Wagub Erwan Dorong Pengrajin Jabar Berinovasi Sesuai Perkembangan Zaman
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa potensi sumber daya manusia yang melimpah, ditambah dengan kekayaan budaya dan tradisi yang tersebar di seluruh penjuru provinsi, merupakan f
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa potensi sumber daya manusia yang melimpah, ditambah dengan kekayaan budaya dan tradisi yang tersebar di seluruh penjuru provinsi, merupakan fondasi utama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif. Menurut laporan yang dihimpun media kami, potensi besar ini dinilai mampu mendorong sentra-sentra industri kecil dan menengah di Jawa Barat untuk naik kelas dan bersaing secara kompetitif di kancah nasional.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Beritainti.com, Erwan secara khusus menyoroti sektor kriya atau kerajinan tangan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus didorong agar tidak tertinggal zaman. Ia mengingatkan bahwa di era disrupsi digital saat ini, para pengrajin tidak bisa hanya bertahan dengan desain klasik atau metode pemasaran konvensional. Modernisasi, baik dari sisi produk maupun pola penjualan, menjadi kunci mutlak agar produk lokal tidak tenggelam di pasar sendiri.
Dorongan Transformasi Digital
Erwan Setiawan meminta seluruh pengrajin di Jawa Barat untuk tidak ragu memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pemasaran dan produksi. Menurutnya, keterkaitan antara tradisi yang kaya dengan kecanggihan teknologi akan berdampak signifikan pada peningkatan margin keuntungan para pelaku usaha kecil. “Saya meminta untuk terus meningkatkan inovasi, karena Jabar memiliki kekayaan budaya dan tradisi. Jika dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital akan meningkatkan pendapatan ekonomi dari sektor kriya ini,” ujar Erwan, Rabu (01/07/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberagaman tradisi di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat harus dipandang sebagai "gudang inspirasi" yang tidak ada habisnya. Dengan mengombinasikan ornamen etnik atau teknik tradisional dengan desain kontemporer yang sesuai selera pasar global, produk-produk buatan pengrajin Jabar diyakini memiliki daya tawar tinggi. Media kami mencatat, beberapa sentra industri seperti keramik di Purwakarta, anyaman bambu di Tasikmalaya, hingga batik di Cirebon telah menunjukkan geliat positif ke arah tersebut, namun masih memerlukan intervensi pembinaan yang berkelanjutan.
Kekuatan budaya dan tradisi lokal adalah keunggulan komparatif yang tidak dimiliki daerah lain. Jika dikelola dengan inovasi yang tepat, bukan tidak mungkin pengrajin Jawa Barat akan menjadi pemimpin pasar untuk produk-produk kriya berbasis budaya.
Pernyataan Wagub Erwan ini sekaligus menjadi sinyal bagi jajaran dinas terkait untuk memperkuat program pendampingan. Termasuk di dalamnya adalah pelatihan desain, akses terhadap platform e-commerce, hingga fasilitasi permodalan bagi usaha mikro. Dengan sinergi antara pemerintah dan para pengrajin, sektor ekonomi kreatif di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi penyumbang devisa sekaligus pelestari tradisi di tengah gempuran perkembangan zaman.
Comments (0)