Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Bulukumba Perkuat Fondasi Keamanan Investasi
Suasana lapangan Mapolres Bulukumba pagi itu, Rabu (1/7/2026), tak hanya dipenuhi khidmatnya barisan pasukan, tetapi juga menebar optimisme baru bagi denyu
Suasana lapangan Mapolres Bulukumba pagi itu, Rabu (1/7/2026), tak hanya dipenuhi khidmatnya barisan pasukan, tetapi juga menebar optimisme baru bagi denyut ekonomi daerah. Di tengah deru roda pembangunan Sulawesi Selatan, upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dipimpin Kapolres AKBP Restu Wijayanto menjadi penanda penting: stabilitas keamanan adalah aset tak ternilai yang terus diperkuat demi menggenjot iklim investasi.
Prosesi diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Kapolres didampingi Bupati Bulukumba H. Andi Muchtar Ali Yusuf serta unsur Forkopimda lengkap—Dandim 1411, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, hingga Ketua DPRD. Kehadiran lintas pimpinan daerah ini bukan sekadar seremoni; ia mencerminkan sinergi yang sudah terbukti menjaga tingkat kepercayaan pasar terhadap Bulukumba. Selama tiga tahun terakhir, realisasi investasi di kabupaten seluas 1.154 km² ini tercatat tumbuh rata-rata 7,2% per tahun, melampaui capaian beberapa daerah tetangga. Data Dinas Penanaman Modal setempat menyebutkan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata menjadi penopang utama yang sangat bergantung pada persepsi keamanan.
Upacara Khidmat, Pesan Ekonomi yang Menggema
Satu peleton gabungan dari Denpom, Kodim 1411, Satpol PP, Dishub, hingga Pramuka turut berbaris—menggambarkan bahwa stabilitas adalah kerja kolektif yang hasilnya dirasakan pelaku usaha. Ketika AKBP Restu Wijayanto membacakan amanat Presiden Prabowo Subianto dari tingkat nasional di Cikeas, tersirat arah kebijakan yang menempatkan Polri sebagai pilar penciptaan rasa aman bagi investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Tidak mungkin pembangunan ekonomi berjalan tanpa rasa aman. Hari ini kita peringati bukan hanya perjalanan usia Bhayangkara, tetapi juga komitmen Polri menjadi bagian dari solusi kesejahteraan rakyat," begitu petikan amanat yang menggema di lapangan upacara.
Bagi pelaku UMKM di Bulukumba, stabilitas keamanan seperti yang dijaga Polres bukan isapan jempol. Jumlah pelaku usaha mikro hasil binaan Polres naik 14% dibanding tahun sebelumnya, sejalan dengan program pembinaan ekonomi masyarakat yang dikawal Bhabinkamtibmas. Kamtibmas yang kondusif memungkinkan distribusi hasil bumi dari sentra produksi di Bontobahari hingga pusat perdagangan di Ujung Bulu tetap lancar, menekan biaya risiko dan meningkatkan margin.
Sinergi Forkopimda: Menekan "Security Premium" dalam Biaya Usaha
Kehadiran jajaran Forkopimda yang solid di Hari Bhayangkara ini menekankan satu hal: biaya keamanan yang sering menjadi beban tak terlihat dalam kalkulasi investor—atau security premium—dapat ditekan seminimal mungkin. Dalam wawancara singkat usai upacara, Bupati Andi Muchtar menegaskan bahwa peringkat kemudahan berusaha Bulukumba naik tiga peringkat dalam riset terbaru kemitraan daerah. Salah satu faktornya adalah indikator keamanan yang masuk dalam penilaian.
Apalagi, sektor pariwisata yang menyumbang sekitar 18% pada PDRB Bulukumba amat bergantung pada citra keamanan. Destinasi seperti Pantai Bira, Pantai Apparalang, hingga pembangunan kawasan wisata baru terus mengalirkan devisa domestik. Menurut data BPS, kunjungan wisatawan tahun 2025 naik 11,3% setelah Polres intensif menggelar patroli wisata dan pengamanan jalur lintas selatan.
Angka Berbicara: Korelasi Keamanan dan Laju Pertumbuhan Daerah
Dari sisi makro, Indeks Desa Membangun (IDM) Bulukumba yang rilis awal 2026 menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi keamanan dan ketertiban di 90% desa. Tingkat kriminalitas (crime rate) turun dari 28 kejadian per 10.000 penduduk pada 2023 menjadi 22 di tahun 2025, menurut data Polres yang dipublikasikan. Penurunan ini paralel dengan kenaikan investasi sektor properti dan perdagangan sebesar 9,5% pada periode yang sama.
Tak hanya itu, hadirnya Ketua Bhayangkari, para purnawirawan, pimpinan BUMN, dan undangan lain dalam upacara ini memperlihatkan jejaring kepercayaan yang terbentuk. Kepercayaan (trust) adalah komponen lunak yang sering diabaikan dalam rumus ekonomi, padahal ia fondasi bagi kontrak sosial maupun kontrak bisnis jangka panjang.
Menatap Masa Depan: Stabilitas sebagai Enabler Ekonomi Kerakyatan
AKBP Restu Wijayanto, dalam amanatnya, menyelipkan rencana Polres Bulukumba untuk memperkuat program "Polisi Sahabat Petani dan Nelayan" yang akan bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM. Langkah ini diyakini bisa mendorong produktivitas sektor primer yang masih menyerap 54% tenaga kerja lokal. Bila stabilitas terus terjaga, Bulukumba berpeluang menjadi hub ekonomi selatan Sulawesi yang mampu menarik investasi pengolahan hasil laut dan pertanian bernilai tambah tinggi.
Hari Bhayangkara bukan sekadar seremoni, melainkan laporan tahunan tentang modal sosial terpenting bernama keamanan—yang secara diam-diam menjaga angka pertumbuhan tetap hijau.
Comments (0)