Supeltas Berkostum Suporter Hidupkan Euforia Piala Dunia
Beritainti.com, Solo – Ada pemandangan berbeda di salah satu perempatan sibuk Kota Solo pada Senin pagi. Seorang sukarelawan pengatur lalu lintas, atau yang lebih dikenal dengan sebutan supeltas,
Beritainti.com, Solo – Ada pemandangan berbeda di salah satu perempatan sibuk Kota Solo pada Senin pagi. Seorang sukarelawan pengatur lalu lintas, atau yang lebih dikenal dengan sebutan supeltas, bertugas tidak seperti biasanya. Ia hadir dengan balutan kostum suporter penuh warna, lengkap dengan atribut khas Piala Dunia 2026, menciptakan suasana meriah yang mendadak mengubah ruas jalan menjadi panggung kecil sepak bola.
Pria berusia paruh baya itu terlihat energik mengarahkan arus kendaraan sambil mengenakan jersey merah-putih, jubah pendek bertabur bintang, serta topi lebar bertuliskan "USA-Mexico-Canada 2026". Sesekali ia meniup peluit dan melambaikan bendera kecil berbentuk segitiga seperti yang kerap dikibarkan suporter garis keras di stadion. Tidak sedikit pengguna jalan yang membalas lambaian tangannya dengan senyuman, bahkan ada yang menyempatkan diri mengambil foto dari balik kaca mobil.
Dari Tugas Lalu Lintas Menjadi Hiburan Warga
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritainti.com, supeltas yang akrab disapa Pak Ruslan itu sengaja memilih penampilan nyeleneh demi menyemarakkan euforia turnamen sepak bola terakbar di dunia. Piala Dunia 2026 sendiri akan berlangsung di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Meski perhelatan akbar itu masih beberapa bulan lagi, gelombang antusiasme sudah terasa hingga ke pelosok Kota Bengawan.
"Saya ingin pengendara tidak hanya tertib, tetapi juga terhibur. Konsepnya simpel: kalau orang senang, kemacetan terasa lebih ringan," jelasnya saat ditemui di sela tugas.
Busana yang ia kenakan bukan sekadar seragam dadakan. Beberapa pernak-pernik seperti syal bergambar bendera peserta Piala Dunia dan ikat kepala dengan antena berbentuk bola ternyata dibuat sendiri oleh istrinya. Selama bertugas, Pak Ruslan tidak lupa menyelipkan gerakan-gerakan khas di setiap jeda lampu merah—semacam tarian pendek yang selalu mengundang gelak tawa pengendara sepeda motor maupun sopir angkutan kota.
Viral dan Jadi Perbincangan Hangat
Foto dan video aksi Pak Ruslan sontak menyebar di berbagai media sosial. Unggahan dari akun-akun warga yang melintas mencatat ribuan interaksi hanya dalam hitungan jam. Banyak komentar positif yang menyebut kehadirannya mampu mengusir penat rutinitas pagi. Beberapa pengguna jalan bahkan rela berputar arah hanya untuk melihat langsung penampilannya.
Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas mulia seorang supeltas tidak melulu soal mengurai kemacetan. Dibutuhkan kreativitas dan keberanian untuk tampil beda, sesuatu yang berhasil diperlihatkan oleh Pak Ruslan. Pihak komunitas sukarelawan lalu lintas di Solo pun mengapresiasi langkah ini sebagai cara cerdas mendekatkan petugas dengan warga.
Di tengah terik matahari, sebuah tugas rutin berubah menjadi perayaan kecil yang menyatukan tawa, klakson riang, dan semangat Piala Dunia. Begitulah Kota Solo, selalu punya cerita hangat dari sudut-sudut yang tak terduga.
Comments (0)