Update Kebakaran TPA Jatiwaringin: Api Belum Padam, Petugas Terkepung Asap

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, masih berkobar hingga Rabu sore (1/7/2026). Pantauan Beritainti.com di lapangan, titik api utama masi

Jul 07, 2026 - 23:17
0 0
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin: Api Belum Padam, Petugas Terkepung Asap

Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten, masih berkobar hingga Rabu sore (1/7/2026). Pantauan Beritainti.com di lapangan, titik api utama masih terkonsentrasi di bagian tengah area TPA yang sulit dijangkau oleh petugas darat. Kondisi ini membuat proses pemadaman berjalan lambat dan penuh tantangan, terutama karena tebalnya kepulan asap yang mengepung para personel di lokasi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun tim redaksi, tidak ada perluasan titik api ke area lain di sekitar TPA. Namun, posisi api yang berada di tumpukan sampah paling sentral membuat armada damkar konvensional tidak mampu menyentuh sumber api secara langsung. Hal ini diperparah dengan hembusan angin yang membawa asap pekat ke segala arah, sehingga jarak pandang petugas sangat terbatas dan mengancam keselamatan pernapasan mereka.

Strategi Pemadaman Udara Dikerahkan

Pihak call center Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang dalam keterangannya kepada media kami menyampaikan bahwa kendala medan menjadi alasan utama sulitnya pemadaman secara manual. "Untuk titik api sudah tidak ada perluasan, cuma untuk posisi yang di tengah tidak terjangkau oleh anggota, jadi pemadaman menggunakan unit helikopter," terang petugas call center tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa upaya darat untuk sementara waktu dialihkan ke serangan udara.

"Untuk titik api sudah tidak ada perluasan, cuma untuk posisi yang di tengah tidak terjangkau oleh anggota, jadi pemadaman menggunakan unit helikopter."

Sebagai respons atas kondisi darurat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerjunkan satu unit helikopter untuk melakukan operasi water bombing. Helikopter tersebut terlihat bolak-balik mengambil air dari sumber terdekat dan menyiramkannya ke titik api di tengah TPA. Sementara itu, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran masih disiagakan di ring terluar untuk mencegah perambatan api apabila angin tiba-tiba membesar.

Kepungan Asap Ancam Kesehatan Petugas

Tantangan terbesar yang dihadapi petugas saat ini bukan hanya kobaran api, melainkan kepungan asap tebal yang mengandung gas metana dan zat berbahaya lainnya dari tumpukan sampah yang terbakar. Beberapa petugas damkar terpaksa ditarik mundur dari titik terdepan karena paparan asap yang semakin intens. Tim medis darurat juga sudah bersiaga di posko untuk memberikan pertolongan pertama jika sewaktu-waktu ada korban mengalami sesak napas atau keracunan asap.

Berdasarkan pengamatan laporan kami di lokasi, kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin dan pemukiman terdekat mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Masyarakat yang bermukim di radius dekat lokasi kejadian diimbau untuk sementara waktu menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Belum ada arahan resmi mengenai evakuasi warga, tetapi aparat setempat terus memonitor konsentrasi polutan udara di permukiman sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pemadaman masih terus berlangsung. Pihak berwenang belum bisa memastikan kapan api di area tengah TPA benar-benar bisa dijinakkan, mengingat efektivitas water bombing sangat bergantung pada kondisi angin dan ketebalan tumpukan sampah yang terbakar. Tim redaksi Beritainti.com akan terus memberikan update perkembangan terbaru dari lokasi kejadian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User