UEFA dan CONCACAF Rancang Liga Negara Gabungan, Tantang FIFA
UEFA dan CONCACAF, dua konfederasi sepak bola terbesar di dunia, dikabarkan telah memulai pembicaraan untuk membentuk turnamen Liga Negara (Nations League)
UEFA dan CONCACAF, dua konfederasi sepak bola terbesar di dunia, dikabarkan telah memulai pembicaraan untuk membentuk turnamen Liga Negara (Nations League) gabungan yang melibatkan seluruh 96 negara anggota dari Eropa, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia. Langkah ini menjadi tantangan langsung terbaru terhadap hegemoni FIFA di bawah kepemimpinan Presiden Gianni Infantino.
Informasi yang diperoleh The Guardian menyebutkan bahwa setelah bersatu mendesak pemecatan Gianni Infantino menyusul kontroversi penjualan hak siar Piala Dunia, kedua konfederasi kini serius mengerjakan proyek turnamen dua tahunan (biennial) milik mereka sendiri. Kompetisi tersebut berpotensi diluncurkan secepatnya pada 2028, tepat setelah Kejuaraan Eropa (Euro) berikutnya usai digelar.
Awal Mula Aliansi Dua Konfederasi
Kontroversi penjualan hak siar Piala Dunia yang melibatkan FIFA menjadi pemicu utama bersatunya UEFA dan CONCACAF. Pada 10 Agustus 2026, kedua badan tertinggi sepak bola regional itu dilaporkan tampil dalam satu barisan, bersama AFC, untuk mendesak pergantian kepemimpinan di FIFA. Kini, aliansi politik tersebut berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret di level kompetisi.
Urutan peristiwa penting dalam pembahasan ini berjalan cepat:
- 10 Agustus 2026 — UEFA, CONCACAF, dan AFC dilaporkan bersatu mendorong pemecatan Gianni Infantino terkait kontroversi penjualan Piala Dunia.
- Pekan-pekan berikutnya — UEFA dan CONCACAF memulai diskusi teknis mengenai format turnamen gabungan yang mencakup 96 negara.
- Target 2028 — Turnamen dua tahunan itu ditargetkan meluncur setelah Euro berikutnya, dengan edisi perdana yang bisa digelar pada 2028.
Mengapa Ini Tantangan Besar bagi FIFA
Kehadiran turnamen gabungan UEFA–CONCACAF akan menjadi kompetisi internasional berskala besar yang berjalan di luar kendali FIFA. Jika terwujud, turnamen ini akan bersaing langsung dengan kalender resmi FIFA dan berpotensi mengubah peta kekuatan sepak bola dunia. Dengan 96 negara anggota, cakupan turnamen ini jauh lebih luas dibandingkan Piala Dunia yang kini diikuti 48 tim, sehingga daya tarik komersialnya sulit diabaikan.
Kedua konfederasi sejauh ini menolak berkomentar rinci mengenai rencana tersebut, tetapi sumber internal menyebut proyek ini telah masuk tahap penggodokan format. Isu utama yang dibahas antara lain sistem promosi-degradasi, jendela kalender, serta pembagian hak siar yang diyakini menjadi daya tarik utama bagi penyelenggara.
Kedua konfederasi kini mengerjakan turnamen dua tahunan mereka sendiri yang bisa diluncurkan secepatnya pada 2028 — The Guardian
Implikasi bagi Kalender Sepak Bola Dunia
Jika proyek ini terealisasi, jadwal pertandingan internasional akan mengalami perubahan besar. Para pemain top Eropa yang selama ini padat dengan jadwal liga domestik, Liga Champions, dan kualifikasi Piala Dunia akan menghadapi beban pertandingan tambahan. Sebaliknya, negara-negara Amerika Tengah dan Karibia justru berpotensi mendapatkan panggung internasional yang lebih rutin dibandingkan sebelumnya.
Secara politik, langkah ini mempertegas retaknya hubungan antara FIFA dan konfederasi-konfederasi anggotanya. UEFA selama ini merupakan penyumbang pendapatan terbesar bagi FIFA, sementara CONCACAF memiliki basis pasar yang berkembang pesat di Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang baru saja menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Kombinasi kekuatan finansial kedua kawasan ini membuat ancaman mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Respons FIFA yang Dinantikan
Hingga berita ini ditulis, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Namun, pengamat sepak bola menilai FIFA kemungkinan akan merespons dengan menawarkan kompromi kalender atau bahkan meluncurkan kompetisi tandingan. Yang jelas, perseteruan ini memasuki babak baru: dari sekadar perang kata-kata menjadi persaingan nyata di atas lapangan.
Publik sepak bola dunia kini menanti kepastian nasib turnamen gabungan ini. Apakah edisi perdana benar-benar terwujud pada 2028, atau akankah tekanan FIFA menggagalkannya? Satu hal yang pasti, peta persaingan sepak bola internasional sedang berada di titik balik sejarahnya.
[SOCIAL_TWEET]: UEFA dan CONCACAF dikabarkan menggodok Liga Negara gabungan 96 negara yang bisa meluncur 2028 — tantangan baru bagi FIFA di tengah kampanye pemecatan Infantino.[SOCIAL_TG]: BREAKING — UEFA-CONCACAF siapkan turnamen gabungan 96 negara, bisa meluncur 2028. Langkah terbaru usai dua konfederasi itu mendesak pemecatan Gianni Infantino.
Comments (0)