Titiek Soeharto Resmikan Gudang BULOG Berkapasitas 3.500 Ton di Banjarbaru, Perkuat Stok Pangan Kalsel

Banjarbaru – Infrastruktur pangan di Kalimantan Selatan mendapatkan penguatan signifikan. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto, meresmikan langsung Gudang

Jul 08, 2026 - 00:23
0 1
Titiek Soeharto Resmikan Gudang BULOG Berkapasitas 3.500 Ton di Banjarbaru, Perkuat Stok Pangan Kalsel

Banjarbaru – Infrastruktur pangan di Kalimantan Selatan mendapatkan penguatan signifikan. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto, meresmikan langsung Gudang Komoditas Pangan (GKP) milik Perum BULOG di Kompleks Pergudangan Landasan Ulin, Banjarbaru, pada Jumat (3/7/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, peresmian gudang berkapasitas 3.500 ton ini merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama Wakil Ketua dan anggota dewan untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur pengelolaan pangan di daerah.

Kehadiran gudang baru ini dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya menambah kapasitas simpan, tetapi juga memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Dengan tambahan kapasitas penyimpanan yang signifikan, Perum BULOG kini diharapkan mampu mengelola stok komoditas pangan secara lebih optimal. Fasilitas ini akan menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas hasil panen petani lokal, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik pangan. Misi utamanya adalah memastikan stabilitas pasokan di tingkat konsumen serta menjaga agar harga pangan di masyarakat tetap terkendali dan tidak bergejolak.

Fokus pada Kualitas dan Perlindungan Petani

Dalam sambutannya saat peresmian, Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program-program kerja Perum BULOG, khususnya inisiatif yang berdampak langsung pada penguatan sektor pertanian dan pengelolaan pangan nasional. Ia menyoroti bahwa pembangunan gudang modern semacam ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi petani. Dengan kapasitas gudang yang memadai, diharapkan tidak ada lagi fenomena panen raya yang berujung pada anjloknya harga akibat terbatasnya ruang penyimpanan atau lambatnya proses penyerapan gabah petani.

Lebih lanjut, legislator tersebut menekankan pentingnya manajemen pengelolaan stok yang profesional. Ia mengingatkan agar Perum BULOG senantiasa memperhatikan aspek kualitas beras selama masa penyimpanan di dalam gudang. Menurutnya, kapasitas penyimpanan yang besar harus diimbangi dengan teknik pengelolaan yang tepat agar beras yang akan disalurkan kepada masyarakat nantinya tetap dalam kondisi prima, layak konsumsi, dan tidak mengalami penurunan mutu.

Memastikan Stabilitas Pangan di Masa Mendatang

Peresmian Gudang Komoditas Pangan di Banjarbaru ini menjadi sinyal positif bagi para petani di Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Dengan adanya infrastruktur yang representatif, proses penyerapan gabah atau beras oleh BULOG dapat berjalan lebih masif dan cepat. Hal tersebut secara tidak langsung akan memberikan kepastian pasar dan pendapatan bagi para petani. Sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan Perum BULOG diharapkan terus berlanjut guna memenuhi target pengelolaan cadangan beras pemerintah yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak perubahan iklim dan gejolak harga global.

"Kita tidak hanya membangun fisik gudangnya saja, tetapi juga harus membangun sistem pengelolaan yang modern. Saya berharap pengelolaan stok di tempat ini bisa menjadi percontohan. Kualitas beras harus dijaga, jangan sampai saat keluar dari gudang malah rusak atau turun kualitasnya," ujar Titiek Soeharto dalam paparannya di hadapan manajemen Perum BULOG dan pejabat daerah setempat, sebagaimana dikutip media kami.

Total kapasitas baru sebesar 3.500 ton ini diyakini akan memberikan kelonggaran bagi manajemen rantai pasok Perum BULOG di Pulau Kalimantan. Gudang tersebut dirancang untuk menyimpan komoditas pangan pokok secara efisien dengan sistem sirkulasi udara dan tata letak yang meminimalkan potensi kerusakan akibat hama atau kelembapan. Dengan beroperasinya gudang ini, jaringan logistik pangan nasional, terutama di luar Pulau Jawa, semakin kokoh dan siap menghadapi dinamika pangan di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Editor Ekonomi. Editor ringkasan isu bisnis dalam poin inti.

Comments (0)

User