Oct 09, 2026
Olahraga

Lo Celso Pamer Spanduk Politik Usai Semifinal Piala Dunia 2026

Momen dramatis terjadi di Stadion MetLife, New Jersey, ketika gelandang Argentina Giovani Lo Celso tertangkap kamera mengibarkan spanduk bernuansa politik tak lama setelah laga semifinal Piala Dunia 2...

Lo Celso Pamer Spanduk Politik Usai Semifinal Piala Dunia 2026

Momen dramatis terjadi di Stadion MetLife, New Jersey, ketika gelandang Argentina Giovani Lo Celso tertangkap kamera mengibarkan spanduk bernuansa politik tak lama setelah laga semifinal Piala Dunia 2026 kontra Inggris berakhir. Aksi tersebut langsung menjadi sorotan media internasional karena menyita perhatian di tengah euforia kemenangan tim Tango.

Laga yang berlangsung selama 90 menit plus tambahan waktu itu menyajikan pertarungan taktik sengit antara formasi 4-3-3 Argentina melawan 4-2-3-1 Inggris. Penguasaan bola tercatat hampir berimbang, 52 persen untuk Argentina dan 48 persen untuk Inggris, dengan total 13 shots on target gabungan dari kedua tim. Kiper Emiliano Martinez mencatat clean sheet keduanya di fase gugur, sementara lini tengah Argentina yang digalang Lo Celso, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister mendominasi duel di area middle third.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Menit ke-11, Bukayo Saka melepaskan tembakan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti, namun bola masih menyamping tipis di sisi gawang. Penguasaan bola Inggris sempat menyentuh 61 persen pada 20 menit pertama berkat pressing tinggi Declan Rice dan Jude Bellingham di lini tengah.

Argentina baru menemukan ritme pada menit ke-27. Umpan terobosan Lo Celso ke ruang kosong di antara bek tengah dan bek sayap Inggris berhasil diselesaikan Julian Alvarez, tetapi wasit menganulir gol tersebut setelah intervensi VAR karena offside. Babak pertama ditutup dengan kedudukan imbang tanpa gol, meski Argentina mencatat empat shots on target berbanding dua milik Inggris.

Babak Kedua dan Momentum Kunci

Pelatih Argentina melakukan rotasi taktis dengan memasukkan Nicolas Gonzalez pada menit ke-58 untuk menambah lebar serangan di sisi kiri. Perubahan itu berdampak langsung. Menit ke-63, kombinasi satu-dua antara Lo Celso dan Mac Allister membuka celah di lini pertahanan Inggris, memaksa kiper Jordan Pickford melakukan penyelamatan penting.

Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-71 melalui sundulan Lautaro Martinez memanfaatkan assist silang akurat dari sisi kanan. Inggris merespons dengan mendorong bek sayap Kyle Walker lebih tinggi, tetapi disiplin lini belakang Argentina yang dipimpin Cristian Romero mampu meredam gelombang serangan. Kartu kuning dikeluarkan wasit kepada Rice pada menit ke-79 usai pelanggaran taktis menghentikan serangan balik cepat.

Hingga peluit panjang berbunyi, Argentina mencatat penguasaan bola 54 persen secara keseluruhan, 8 shots on target, dan 12 peluang tercipta. Inggris hanya membukukan 4 shots on target dari 11 percobaan. Tidak ada kartu merah dalam laga ini, namun tensi pertandingan terbilang tinggi dengan total 24 pelanggaran.

Kontroversi Spanduk Usai Laga

Setelah peluit akhir, Lo Celso terlihat mengambil spanduk berisi pesan bernuansa politik dari tribun penonton dan mengibarkannya di depan kamera. Aksi itu berlangsung sekitar dua menit sebelum ia meninggalkan lapangan bersama rekan-rekannya. Sejumlah pengamat menilai gestur tersebut berpotensi melanggar regulasi FIFA terkait pesan non-olahraga di area pertandingan, meski hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari federasi.

"Fokus kami adalah pertandingan dan lolos ke final. Apa pun yang terjadi di luar itu bukan bagian dari instruksi tim," ujar pelatih Argentina dalam konferensi pers pasca laga tanpa menyebut detail insiden tersebut.

Lo Celso sendiri tampil solid sepanjang 90 menit dengan catatan 89 persen akurasi umpan, 3 key passes, dan 2 tekel sukses. Kontribusinya di lini tengah menjadi jembatan antara fase bertahan dan transisi menyerang yang efektif sepanjang turnamen.

Implikasi Menuju Final

Kemenangan ini mengantar Argentina ke partai puncak Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir. Dari sisi statistik, performa tim asuhan pelatih ini menunjukkan tren positif: lima clean sheet dari enam pertandingan fase gugur dan rata-rata penguasaan bola 55 persen per laga.

Inggris harus menerima kenyataan pahit dengan hanya mencatat satu shots on target di babak kedua, meskipun Saka dan Bellingham berulang kali mencoba menembus blok pertahanan Argentina. Kegagalan konversi peluang menjadi catatan evaluasi tersendiri bagi tim asuhan Gareth Southgate di turnamen ini.

Bagi Argentina, fokus kini beralih ke laga final. Namun insiden spanduk politik Lo Celso bisa menjadi distraksi tambahan menjelang pertandingan paling menentukan. Publik menanti apakah federasi akan mengambil langkah disipliner atau membiarkan momen tersebut berlalu tanpa sanksi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User