Unik! Aplikasi Ini Bikin Pengguna Bisa Pesan Makanan, tapi Tak Akan Diantar
Dunia aplikasi pesan-antar makanan kembali dihebohkan dengan sebuah inovasi yang cukup membingungkan sekaligus menggelitik. Sebuah platform asal Korea Selatan bernama 'FoodNeverComes' menawarkan pe
Dunia aplikasi pesan-antar makanan kembali dihebohkan dengan sebuah inovasi yang cukup membingungkan sekaligus menggelitik. Sebuah platform asal Korea Selatan bernama 'FoodNeverComes' menawarkan pengalaman memesan makanan yang sangat realistis, namun dengan satu kejanggalan besar: pesanan Anda tidak akan pernah dimasak, tidak akan dikenakan biaya, dan pastinya tidak akan pernah diantar ke rumah.
Mengutip laporan yang dirangkum media kami pada Minggu (06/07/2026), konsep yang diusung oleh aplikasi ini benar-benar unik dan berbeda 180 derajat dari layanan konvensional. Jika biasanya aplikasi hadir untuk memuaskan rasa lapar pengguna, FoodNeverComes justru menjual ilusi berburu makanan.
Tampilan Sangat Meyakinkan, Mirip Aplikasi Asli
Dari segi antarmuka, pengembang tampaknya tidak main-main. Tampilan 'FoodNeverComes' dibuat sangat mirip dengan aplikasi pesan-antar makanan populer. Pengguna dapat merasakan sensasi penuh memilih restoran favorit, menjelajahi menu dengan foto-foto makanan yang menggugah selera, hingga menyesuaikan isi pesanan secara detail.
Prosesnya tidak berhenti di situ. Pengguna juga bisa memasukkan alamat pengiriman seolah-olah kurir akan segera meluncur, memilih metode pembayaran virtual, bahkan memantau pergerakan kurir di peta dalam simulasi yang sangat meyakinkan. Seluruh pengalaman digital ini didesain sedemikian rupa sehingga memberikan kepuasan psikologis bagi penggunanya.
"Bedanya, seluruh proses hanyalah simulasi dan akan berhenti total sebelum transaksi benar-benar terjadi. Tidak ada dapur yang menerima orderan, tidak ada uang yang berpindah, dan tidak ada kurir yang benar-benar membawa makanan ke alamat Anda," tulis media kami.
Meski terdengar aneh, aplikasi ini tampaknya menyasar segmen pasar tertentu yang mungkin sedang bosan, ingin iseng, atau sekadar ingin merasakan sensasi memesan makanan tanpa harus mengeluarkan uang atau menyesali kalori yang masuk. Bisa jadi, aplikasi ini adalah bentuk eksperimen sosial yang menyindir betapa candunya masyarakat modern terhadap layanan on-demand dan betapa besarnya ketergantungan pada gawai, bahkan ketika tidak benar-benar membutuhkan barang yang dipesan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi apakah aplikasi nyeleneh ini akan masuk ke pasar Indonesia atau hanya menjadi fenomena sesaat di negara asalnya, Korea Selatan.
Comments (0)