Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama 3-3 Melawan Prancis

Lusail Stadium menjadi saksi malam paling dramatis dalam sejarah final Piala Dunia. Skor akhir 3-3 selama 120 menit memaksa laga Argentina versus Prancis ditentukan lewat adu penalti, dan La Albiceles...

Oct 08, 2026 - 08:28
0 0
Argentina Juara Dunia 2022 Usai Drama 3-3 Melawan Prancis

Lusail Stadium menjadi saksi malam paling dramatis dalam sejarah final Piala Dunia. Skor akhir 3-3 selama 120 menit memaksa laga Argentina versus Prancis ditentukan lewat adu penalti, dan La Albiceleste keluar sebagai juara dengan kemenangan 4-2 dari titik putih. Lionel Messi mengangkat trofi yang selama kariernya menjadi satu-satunya lubang dalam lemari gelarnya, sementara Prancis harus menerima kenyataan pahit setelah sempat bangkit dari ketertinggalan dua gol.

Babak Pertama: Dominasi Total Argentina

Formasi 4-3-3 yang diterapkan Lionel Scaloni berjalan nyaris sempurna sejak menit awal. Argentina menguasai penguasaan bola hingga 58 persen di 45 menit pertama, dengan trio lini tengah Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister mengunci ruang gerak Antoine Griezmann. Menit ke-23, drama dimulai: Messi menerobos ke kotak penalti dan dijatuhkan Ousmane Dembele. Wasit Szymon Marciniak tanpa ragu menunjuk titik putih. Messi sendiri yang mengeksekusi, menaklukkan Hugo Lloris dengan tembakan rendah ke sudut kanan. 1-0 Argentina.

Menit ke-36, Angel Di Maria menggandakan keunggulan lewat serangan balik cepat yang melibatkan Messi dan Julian Alvarez. Di Maria, yang mendapat kepercayaan penuh sebagai starter, menyelesaikan umpan silang terukur dengan sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. 2-0. Statistik babak pertama mencatat Argentina melepaskan 6 shots on target berbanding 0 milik Prancis. Les Bleus tampak kehilangan identitas tanpa N'Golo Kante dan Paul Pogba yang absen karena cedera.

Kebangkitan Prancis di Menit-menit Akhir

Didier Deschamps melakukan perubahan berani dengan menarik Dembele dan Olivier Giroud sebelum menit ke-45, memasukkan Randal Kolo Muani serta Marcus Thuram. Namun keajaiban baru datang di menit ke-80. Nicolas Otamendi menjatuhkan Kolo Muani di kotak terlarang, dan VAR mengonfirmasi keputusan penalti. Kylian Mbappe mengeksekusi dengan dingin. 2-1. Hanya 97 detik berselang, Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan voli spektakuler setelah kombinasi satu-dua dengan Thuram. 2-2. Dua gol dalam tempo kurang dari dua menit membalikkan momentum pertandingan secara total.

"Kami kehilangan konsentrasi selama 10 menit dan itu hampir menghukum kami. Sepak bola tidak pernah memberi ruang untuk lengah," ujar Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Perpanjangan Waktu dan Adu Penalti

Menit ke-108, Messi kembali mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah dari tembakan Lautaro Martinez yang ditepis Lloris. 3-2 Argentina. Namun Mbappe menolak menyerah. Menit ke-118, tembakan kaki kiri pemain Paris Saint-Germain itu mengenai tangan Gonzalo Montiel di dalam kotak, dan wasit kembali menunjuk titik putih. Mbappe menyelesaikan hat-trick-nya dengan penalti tenang. 3-3. Ia menjadi pemain kedua dalam sejarah final Piala Dunia yang mencetak hat-trick, setelah Geoff Hurst pada 1966.

Dalam adu penalti, kiper Emiliano Martinez menjadi pahlawan. Ia menepis eksekusi Kingsley Coman, sebelum Aurelien Tchouameni melebar. Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Montiel sukses menjalankan tugas, memastikan Argentina menang 4-2. Sepanjang turnamen, Martinez mencatatkan clean sheet di fase gugur melawan Australia dan Kroasia, plus penyelamatan krusial di final.

Catatan Statistik dan Makna Historis

Messi menutup turnamen dengan 7 gol dan 3 assist, meraih Golden Ball sebagai pemain terbaik. Mbappe menjadi top skorer dengan 8 gol dan mencetak hat-trick pertama di final sejak 1966. Argentina total melepaskan 20 tembakan dengan 10 on target, sedangkan Prancis 10 tembakan dan 5 on target. Penguasaan bola berakhir 54-46 persen untuk Argentina. Kartu kuning tercatat untuk Marcos Acuna dan Leandro Paredes dari kubu Argentina, serta Tchouameni dan Kolo Muani dari Prancis.

Kemenangan ini menjadi gelar Piala Dunia ketiga bagi Argentina setelah 1978 dan 1986. Bagi Messi, trofi ini melengkapi karier yang sudah mengoleksi tujuh Ballon d'Or dan empat Liga Champions. Malam di Lusail bukan sekadar final, melainkan penutup narasi panjang tentang pemain terbaik generasinya yang akhirnya mengangkat trofi paling dinanti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User