Teheran Siapkan Upacara Terbesar dalam Sejarah Ibu Kota

Pemerintah Iran mulai mempersiapkan rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan bagi Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan rudal pekan lalu. Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyampaikan kepa

Jul 08, 2026 - 04:57
0 0
Teheran Siapkan Upacara Terbesar dalam Sejarah Ibu Kota

Pemerintah Iran mulai mempersiapkan rangkaian prosesi pemakaman kenegaraan bagi Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan rudal pekan lalu. Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyampaikan kepada media kami bahwa upacara penghormatan terakhir ini akan menjadi "perkumpulan terbesar dalam sejarah ibu kota", menandai duka nasional yang mendalam atas kepergian pemimpin tertinggi yang telah berkuasa selama hampir empat dekade.

Prosesi Enam Hari Penuh Simbolisme

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu (4/7) dan akan berlangsung selama enam hari berturut-turut. Rangkaian acara ini dirancang untuk memberi kesempatan kepada jutaan warga Iran dari berbagai penjuru negeri untuk memberikan penghormatan terakhir. Jenazah Ayatollah Khamenei akan disemayamkan di beberapa titik strategis di Teheran sebelum dikebumikan, memungkinkan partisipasi publik secara luas meskipun situasi keamanan di ibu kota tengah berada dalam status siaga tinggi.

"Kami bersiap menggelar perkumpulan terbesar dalam sejarah ibu kota untuk mengantarkan pemimpin besar revolusi Islam menuju peristirahatan abadinya," ujar Zakani kepada awak media.

Sosok Simpul Republik Islam yang Tewas dalam Perang

Ayatollah Ali Khamenei, 86 tahun, tewas bersama sejumlah anggota keluarganya ketika rudal-rudal presisi menghantam kompleks kediaman sekaligus kantornya di pusat Teheran. Serangan mematikan itu terjadi pada hari pertama pecahnya Perang Iran yang dipicu oleh operasi militer gabungan Amerika Serikat dan rezim Zionis pada 28 Februari lalu. Kawasan yang selama ini dijaga super ketat dan dianggap sebagai salah satu lokasi paling aman di Iran itu rupanya tak mampu menahan gempuran agresi berskala besar.

Selama 37 tahun memimpin Republik Islam, Ayatollah Khamenei menjadi poros dan penentu utama setiap kebijakan strategis negara, mulai dari program nuklir hingga geopolitik Timur Tengah. Gugurnya tokoh sentral ini di tengah gelombang perang menciptakan kekosongan kepemimpinan yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama ketika Teheran masih terus digempur di berbagai front.

Rangkaian prosesi pemakaman yang berskala monumental ini diperkirakan juga akan menjadi ajang unjuk solidaritas dan perlawanan nasional, sejalan dengan eskalasi konflik bersenjata yang masih terus berlangsung. Pemerintahan sementara Iran di bawah Dewan Kepresidenan menegaskan bahwa upacara kenegaraan ini akan tetap digelar dengan penuh penghormatan sekaligus menjadi simbol bahwa Republik Islam tak akan goyah meskipun pemimpin tertingginya telah tiada di tengah medan tempur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Editor Politik. Editor ringkasan kebijakan dan pemilu.

Comments (0)

User