Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang tidak berhenti sampai peluit panjang dibunyikan. Di tengah euforia lolosnya Argentina ke partai final setelah menumbangkan Inggris, nama Giovani Lo Celso justru mencuri perhatian bukan karena assist atau golnya, melainkan aksi selebrasi bernuansa politik yang ia lakukan selepas laga semifinal berakhir.
Momen tersebut terekam jelas oleh kamera pewarta foto yang berjaga di tepi lapangan. Sang gelandang berusia 30 tahun itu mengangkat sebuah spanduk bertuliskan pesan bernuansa politik, sambil berjalan menyusuri sisi lapangan didampingi rekan-rekannya. Aksi itu terjadi beberapa saat setelah skor akhir 2-1 memastikan tim Tango melangkah ke final.
Jalannya Pertandingan: Duel Taktis Dua Formasi
Laga semifinal ini tersaji dalam tempo tinggi sejak menit awal. Argentina tampil dengan formasi 4-3-3, menempatkan Lo Celso sebagai salah satu gelandang box-to-box di lini tengah bersama dua rekannya. Sementara Inggris menjawab dengan 4-2-3-1 yang mengandalkan transisi cepat dari lini kedua.
Menit ke-12, Inggris mengancam lebih dulu lewat skema serangan balik. Penguasaan bola babak pertama berimbang ketat, Argentina mencatatkan 52 persen berbanding 48 persen milik Inggris. Namun shots on target justru lebih banyak dihasilkan Inggris, yakni empat berbanding dua, memaksa kiper Argentina bekerja ekstra di bawah mistar.
Gol pembuka lahir pada menit ke-34. Berawal dari pergerakan di sisi kanan, umpan silang rendah diselesaikan dengan tendangan first time ke sudut jauh gawang. Skor berubah 1-0 dan momentum pertandingan bergeser ke kubu Argentina. Lo Celso menjadi penghubung penting antara lini belakang dan depan selama fase ini, mencatatkan akurasi umpan mencapai 89 persen sepanjang babak pertama.
Inggris menyamakan kedudukan pada menit ke-58 melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok. Wasit sempat meninjau VAR untuk memastikan tidak ada offside, dan gol dinyatakan sah. Kedudukan 1-1 membuat tensi pertandingan memanas. Kartu kuning dikeluarkan dua kali dalam rentang sepuluh menit berikutnya, satu untuk masing-masing tim.
Gol kemenangan Argentina datang pada menit ke-77. Sebuah serangan terorganisir dari tengah lapangan diakhiri penyelesaian klinis di dalam kotak penalti. Lo Celso terlibat dalam proses build-up tersebut dan mencatatkan assist keduanya di turnamen ini. Skor akhir 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Peran Lo Celso dan Statistik Kunci Sepanjang Laga
Meski bukan pencetak gol, kontribusi Lo Celso sepanjang 90 menit terbilang signifikan. Ia mencatatkan 63 sentuhan bola, dua peluang tercipta, serta tiga tekel berhasil dari empat percobaan. Ia juga menjadi pemain Argentina dengan jarak tempuh tertinggi kedua, yakni 11,3 kilometer.
"Lo Celso memberi kami keseimbangan. Ketika lini tengah lawan menekan, dia yang memecah tekanan itu," ujar pelatih Argentina dalam sesi konferensi pers usai laga.
Inggris sebenarnya tidak bermain buruk. Mereka unggul dalam penguasaan bola 51 persen secara keseluruhan dan melepaskan enam shots on target berbanding lima milik Argentina. Namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda. Kiper Argentina mencatatkan empat penyelamatan penting, termasuk satu penyelematan refleks di menit ke-81 yang nyaris menyamakan kedudukan.
Aksi Spanduk dan Sorotan Publik
Perhatian publik kemudian teralih pada momen setelah pertandingan. Lo Celso terlihat membentangkan spanduk bertema politik saat merayakan kemenangan, memicu perdebatan di media sosial maupun kalangan pengamat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari federasi sepak bola terkait aksi tersebut.
Fenomena pesan politik di arena olahraga memang bukan hal baru, tetapi kejadian di ajang sebesar Piala Dunia selalu menarik perhatian lebih besar. Regulasi turnamen umumnya melarang pesan bernuansa politik di dalam area pertandingan, sehingga aksi Lo Celso berpotensi menuai evaluasi dari komite disiplin.
Dari sisi teknis, Argentina kini bersiap menghadapi partai puncak dengan modal lima kemenangan beruntun dan clean sheet di dua laga terakhir sebelum semifinal. Lo Celso diprediksi tetap menjadi pilar di lini tengah pada laga final nanti.
Yang jelas, malam di semifinal itu akan dikenang bukan hanya karena skor akhir 2-1 atau assist krusial Lo Celso, tetapi juga karena satu spanduk yang mengubah fokus dari lapangan hijau ke ruang publik. Sepak bola kembali membuktikan bahwa ia bukan sekadar olahraga, melainkan panggung bagi hampir segala hal.
Comments (0)