MANDALIKA - Pembalap Moto2 asal Italia, Tony Arbolino, mencuri perhatian publik menjelang gelaran MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Bukan karena aksi di lintasan, melainkan aksinya berjualan jagung bakar di pinggir jalan kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Momen tersebut sontak menjadi viral dan menghangatkan suasana paddock sebelum sesi latihan bebas dimulai.
Arbolino yang membela tim Reds Fantic Racing ini tampil dengan kostum khas pedagang kaki lima: celemek sederhana, topi, serta alat pemanggang jagung. Tak sekadar berpose, ia terlihat serius membalik jagung di atas bara api sambil melayani pembeli yang mengantre. Aksi ini menjadi salah satu momen unik menyambut putaran pembuka musim Moto2 2026 yang digelar bersamaan dengan MotoGP Mandalika.
Aksi di Luar Lintasan: Strategi Akrab dengan Penggemar
Menit ke-23 dalam sesi latihan bebas pertama menjadi milik Arbolino di lintasan, tetapi perhatian media justru terpecah pada aksinya sebelum itu. Berbeda dengan rival-rivalnya yang memilih beristirahat di hotel, pembalap bernomor 14 ini memilih mendekati masyarakat lokal. Ia mengaku ingin merasakan langsung atmosfer kuliner Indonesia sekaligus menghibur dirinya sebelum menjalani balapan menegangkan.
"Saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Jagung bakar di sini luar biasa, dan orang-orangnya sangat ramah. Ini cara saya menikmati Mandalika di luar paddock," ujar Arbolino dalam keterangan singkatnya kepada awak media, dikutip dari kanal resmi timnya.
Kegiatan ini bukan yang pertama bagi Arbolino. Pada musim-musim sebelumnya, ia dikenal kerap melakukan aktivitas spontan saat mengunjungi sirkuit baru, mulai dari mencoba makanan lokal hingga berinteraksi dengan marshal. Pendekatan personal seperti ini diyakini mampu menurunkan tekanan psikologis menjelang balapan, terutama di sirkuit Mandalika yang dikenal menantang dengan 17 tikungan dan trek lurus panjang 507 meter.
Fokus pada Performa: Target Podium di Moto2 Mandalika
Di balik aksi jenaka tersebut, Arbolino tetap mengusung misi serius. Musim 2026 menjadi musim krusial bagi pembalap berusia 25 tahun itu untuk membuktikan konsistensinya di kelas Moto2. Pada sesi latihan bebas, ia mencatatkan waktu terbaik di posisi delapan dengan selisih 0,412 detik dari pembalap tercepat. Statistik menunjukkan ia menyelesaikan 18 lap dengan catatan penguasaan lintasan (track position) rata-rata di posisi sembilan dan kecepatan tertinggi 292,4 km/jam.
"Kondisi aspal Mandalika cukup grip di sektor dua dan tiga. Kami masih mencari setelan suspensi yang tepat untuk tikungan kanan panjang," jelas Arbolino usai sesi. Ia menambahkan bahwa tim Reds Fantic Racing telah membawa paket aerodinamika baru untuk menghadapi suhu aspal yang bisa mencapai 52 derajat Celsius pada siang hari.
Dari sisi strategi balapan, Arbolino diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat podium. Sepanjang musim lalu, ia mencatatkan tiga podium, satu pole position, dan dua fastest lap. Catatan itu menjadi modal berharga menghadapi rival-rival seperti Celestino Vietti dan Alonso Lopez yang juga tampil tajam di sesi pramusim.
Dampak bagi Industri Lokal dan Promosi Sirkuit
Aksi cosplay Arbolino bukan hanya menghibur penggemar, tetapi juga memberi efek promosi tidak langsung bagi pariwisata lokal. Pedagang jagung di sekitar Sirkuit Mandalika mengaku kebanjiran pembeli setelah video Arbolino tersebar di media sosial. Fenomena ini mengulang pola serupa pada 2022, ketika sejumlah pembalap MotoGP mencoba kuliner lokal dan mendongkrak kunjungan wisatawan.
"Ini adalah bentuk keterlibatan pembalap dengan komunitas. MotoGP dan Moto2 bukan sekadar balapan, tetapi juga festival olahraga yang menyatukan budaya," kata seorang perwakilan penyelenggara kepada media.
Dengan starting XI yang sudah disiapkan matang di garasi Reds Fantic Racing, Arbolino berharap dapat mengonversi popularitasnya menjadi hasil maksimal di lintasan. Balapan Moto2 Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, dengan 20 lap dan total jarak 86,6 kilometer. Jika mampu menjaga konsistensi dan menghindari kesalahan, bukan tidak mungkin ia mengakhiri pekan dengan clean sheet dari insiden serta podium pertamanya musim ini.
Sementara itu, penggemar di Indonesia menantikan apakah aksi unik Arbolino akan berlanjut, atau ia akan sepenuhnya fokus menaklukkan tikungan-tikungan Mandalika. Satu hal yang pasti: jagung bakar dan Moto2 kini memiliki cerita tersendiri di hati penggemar balap tanah air.
Comments (0)