Waka Komisi IX DPR Minta Kejagung Verifikasi 41 Nama yang Disebut Sony Sanjaya
Jakarta — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan 41 nama dalam pusaran korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengakuan mengejutkan
Jakarta — Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan 41 nama dalam pusaran korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Sony saat menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus tata kelola MBG.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris angkat bicara. Pihak legislatif menekankan bahwa informasi yang dilontarkan oleh Sony Sonjaya tidak bisa diabaikan begitu saja, namun juga tidak bisa diterima mentah-mentah tanpa proses verifikasi hukum yang ketat.
Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung dan meyakini aparat penegak hukum akan bekerja secara profesional, independen, serta mampu mengungkap perkara ini secara terang benderang
Charles menuturkan hal tersebut kepada awak media pada Minggu (21/6/2026). Penekanan pada asas profesionalitas dan independensi ini menunjukkan harapan besar DPR agar Kejagung mampu membongkar jaringan korupsi yang diduga menggerogoti program prioritas nasional tersebut.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, penyebutan 41 nama ini membuka babak baru dalam pengusutan skandal MBG. Angka yang cukup signifikan tersebut memunculkan spekulasi mengenai sejauh mana lingkaran korupsi ini telah menyusup ke dalam struktur pelaksana program. Komisi IX yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terus memantau perkembangan kasus ini dengan seksama.
Charles menambahkan, pembuktian terhadap daftar nama yang disebutkan menjadi kunci untuk memastikan tidak ada pihak yang lolos dari jerat hukum, sekaligus mencegah adanya fitnah terhadap individu yang tidak terbukti terlibat. "Pendalaman dan verifikasi adalah keniscayaan. Kita tidak ingin ada dusta yang menodai proses pemberantasan korupsi, tetapi juga tidak boleh ada satu pun koruptor yang bersembunyi di balik ketidakjelasan data," tegasnya.
Sementara itu, penyidik Kejagung dijadwalkan akan terus menggali keterangan dari Sony Sonjaya serta pihak-pihak terkait lainnya. Fokus pendalaman tidak hanya pada project Makan Bergizi Gratis, namun juga merembet ke proyek-proyek lain yang sempat disinggung dalam pemeriksaan, termasuk pengadaan CCTV dan sistem sidik jari dengan nilai fantastis mencapai Rp 300 miliar.
Publik kini menanti langkah konkret Kejagung dalam menindaklanjuti "bocoran" 41 nama tersebut. Transparansi penanganan perkara ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program sosial pemerintah sekaligus memulihkan marwah institusi penegak hukum. Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman fakta di lapangan.
Comments (0)