Tottenham Tumbangkan Brentford 3-2 Lewat Gol Penentu Tonali
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Tottenham Hotspur atas Brentford dalam lanjutan Liga Inggris di London, Sabtu, 22 Agustus 2026. Drama memuncak di menit ke-90+4 ketika Sandro Tonali melepaskan tembakan...
Skor akhir 3-2 untuk kemenangan Tottenham Hotspur atas Brentford dalam lanjutan Liga Inggris di London, Sabtu, 22 Agustus 2026. Drama memuncak di menit ke-90+4 ketika Sandro Tonali melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti yang merobek pojok kiri gawang tuan rumah. Gol itu sekaligus menjadi penentu kemenangan dalam laga yang diwarnai lima gol, dua keputusan VAR, dan jual-beli serangan tanpa jeda sepanjang lebih dari 90 menit.
Babak Pertama: Tuan Rumah Menekan Lebih Dulu
Thomas Frank memilih formasi 3-5-2 dengan sayap agresif untuk membatasi ruang gerak lini tengah Spurs. Strategi itu langsung berbuah di menit ke-12 ketika Bryan Mbeumo melepaskan umpan silang mendatar dari sisi kanan dan Yoane Wissa dengan tenang menyontek bola ke tiang jauh. Brentford unggul 1-0 dan membuat tribun Gtech Community Stadium bergemuruh. Kristoffer Ajer tampil kokoh di lini belakang tuan rumah, mencatatkan tiga blok dan dua sapuan bersih pada babak pertama, sekaligus menahan laju serangan balik cepat tim tamu.
Tottenham yang tampil dengan starting XI formasi 4-3-3 baru perlahan menemukan ritme. Menit ke-34, sebuah pelanggaran terhadap James Maddison di dalam kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Son Heung-min maju sebagai eksekutor dan menuntaskan penalti ke sudut kanan gawang dengan komposisi dingin. Skor menjadi 1-1 dan penguasaan bola babak pertama berakhir 56 persen untuk Spurs, meski Brentford tetap lebih berbahaya lewat serangan langsung ke sisi sayap.
Babak Kedua: Balas Membalas dan Campur Tangan VAR
Babak kedua dimulai dengan intensitas yang jauh lebih tinggi. Menit ke-52, Mbeumo kembali menjadi mimpi buruk bagi bek kanan Spurs. Setelah memotong ke dalam dari sisi kanan, ia melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dijangkau kiper, membawa Brentford unggul 2-1. Namun keunggulan itu hanya bertahan sembilan menit. Menit ke-63, Wissa kembali mencetak gol dari sepak pojok, tetapi wasit menganulirnya setelah pemeriksaan VAR karena offside tipis pada posisi bek sayap Brentford. Keputusan itu menjadi titik balik mental pertandingan.
Menit ke-71, Tonali menunjukkan kelasnya. Ia memenangi duel di lini tengah, kemudian mengirim umpang terobosan terukur ke ruang kosong yang disambut Dejan Kulusevski. Winger asal Swedia itu menyelesaikannya dengan first-time finish ke tiang dekat, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pertandingan berjalan makin terbuka dengan peluang datang silih berganti. Wasit mengeluarkan total lima kartu kuning—tiga untuk Brentford dan dua untuk Tottenham—sebagai bukti duel-duel keras di lapangan tengah.
Tonali, Bintang Baru di Lini Tengah Spurs
Jika ada satu nama yang layak menjadi man of the match, itu adalah Sandro Tonali. Gelandang Italia yang baru bergabung pada bursa musim panas itu memainkan peran deep-lying playmaker dalam formasi 4-3-3 Tottenham. Statistiknya berbicara: 92 persen akurasi umpan dari 74 percobaan, dua kuncian peluang, satu assist, dan satu gol penentu di injury time. Saat pertandingan memasuki menit ke-90+4 dan skor masih 2-2, Tonali bergerak tanpa penjagaan di tepi kotak penalti, menerima umpan pendek dari Maddison, lalu melepaskan tembakan first-time yang tak bisa dihalau kiper Brentford.
Gol itu mengubah catatan laga: skor akhir 3-2, dengan total tembakan 16-9 dan shots on target 7-4 untuk keunggulan Tottenham. Tuan rumah sebenarnya sempat mendapat peluang emas di menit ke-88 melalui sundulan Ajer dari sepak pojok, tetapi kiper Spurs tampil sigap dengan penyelamatan gemilang—menggagalkan clean sheet bagi kedua tim sekaligus. Corner tercatat 7-5 untuk Spurs, sementara offside terjadi tiga kali sepanjang pertandingan, dua di antaranya dianulir lewat keputusan VAR.
Suara Pelatih dan Catatan Akhir Laga
Kami bermain dengan keberanian dan hampir membawa pulang poin dari laga ini. Tapi di level tertinggi, kesalahan kecil di area sendiri langsung dihukum. Kami harus lebih klinis di depan gawang, karena peluang tidak selalu datang dua kali, kata Thomas Frank usai laga.
Di sisi lain, pelatih Tottenham memuji ketenangan skuadnya yang tidak panik meski dua kali tertinggal. “Kami percaya pada proses. Tonali membawa kualitas berbeda di lini tengah—ia membaca permainan lebih cepat dari siapa pun di lapangan. Gol di menit akhir adalah hasil kerja keras seluruh tim, bukan keberuntungan,” ujarnya. Hasil ini membawa Tottenham ke puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan dua kemenangan beruntun dan catatan enam gol, sementara Brentford harus puas di posisi tengah meski menunjukkan performa menjanjikan di hadapan pendukungnya sendiri.
Comments (0)