Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Setelah Pertandingan Epik Melawan Argentina

East Rutherford, New Jersey – MetLife Stadium bergemuruh, Minggu malam (19/7), ketika Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah pertarungan sengit selama 120 menit melawan Argentina. Skor ak...

Jul 28, 2026 - 08:22
0 0
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Setelah Pertandingan Epik Melawan Argentina

East Rutherford, New Jersey – MetLife Stadium bergemuruh, Minggu malam (19/7), ketika Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah pertarungan sengit selama 120 menit melawan Argentina. Skor akhir 3–2 menjadi saksi keperkasaan La Roja yang memadukan penguasaan bola modern dengan ketajaman serangan mematikan. Gol kemenangan yang dicetak Nico Williams pada menit ke-112 memastikan gelar kedua bagi Spanyol sepanjang sejarah, menyusul kejayaan mereka di Afrika Selatan 16 tahun silam.

Dominasi Awal, Gol Kilat Lamine Yamal

Sejak peluit pertama dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif dengan penguasaan bola mencapai 68% di 20 menit awal. Formasi 4-3-3 yang diusung pelatih Luis de la Fuente bertransformasi menjadi 3-4-3 saat menyerang, dengan Pedri dan Gavi bergantian menusuk dari lini kedua. Hasilnya, pada menit ke-23, sebuah serangan terstruktur dari sisi kanan membuahkan gol. Umpan tarik mendatar Pedri dari dalam kotak penalti disambar Lamine Yamal dengan sepakan datar ke pojok kiri gawang Emiliano Martínez. Skor berubah 1–0. Yamal, yang baru berusia 19 tahun, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah final Piala Dunia, memecahkan rekor milik Pelé.

Argentina, yang mengandalkan formasi 4-4-2, mencoba keluar dari tekanan. Lionel Messi, dalam penampilan terakhirnya di pentas Piala Dunia, beberapa kali berusaha membangun serangan dari lini tengah. Namun pressing tinggi Spanyol yang digalang Rodri membuat aliran bola Argentina kerap terputus. Hingga menit ke-40, Argentina hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran. Meski demikian, ketangguhan mental Albiceleste kembali terbukti tepat sebelum turun minum.

Messi dan Kebangkitan Argentina di Babak Kedua

Menit ke-45+2, sebuah skema serangan balik cepat mengubah segalanya. Nicolás Tagliafico merebut bola di area pertahanan, mengirim operan panjang ke Messi yang menusuk di sayap kiri. Messi, dengan visi khasnya, mengirim umpan lambung melengkung ke kotak penalti. Lautaro Martínez, tanpa pengawalan ketat, menyundul bola ke sudut atas gawang Unai Simón. Skor imbang 1–1 menutup babak pertama. Statistik penguasaan bola babak pertama menunjukkan dominasi Spanyol 61% berbanding 39%, namun jumlah tembakan tepat sasaran hanya terpaut tipis: 4 untuk Spanyol, 3 untuk Argentina.

Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas. Pelatih Lionel Scaloni memasukkan Alejandro Garnacho untuk menambah kecepatan di sayap. Hasilnya, pada menit ke-67, Julián Álvarez membawa Argentina unggul 2–1 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghantam mistar sebelum masuk. Gol tersebut membuat sekitar 70 ribu penonton di MetLife Stadium, mayoritas pendukung Argentina, meledak dalam sorakan. Namun Spanyol bukan tim yang mudah menyerah.

Gol Olmo, Drama Perpanjangan Waktu, dan Keajaiban Williams

Hanya berselang 11 menit, Dani Olmo menyamakan kedudukan menjadi 2–2. Sebuah umpan terobosan Gavi berhasil dimanfaatkan Olmo yang lolos dari jebakan offside. Dengan tenang, ia menaklukkan Martínez lewat chip elegan di menit ke-78. Hingga 90 menit berakhir, kedua tim saling serang. Tembakan tepat sasaran total kini menjadi 7–8 untuk keunggulan Argentina, namun penguasaan bola Spanyol tetap mendominasi di angka 57%.

Laga berlanjut ke perpanjangan waktu 2x15 menit. Di sinilah stamina dan rotasi pemain menjadi kunci. De la Fuente memasukkan Nico Williams yang baru pulih dari cedera ringan. Keputusan itu berbuah manis. Menit ke-112, umpan silang Alejandro Balde dari sisi kiri disambut Williams dengan tendangan voli mendatar yang tak mampu dihalau Martínez. Bola meluncur ke sudut kiri gawang. Skor 3–2 untuk Spanyol.

Argentina mencoba putus asa di sisa waktu. Messi hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas di menit ke-118, namun bola membentur pagar betis. Hingga peluit panjang berbunyi, Spanyol mempertahankan keunggulan.

"Luar biasa. Para pemain menunjukkan karakter juara sejati. Saya bangga pada mereka," ujar pelatih Luis de la Fuente dalam konferensi pers.

Statistik akhir pertandingan jelas menggambarkan jalannya laga: penguasaan bola 58%–42% untuk Spanyol, tembakan tepat sasaran 9–8, total peluang 16–15, dan pelanggaran 12–14. Spanyol juga unggul dalam operan sukses dengan 687 berbanding 412. Kemenangan ini menegaskan bahwa tiki-taka modern yang diadaptasi de la Fuente tetap menjadi senjata ampuh di level tertinggi. Bagi Argentina, kegagalan di final ini menjadi akhir karier pahit bagi Messi yang gagal menambah trofi Piala Dunia keduanya. Namun sang megabintang tetap mendapat penghormatan hangat dari seluruh stadion.

Spanyol pun menutup Piala Dunia 2026 dengan sempurna: tujuh kemenangan, satu hasil imbang, 21 gol dicetak, dan hanya kebobolan 5 gol sepanjang turnamen. Trofi emas kini kembali ke Eropa, dan generasi emas baru La Roja telah menorehkan sejarahnya sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User