Tokoh Adat Lampung Ungkap Makna Jokowi Injak Kepala Kerbau di Karpet Merah

Jakarta - Tokoh adat Lampung Pepadun Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, angkat bicara terkait prosesi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar ada

Jul 08, 2026 - 05:19
0 1
Tokoh Adat Lampung Ungkap Makna Jokowi Injak Kepala Kerbau di Karpet Merah

Jakarta - Tokoh adat Lampung Pepadun Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, angkat bicara terkait prosesi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung. Mawardi meminta masyarakat tidak mengaitkan prosesi adat tersebut dengan kepentingan politik, karena ritual itu murni bagian dari warisan budaya leluhur.

Menurut informasi yang dihimpun media kami, Mawardi menjelaskan prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari rangkaian adat Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi yang telah diwariskan turun-temurun. Ritual ini memiliki makna filosofis yang dalam sebagai simbol menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, bukan sebagai pernyataan politik atau kekuasaan.

"Menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau untuk menghilangkan sifat-sifat binatang dalam diri, seperti sifat sombong, iri dengki, tamak, dan sifat buruk lainnya. Jadi tidak ada hubungan dengan politik," kata Mawardi kepada media kami, Senin (29/6/2026).

Dalam perspektif adat Lampung, kepala kerbau melambangkan nafsu-nafsu rendah yang harus ditaklukkan oleh seorang pemimpin atau pemangku adat. Dengan menginjaknya, seseorang secara simbolis berkomitmen untuk meninggalkan karakter negatif dan memimpin dengan kebijaksanaan serta kerendahan hati. Prosesi ini biasanya menjadi puncak dari upacara pemberian gelar adat tertinggi dalam budaya Pepadun.

Mawardi menegaskan bahwa masyarakat adat Lampung telah menjalankan tradisi ini jauh sebelum konteks politik modern muncul. Oleh karena itu, ia menyayangkan adanya sebagian pihak yang mencoba mempolitisasi ritual sakral tersebut. Ia berharap publik dapat lebih menghargai kearifan lokal dan melihatnya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus dilestarikan.

Acara pemberian gelar adat kepada Jokowi tersebut digelar dalam suasana khidmat dan melibatkan para tetua adat dari berbagai wilayah. Kehadiran mantan presiden itu juga dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya Nusantara. Dengan penjelasan ini, Mawardi berharap tidak ada lagi kesalahpahaman yang dapat merusak nilai-nilai luhur warisan nenek moyang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User