul, pernyataan tersebut terkesan terlalu dini dan berpotensi menimbulkan hambatan di tengah publik yang saat ini berfokus pada upaya menyukseskan pemerintahan yang tengah berjalan.
Terlalu Dini dan Bisa Jadi Hambatan
Jazilul menyampaikan pandangannya saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin kemarin. Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo Subianto berjalan dengan baik dan efektif. Menurutnya, melempar wacana dukungan dua periode di momen ini justru kontraproduktif.
"Fokus kita adalah mensukseskan Pak Prabowo. Kalau ada yang mau dua periode atau pikiran-pikiran lain di luar itu, saya justru melihatnya akan membuat hambatan-hambatan di pendapat publik," ujar Jazilul dalam keterangan yang diterima media kami.
Pernyataan ini dilontarkan menanggapi rekaman video yang beredar di mana Jokowi menyemangati kader PSI untuk menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran selama satu dekade penuh. Meskipun bertujuan positif untuk menjaga keberlanjutan program, narasi tersebut dinilai sebagian kalangan bisa mengganggu ritme kerja pemerintahan yang baru berusia beberapa bulan.
Fokus pada Pencapaian, Bukan Urusan Kursi
Jazilul mengingatkan bahwa masa jabatan Prabowo-Gibran masih sangat panjang, dan berbicara tentang pemilu berikutnya pada titik ini hanya akan mengalihkan perhatian dari tugas-tugas berat yang menanti. PKB, sebagai salah satu partai pengusung, menolak untuk terburu-buru dalam urusan politik semacam itu.
"Terlalu jauh menurut saya. Yang terpenting saat ini adalah menyukseskan pemerintahan yang tengah berjalan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Waketum PKB tersebut menyatakan bahwa menjaga soliditas di internal koalisi justru akan lebih sulit jika terlalu cepat membuka pembicaraan soal "proyek politik" untuk periode berikutnya. Publik, kata dia, saat ini sedang mengamati kinerja nyata para pemimpinnya, bukan sekadar angan-angan politik jangka panjang.
Laporan media kami sebelumnya mencatat bahwa Jokowi, dalam acara internal PSI, memang memberikan arahan agar partai pimpinan putranya, Kaesang Pangarep, itu menjadi pengawal setia jalannya pemerintahan. Namun, spekulasi politik yang muncul justru direspons dingin oleh sejumlah elite parpol pendukung pemerintah. Banyak yang menilai langkah tersebut "kemajon" atau terlalu maju, karena baru saja satu semester pemerintahan berjalan.
Di sisi lain, wacana ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi partai-partai pendukung yang harus tetap menjaga ritme kerja tanpa terbebani kepentingan jangka pendek. Meski begitu, tak sedikit pula yang memahami arahan Jokowi sebagai bentuk motivasi internal agar kader solid menghadapi potensi turbulensi politik ke depan.
Comments (0)