Tanjung Verde Kejutkan Argentina, Cabral Cetak Dua Gol di Babak 32 Besar

MIAMI GARDENS — Stadion Miami menjadi saksi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026. Timnas Tanjung Verde, debutan yang sebelumnya dianggap underdog, memaksa Argentina bermain imbang 2-2 hingga...

Oct 08, 2026 - 08:28
0 0
Tanjung Verde Kejutkan Argentina, Cabral Cetak Dua Gol di Babak 32 Besar

MIAMI GARDENS — Stadion Miami menjadi saksi salah satu kejutan terbesar Piala Dunia 2026. Timnas Tanjung Verde, debutan yang sebelumnya dianggap underdog, memaksa Argentina bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan sebelum laga babak 32 besar berakhir dramatis pada Sabtu malam, 4 Juli 2026. Bintang muda Sidny Lopes Cabral menjadi pusat perhatian setelah mencetak dua gol ke gawang juara dunia tiga kali tersebut.

Cabral, yang mengenakan nomor punggung 13, tampil sebagai motor serangan Tanjung Verde sepanjang 90 menit. Pemain berusia 25 tahun itu membuka keunggulan pada menit ke-23 lewat tendangan kaki kiri dari tepi kotak penalti setelah memanfaatkan umpan terobosan gelandang tengah. Sepakan itu menghujam sudut kanan bawah gawang Argentina tanpa bisa dijangkau kiper.

Argentina merespons cepat. Pada menit ke-38, La Albiceleste menyamakan kedudukan melalui serangan balik cepat yang diakhiri penyelesaian dari dalam kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan Argentina menguasai bola 61 persen berbanding 39 persen, dengan enam shots on target berbanding tiga milik Tanjung Verde.

Cabral Kembali Menghukum Argentina

Memasuki babak kedua, Tanjung Verde mengubah pendekatan. Pelatih mereka menurunkan formasi 5-3-2 yang lebih rapat, mengandalkan serangan balik melalui kedua sayap. Perubahan itu berbuah pada menit ke-67. Cabral kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Argentina. Ia merebut bola di area pertahanan lawan, melewati satu pemain bertahan, lalu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihalau kiper. Gol kedua itu membuat tribun Stadion Miami bergemuruh.

Argentina yang tak ingin kehilangan muka meningkatkan intensitas serangan. Mereka mencatat total penguasaan bola 64 persen sepanjang pertandingan, melepaskan 18 shots dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Namun, disiplin pertahanan Tanjung Verde membuat peluang demi peluang kandas. Kiper Tanjung Verde mencatat enam penyelamatan krusial.

Drama VAR dan Kartu Kuning

Menit ke-78, wasit sempat menghentikan pertandingan untuk meninjau insiden di kotak penalti Tanjung Verde melalui VAR. Setelah tayangan ulang, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan hanya memberikan tendangan sudut. Keputusan itu memicu protes dari bangku cadangan Argentina. Tiga pemain Tanjung Verde menerima kartu kuning masing-masing pada menit ke-54, 71, dan 88 akibat pelanggaran taktis.

Argentina akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-90+4 lewat sundulan pemain pengganti setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor 2-2 memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Di periode ekstra, kedua tim tampak kelelahan. Tanjung Verde nyaris mencetak gol kemenangan pada menit ke-112 melalui serangan balik, tetapi sepakan Cabral masih membentur tiang gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, kedudukan tidak berubah.

"Cabral bermain luar biasa. Dia menunjukkan kualitas di level tertinggi. Kami tahu Argentina akan menekan, tapi kami siap secara taktik," ujar pelatih Tanjung Verde dalam konferensi pers usai laga.

Analisis: Debutan yang Tak Gentar

Penampilan Tanjung Verde malam itu menegaskan bahwa kejutan di Piala Dunia bukan hal mustahil. Dengan formasi disiplin dan transisi cepat, mereka mampu menetralisir kekuatan lini tengah Argentina. Cabral menjadi pencetak dua gol sekaligus mengukuhkan diri sebagai topskor sementara timnya. Aksinya mengingatkan pada kisah-kisah kejutan di edisi-edisi sebelumnya.

Bagi Argentina, hasil ini menjadi peringatan serius. Meski mencatat clean sheet yang gagal diraih, lini belakang mereka beberapa kali terlihat rapuh menghadapi serangan balik cepat. Duel ini akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling menegangkan di fase gugur Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User