Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana di Moto3 Prancis 2026
Skor akhir klasemen Moto3 Prancis 2026 mencatat nama Veda Ega Pratama di posisi ketiga. Pembalap binaan Honda Team Asia itu menyelesaikan 20 lap Sirkuit Le Mans dalam 38 menit 12,456 detik, hanya tert...
Skor akhir klasemen Moto3 Prancis 2026 mencatat nama Veda Ega Pratama di posisi ketiga. Pembalap binaan Honda Team Asia itu menyelesaikan 20 lap Sirkuit Le Mans dalam 38 menit 12,456 detik, hanya tertinggal 0,782 detik dari pemenang balapan. Start dari posisi kesembilan, Veda berhasil mencuri enam posisi sepanjang balapan — angka progresi tertinggi kedua di antara seluruh starter — dan membukukan podium perdana kariernya di kelas Moto3.
Balapan yang berlangsung di bawah kondisi lintasan kering dengan suhu aspal 32 derajat Celcius ini menjadi pembuktian bahwa perombakan gaya balap yang dilakukan Veda sejak seri Jerez membuahkan hasil. Sebelum Le Mans, raihan terbaiknya musim ini hanyalah posisi ketujuh di Argentina. Kini, catatan tiga podium dalam tiga sesi latihan bebas terakhir berubah menjadi hasil nyata di hari perlombaan. Ia juga menjadi pembalap pertama dari Asia Tenggara yang naik podium di sirkuit ini sejak 2019.
Start Kilat dan Strategi Ban yang Berani
Menit-menit awal menjadi kunci. Saat lampu merah padam, Veda melepaskan start yang agresif dari baris ketiga grid. Ia langsung menyalip dua pembalap di tikungan pertama La Chapelle, kemudian menambah dua posisi lagi di tikungan Museum sebelum lap pertama usai. Data telemetri tim mencatat kecepatan puncak 216,4 km/jam di lintasan lurus terpanjang sirkuit — angka tertinggi yang pernah diukurnya di kelas Moto3. Posisi kelima pada akhir lap pertama itu menjadi fondasi dari seluruh manuver berikutnya.
Keputusan taktis Honda Team Asia memakai ban depan medium dan belakang hard terbukti tepat. Di tengah suhu lintasan yang terus naik, ban medium memberi grip optimal di sektor kedua yang berliku, sementara ban belakang hard menjaga konsistensi lap time hingga lap ke-18. Strategi ini kontras dengan mayoritas grid yang memilih ban depan soft, dan menjadi salah satu pembeda utama penampilan Veda di paruh akhir balapan. Tanpa pilihan ban ini, ritme balapan Veda diyakini tidak akan sebanding dengan pemimpin lomba.
Duel Panjang di Grup Depan
Dari lap ketiga hingga lap keempat belas, Veda terlibat dalam duel enam pembalap yang saling bergantian memimpin. Ia tercatat memimpin balapan selama sembilan lap penuh, dan mencatatkan lap tercepat pribadi 1 menit 42,318 detik pada lap kesembilan. Overtake paling spektakuler terjadi di lap kedua belas, ketika Veda melewati rival utamanya lewat garis dalam tikungan Dunlop dengan selisih hanya 0,04 detik. Penonton di tribun utama sempat berdiri ketika kedua motor nyaris bersenggolan di kecepatan 180 km/jam.
Keunggulan Veda mulai tergerus pada lap kelima belas. Grup depan memecah diri, dan pemimpin balapan membuka jarak hingga 1,2 detik. Namun Veda tak kehilangan ritme: ia menjaga selisih di bawah satu detik selama delapan lap beruntun, memaksa pemimpin balapan terus menekan hingga dua lap terakhir. Sayangnya, dua kesalahan kecil di tikungan Garage Vert membuatnya kehilangan kesempatan merebut posisi kedua. Momen itu juga yang membuat manajer tim sempat menahan napas di pit wall.
Lap Terakhir dan Papan Klasemen
Dua lap penutup menjadi drama tersendiri. Posisi ketiga Veda sempat terancam oleh pembalap yang start dari pole, yang memangkas selisih dari 1,1 detik menjadi 0,3 detik di lap terakhir. Namun pertahanan rapi di tikungan akhir memastikan bendera kotak-kotak diterima Veda dengan selisih 0,214 detik. Ini adalah margin kemenangan paling tipis ketiga dalam sejarah Moto3 di Le Mans, sekaligus membuktikan ketangguhan mental pembalap berusia 20 tahun itu di bawah tekanan.
Hasil ini mengubah peta klasemen. Dengan 41 poin dari lima seri, Veda naik ke peringkat keenam kejuaraan dunia, hanya terpaut enam poin dari posisi lima besar. Catatan lainnya: ia kini menjadi pembalap Indonesia dengan poin terbanyak dalam satu musim Moto3, melampaui rekor sebelumnya yang bertahan sejak 2021. Target tim untuk masuk lima besar klasemen pun kini terlihat realistis di tengah musim.
"Kami tahu potensinya sejak tes pramusim. Yang kami butuhkan hanyalah konsistensi, dan hari ini semuanya berjalan sesuai rencana," ujar manajer tim Honda Team Asia. "Veda tidak hanya cepat, ia juga membaca balapan dengan sangat dewasa. Podium ini adalah hasil kerja keras seluruh kru."
Dengan momentum ini, Veda membawa harapan besar menuju seri berikutnya. Jika performa di Le Mans bisa dipertahankan, bukan mustahil podium pertama — bahkan kemenangan perdana — akan segera hadir di musim 2026 ini. Yang pasti, nama Veda Ega Pratama kini sudah tercatat dalam sejarah balap motor Indonesia.
Comments (0)