Spanyol Juara Euro 2024, Oyarzabal Titipkan Gol Kemenangan ke Gawang Inggris

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Gol pembuka Nico Williams pada menit ke-47 dibalas Harry Kane di menit ke-73, sebelum Mikel Oyarzabal mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-86 untuk memastikan tro...

Oct 08, 2026 - 10:44
0 0
Spanyol Juara Euro 2024, Oyarzabal Titipkan Gol Kemenangan ke Gawang Inggris

Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Gol pembuka Nico Williams pada menit ke-47 dibalas Harry Kane di menit ke-73, sebelum Mikel Oyarzabal mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-86 untuk memastikan trofi Euro 2024 mendarat di tangan La Roja di Olympiastadion, Berlin, Minggu (14/7/2024). Malam itu ditutup dengan pesta selebrasi tiga penyerang muda mereka: Williams, Lamine Yamal, dan Oyarzabal berpelukan di lapangan hijau setelah pesta gol kedua sekaligus penentu kemenangan.

Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit awal. Spanyol datang dengan formasi 4-3-3 khas Luis de la Fuente, mengandalkan Yamal di sayap kanan dan Williams di sayap kiri, sementara Inggris milik Gareth Southgate memilih pendekatan lebih pragmatis dengan blok pertahanan rendah dan transisi cepat lewat Kane serta Jude Bellingham. Peluang pertama justru datang dari Inggris ketika Kane berhasil menyundul bola ke gawang pada menit ke-2, namun gagal karena terjebak perangkap offside yang dijalankan dengan disiplin oleh lini belakang Spanyol. Keputusan itu lewat pemeriksaan tegas, dan Spanyol kembali menata barisan.

Menit Ke-47: Yamal Buka Kanvas, Williams Mengecatnya

Memasuki babak kedua, ritme permainan langsung berubah. Menit ke-47, Lamine Yamal menerima bola di sayap kanan, mengolah ruang dengan dribel khas pemain berusia 17 tahun itu, lalu mengirim umpan silang tajam ke kotak penalti. Nico Williams, yang berlari mendatar melewati bek tengah Inggris, menyambutnya dengan penyelesaian first-time yang menusuk sudut kiri bawah gawang Jordan Pickford. Assist Yamal tercatat sebagai kunci pembukaan lini pertahanan Inggris yang sebelumnya rapat, dan gol tersebut sekaligus menegaskan mengapa duo sayap Spanyol disebut sebagai yang paling produktif di turnamen ini.

Gol itu memaksa Inggris membongkar strategi. Southgate menarik beberapa gelandang bertahan dan mendorong timnya lebih ke depan. Usaha itu membuahkan hasil pada menit ke-73 ketika sepakan silang dari sisi kiri menghampiri Kane di tiang jauh. Penyerang Bayern Munich itu menyundul bola dengan presisi, menaklukkan kiper Unai Simón, dan skor kembali imbang 1-1. Pada fase ini, Inggris mencatat beberapa shots on target beruntun, memaksa Simón melakukan penyelamatan penting. Suasana Berlin berubah tegang, dan laga masuk ke fase siapa yang paling dingin di kotak penalti lawan.

Oyarzabal dan Penyelesaian di Menit Ke-86

Jawabannya datang dari bangku cadangan yang dijadikan senjata oleh De la Fuente. Oyarzabal, yang masuk sebagai pengganti, mendapat ruang di area pertahanan Inggris pada menit ke-86. Umpan mendatar dari Marc Cucurella dari sisi kiri menemukan posisinya, dan penyerang Real Sociedad itu melepaskan sontekan kaki kiri yang mengalahkan Pickford. Skor akhir 2-1 tercatat, dan Spanyol hanya perlu bertahan selama sisa waktu plus waktu tambahan untuk mengunci gelar. Oyarzabal sempat terjatuh dalam perayaan, dikelilingi rekan setim yang berhamburan dari area bangku cadangan.

Data: Spanyol Mendominasi Statistik Utama

Di atas kertas, angka-angka berbicara jelas. Penguasaan bola berada di kisaran 65-66 persen untuk Spanyol, sementara Inggris mengantongi sekitar 34-35 persen. Dari sisi peluang, Spanyol melepaskan sekitar 16 tembakan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang (shots on target), dibanding Inggris yang mencatat sekitar 8-9 tembakan dengan 3-4 di antaranya tepat sasaran. Jumlah sepakan sudut juga condong ke La Roja, mencerminkan tekanan berkelanjutan yang mereka bangun lewat penguasaan zona sayap.

Di lini tengah, Rodri mengatur tempo dengan rentang operan panjang dan pemotongan umpan, sementara Fabián Ruiz dan Dani Olmo menjaga aliran bola ke lini depan. Inggris lebih banyak mengandalkan Bellingham untuk membawa bola dari tengah ke depan, namun kreativitas mereka terhambat oleh pressing terorganisir Spanyol. Beberapa pelanggaran taktis berujung kartu kuning di kedua kubu ketika tensi pertandingan memuncak, terutama pada fase 20 menit terakhir.

Rekor Sejarah: Gelar Keempat, Kemenangan Ketujuh

Kemenangan ini membawa Spanyol menjadi tim tersukses dalam sejarah Piala Eropa dengan koleksi gelar keempat, melampaui Jerman yang mengoleksi tiga trofi. Sebelumnya Spanyol menjuarai edisi 1964, 2008, dan 2012. Lebih istimewa, mereka menjadi tim pertama yang menutup satu edisi dengan tujuh kemenangan beruntun, menjalani fase grup hingga final tanpa kekalahan dan tanpa kebobolan gol terlalu banyak di setiap rondenya. Lamine Yamal juga mencatat rekor sebagai pencetak gol termuda di final Euro, sementara Rodri menerima predikat pemain terbaik turnamen berkat konsistensi mengontrol lini tengah.

Kami datang dengan rencana jelas, menyerang dengan sabar, dan memukul di momen yang tepat. Para pemain muda memberi energi, para pemain senior memberi ketenangan.

Apa Artinya bagi Inggris dan Masa Depan Kedua Tim

Bagi Inggris, kekalahan ini menambah catatan bahwa mereka belum pernah menjuarai Euro sepanjang sejarah, meski kembali mencapai final secara beruntun. Southgate mengakhiri laga dengan wajah datar sementara para pemainnya duduk terdiam di lapangan. Di sisi lain, Spanyol menutup musim internasional dengan narasi kebangkitan sepak bola mereka berbasis pemain muda: Yamal baru berusia 17 tahun, Williams 22, sementara jantung tim seperti Pedri dan Rodri masih berada di puncak usia produktif.

Angka akhir laga merangkum seluruh cerita: 2-1, empat gol kemenangan Spanyol sepanjang turnamen datang dari fase sayap, dan satu-satunya gol Inggris lahir dari situasi mati tendangan yang berujung sundulan. Di Berlin, satu hal jelas terlihat — tim yang berani mengontrol bola, menguasai sayap, dan mengeksekusi peluang di menit-menit kritis pulang membawa trofi. Spanyol pulang ke Madrid, trofi keempat siap disandingkan dengan tiga gelar sebelumnya, dan generasi barunya baru saja menulis babak pertama dalam sejarah panjang mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User