Thailand Gunduli Laos, Rebut Puncak Klasemen Piala AFF 2026
Stadion Rajamangala bergemuruh menyaksikan pesta gol Thailand saat menjamu Laos dalam lanjutan fase grup Piala AFF 2026, Jumat malam. Skor akhir 6-0 menjadi penanda dominasi mutlak sang tuan rumah, se...
Stadion Rajamangala bergemuruh menyaksikan pesta gol Thailand saat menjamu Laos dalam lanjutan fase grup Piala AFF 2026, Jumat malam. Skor akhir 6-0 menjadi penanda dominasi mutlak sang tuan rumah, sekaligus memastikan mereka naik ke puncak klasemen sementara Grup B dengan keunggulan selisih gol atas Malaysia. Kemenangan ini menyamakan perolehan tiga poin dengan Harimau Malaya yang beberapa jam sebelumnya mengalahkan Myanmar 2-1 di tempat terpisah.
Babak Pertama: Blitzkrieg dari Sayap dan Penalti Awal
Thailand langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal dibunyikan. Formasi 4-3-3 ofensif racikan pelatih Masatada Ishii membuat Laos benar-benar terkurung di area pertahanan sendiri. Menit ke-8, umpan terobosan dari Chanathip Songkrasin berhasil menjangkau Suphanat Mueanta di kotak penalti. Percobaan menghentikan laju Suphanat berujung pelanggaran yang ditinjau melalui VAR, menghasilkan tendangan penalti. Teerasil Dangda yang maju sebagai eksekutor dengan tenang menaklukkan kiper Laos, Phounin Xayalath, dengan tembakan mendatar ke sudut kiri bawah. Gol ini menjadi pembuka yang cepat dan meruntuhkan mental bertahan Laos.
Keunggulan satu gol tidak lantas membuat Thailand mengendurkan serangan. Mereka terus membombardir pertahanan Laos melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan tanpa bola yang dinamis. Menit ke-23, skema serangan kembali menghasilkan gol. Umpan silang melengkung khas Bordin Phala dari sisi kanan disambut tandukan keras oleh Suphanat Mueanta di tiang dekat. Bola membentur mistar gawang sebelum masuk ke dalam gawang, membuat skor menjadi 2-0. Penguasaan bola Thailand mencapai 72% pada 30 menit pertama, dengan empat tembakan tepat sasaran yang seluruhnya memaksa Xayalath bekerja keras.
Laos nyaris menciptakan peluang emas melalui skema serangan balik cepat di menit ke-35. Striker Bounphachan Bounkong berhasil melepaskan tembakan terarah dari luar kotak penalti, namun Kawin Thamsatchanan dengan sigap menepis bola keluar lapangan. Momen tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Laos sepanjang babak pertama. Menit-menit akhir paruh awal, Thailand justru memperlebar kedudukan lewat gol Peeradol Chamratsamee pada menit ke-41. Bek tengah itu menyambar bola liar hasil kemelut di dalam kotak penalti, mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Babak Kedua: Rotasi Pemain dan Hujan Gol Tambahan
Unggul tiga gol membuat Ishii melakukan beberapa pergantian pemain di babak kedua. Pathompol Charoenrattanapirom dan Worachit Kanitsribampen dimasukkan untuk menjaga intensitas serangan sambil menyegarkan lini depan. Efeknya langsung terasa. Pada menit ke-57, akselerasi Worachit dari sisi kiri berhasil menciptakan ruang tembak. Meski tendangannya diblok bek Laos, bola liar masih dikuasai Thailand dan Pathompol melepaskan tembakan keras dari jarak 20 meter yang bersarang telak di sudut atas gawang. Skor 4-0, dan pesta gol di Rajamangala semakin meriah.
Laos benar-benar kesulitan membangun serangan. Statistik penguasaan bola Thailand pada akhir laga mencapai 68%, dengan 12 tembakan tepat sasaran berbanding hanya 2 milik Laos. Di menit ke-68, gelandang bertahan Laos, Kydavone Souvanny, menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras terhadap Chanathip. Momen itu memperlihatkan frustrasi tim tamu yang tidak mampu keluar dari tekanan. Thailand kembali mencetak gol melalui skema bola mati di menit ke-73. Tendangan bebas Chanathip Songkrasin mengarah ke tiang jauh dan disambut dengan sempurna oleh Kritsada Kaman yang naik membantu serangan. Sundulan Kritsada tidak mampu diantisipasi Xayalath, mengubah skor menjadi 5-0.
Laos sempat memiliki peluang untuk mencetak gol hiburan lewat skema serangan balik di menit ke-80. Bounphachan Bounkong berhasil mengecoh satu bek Thailand, namun penyelesaian akhirnya melebar tipis di sisi kanan gawang. Kegagalan itu menjadi pukulan telak bagi semangat juang tamu. Thailand menutup panggungnya di menit ke-88 dengan gol spektakuler dari pemain pengganti, Purachet Thodsanit. Menerima umpan terobosan diagonal, ia melewati dua pemain belakang Laos sebelum melepaskan tendangan chip melewati kiper Xayalath yang sudah maju. Gol keenam itu menjadi penutup sempurna bagi kemenangan telak Thailand.
Malaysia sebelumnya berhasil meraih tiga poin setelah menang tipis 2-1 atas Myanmar. Gol-gol Harimau Malaya dicetak oleh Faisal Halim pada menit ke-32 dan Arif Aiman Hanapi melalui titik penalti di menit ke-67, sementara Myanmar sempat memperkecil ketertinggalan melalui Aung Thu. Kini Thailand dan Malaysia sama-sama mengemas tiga poin di puncak klasemen, namun Thailand berhak di atas angin berkat selisih gol +6 yang sangat mencolok.
Kemenangan besar ini menjadi sinyal bahwa Thailand serius memburu gelar yang terakhir kali mereka menangkan pada 2022 silam. Dominasi penguasaan bola dan ketajaman lini depan yang menghasilkan enam gol menjadi bukti soliditas permainan Ishii. Bagi Laos, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar sebelum menghadapi laga kedua melawan Kamboja.
Comments (0)