AS Kembali Peringatkan Iran: Kekerasan Akan Dibalas Kekerasan!
Beritainti.com, Washington DC — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang pada akhir pekan. Menanggapi situasi ini, Wakil Pres
Beritainti.com, Washington DC — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang pada akhir pekan. Menanggapi situasi ini, Wakil Presiden AS, JD Vance, melontarkan ancaman keras yang dialamatkan langsung kepada Teheran.
Berdasarkan laporan media kami, Vance secara terbuka dan lugas memperingatkan bahwa segala bentuk serangan lanjutan dari pihak Iran akan mendapatkan balasan setimpal. Ia menegaskan bahwa peningkatan agresi akan direspons dengan "kekerasan" dari pihak Washington.
Menyinggung MoU yang Mulai Retak
Pernyataan kontroversial Wapres AS ini disampaikan melalui akun media sosial X resmi miliknya pada Sabtu (27/6/2026). Dalam unggahannya, Vance secara spesifik merujuk pada keberadaan nota kesepahaman (MoU) damai yang sebenarnya sudah diteken oleh kedua belah pihak.
"Iran telah menandatangani perjanjian gencatan senjata. Kami telah mematuhinya. Jika mereka memiliki perbedaan pendapat mengenai penerapan MoU tersebut, mereka bisa menghubungi kami," tulis Vance dalam pernyataannya.
MoU yang dimaksud merupakan kesepakatan penghentian perang yang baru berusia sepuluh hari. Dokumen ini ditandatangani oleh AS dan Iran pada 17 Juni lalu setelah konflik berkecamuk hebat selama empat bulan terakhir. Namun, langkah diplomasi tersebut kini tampak berada di ujung tanduk seiring pecahnya kembali baku tembak yang memantik peringatan keras terbaru dari Gedung Putih.
Comments (0)