Raphinha Bintang Barcelona, Newcastle Tersingkir di 16 Besar Liga Champions
Skor akhir 3-1 untuk Barcelona saat menjamu Newcastle United pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 di Stadion Camp Nou, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu mengantar...
Skor akhir 3-1 untuk Barcelona saat menjamu Newcastle United pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions musim 2025/2026 di Stadion Camp Nou, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan itu mengantar Blaugrana ke perempat final dengan agregat 4-2, dan Raphinha menjadi aktor utama lewat satu gol serta dua assist dalam semalam.
Selebrasi penuh emosi dari winger asal Brasil itu menjadi momen paling ikonik laga. Menit ke-23, Raphinha menyambut umpan terobosan Pedri di sisi kanan kotak penalti, mengontrol bola dengan sekali sentuhan, lalu melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang tak terjangkau kiper Nick Pope. Bola bersarang di pojok gawang, dan Camp Nou bergemuruh. Ekspresinya — berlari ke sudut lapangan sambil menepuk dada — langsung diabadikan kamera sebagai simbol kemenangan malam itu.
Babak Pertama: Dominasi Penuh Barcelona
Sejak peluit awal, tuan rumah langsung menekan dengan formasi 4-3-3 berintensitas tinggi. Newcastle menjawab dengan 4-2-3-1 yang cenderung bertahan dalam dan mengandalkan serangan balik cepat lewat kecepatan Alexander Isak. Strategi itu tidak cukup. Penguasaan bola babak pertama mencapai 61 persen untuk Barcelona, dengan sembilan percobaan tembakan dan empat shots on target.
Gol kedua tuan rumah lahir di menit ke-41. Raphinha berkolaborasi dengan Lamine Yamal di sisi kanan, melepaskan umpan silang mendatar yang disambar Lewandowski dari jarak dekat. Assist itu membuat Raphinha terlibat langsung dalam dua gol pertama timnya sebelum jeda, kombinasi sempurna antara kreator dan penyelesai.
Babak Kedua: Perlawanan Isak dan Penutup Yamal
Newcastle keluar dari kamar ganti dengan wajah berbeda. Pelatih Eddie Howe memasukkan Harvey Barnes dan mengubah susunan menjadi 4-4-2 demi menambah daya gedor. Hasilnya terlihat di menit ke-58: serangan cepat dari sisi kiri berujung gol Isak yang menuntaskan assist Anthony Gordon. Skor menjadi 2-1, dan tim tamu sempat percaya diri mengejar ketertinggalan agregat.
Namun jawaban Barcelona tidak butuh waktu lama. Menit ke-67, Yamal memotong dari sayap kanan lalu melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok atas gawang. Skor akhir 3-1 memastikan agregat 4-2 untuk Barcelona. Di menit ke-72, gol Gordon dianulir setelah pemeriksaan VAR lantaran offside tipis, momen yang membuat tensi di tribun sempat memuncak.
Sepanjang laga, tuan rumah melepaskan 12 percobaan dengan tujuh shots on target, sementara Newcastle hanya mencatat empat percobaan dan dua on target. Kartu kuning menghiasi laga untuk Guimaraes pada menit ke-74 dan Kounde pada menit ke-85, tetapi tidak ada kartu merah dan duel berjalan sportif.
Raphinha: Dua Gol dan Tiga Assist dalam Dua Leg
Statistik Raphinha di babak 16 besar sangat gemilang. Di leg pertama di St James' Park ia mencetak satu gol, dan di Camp Nou ia menambah satu gol plus dua assist. Total dua gol dan tiga assist dalam dua leg menjadikannya pemain dengan kontribusi gol terbanyak Barcelona di fase gugur sejauh ini.
Peran Raphinha tidak hanya soal angka. Pergerakannya yang terus berganti antara sayap kanan dan setengah ruang membuat bek kiri Newcastle, Lewis Hall, kewalahan sepanjang laga. Lima dari tujuh peluang Barcelona tercipta lewat sisi kanan pertahanan tim tamu, dan dua gol pertama tuan rumah lahir dari area tersebut. Ia juga mencatat tiga tekel sukses dan dua kemenangan duel udara, bukti kontribusi defensifnya tak kalah penting.
Jalan ke Perempat Final dan Catatan Lain
Pelatih Hansi Flick memuji determinasi timnya setelah laga. 'Gol pertama adalah kunci yang membuka pertandingan. Kami bermain sabar, disiplin, dan memanfaatkan setiap celah,' ujarnya. Di sisi lain, Howe menilai timnya sudah memberikan segalanya, dengan gol Isak sebagai bukti karakter yang tidak pernah menyerah.
Kemenangan ini menjaga rekor sempurna Barcelona di Liga Champions musim ini: lima kemenangan dan satu hasil imbang, 14 gol dicetak, dan empat kebobolan. Clean sheet memang gagal dipertahankan setelah gol Isak, tetapi keunggulan agregat tidak pernah benar-benar terancam. Newcastle tersingkir dengan kepala tegak dan kini mengalihkan fokus ke Liga Primer.
Sementara itu, Barcelona menunggu undian perempat final dengan modal kepercayaan diri tinggi. Dengan Raphinha dalam performa terbaiknya, lini serang Blaugrana menjadi salah satu yang paling ditakuti di Eropa musim ini. Pertanyaan besarnya: siapa lawan berikutnya yang siap menghadapi winger Brasil yang sedang panas itu?
Comments (0)