Spanyol Hancurkan Prancis 2-0, Rodri Jadi Pahlawan Semifinal Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 untuk Spanyol. La Roja memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis di Stadion Dallas, Arlington, Texas, pada 15 Juli 2026. Namun yang paling ber...

Aug 24, 2026 - 01:08
0 0
Spanyol Hancurkan Prancis 2-0, Rodri Jadi Pahlawan Semifinal Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 untuk Spanyol. La Roja memastikan satu tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Prancis di Stadion Dallas, Arlington, Texas, pada 15 Juli 2026. Namun yang paling berbicara malam itu bukan hanya angka, melainkan sosok Rodri. Gelandang bertahan bernomor punggung 16 itu menutup laga dengan bertepuk tangan kepada ribuan suporter Spanyol di tribun — sebuah gestur yang terasa seperti perayaan sekaligus perpisahan. Tim besutan Luis de la Fuente melaju ke final dengan penguasaan bola 58 persen, 6 shots on target, dan clean sheet yang dijaga Unai Simón.

Babak Pertama: Yamal Membuka Keran di Menit ke-38

Prancis membuka laga dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan kecepatan Kylian Mbappé di sisi kiri. Namun Spanyol dengan formasi 4-3-3 dan trio gelandang Pedri, Fabián Ruiz, serta Rodri justru menguasai lini tengah sejak menit awal. Penguasaan bola babak pertama tercatat 61 persen untuk Spanyol, dan tekanan itu akhirnya membuahkan hasil. Menit ke-38, Pedri melepaskan umpan terobosan mendatar ke sisi kanan kotak penalti. Lamine Yamal yang sudah menunggu di posisi ideal melepaskan tendangan first-time ke tiang jauh — kiper Prancis hanya bisa terpaku. Gol! Skor 1-0. Assist resmi dicatatkan untuk Pedri, dan ini menjadi gol keenam Yamal sepanjang turnamen.

Prancis nyaris membalas di menit ke-44 ketika Mbappé menusuk dari sayap kiri dan melepaskan tembakan melengkung, namun Unai Simón menepis dengan ujung jari. Wasit meniup peluit turun minum dengan skor 1-0. Statistik babak pertama menunjukkan Spanyol unggul jauh: 8 tembakan berbanding 3, serta 4 shots on target berbanding 1.

Babak Kedua: Rodri Mengunci Tiket Final

Babak kedua dibuka dengan perubahan taktik Prancis. Didier Deschamps memasukkan pemain segar di lini depan, dan Les Bleus mulai berani menekan. Menit ke-58, Ousmane Dembélé sempat mencetak gol, namun wasit menganulir setelah pemeriksaan VAR — posisi offside terlihat jelas. Spanyol lolos dari jebakan maut.

Keputusan VAR itu menjadi titik balik. Menit ke-71, Spanyol menggandakan keunggulan lewat aksi yang menegaskan kualitas Rodri. Gelandang bertahan itu maju dari lini kedua, menerima bola hasil umpan satu-dua dengan Nico Williams di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang melengkung indah ke sudut atas gawang. Gol! Skor 2-0. Assist dicatatkan untuk Nico Williams, dan Stadion Dallas bergemuruh.

Skor akhir 2-0 bertahan hingga peluit panjang. Prancis menutup laga dengan 9 tembakan, 3 di antaranya tepat sasaran, sementara Spanyol total 14 tembakan dengan 6 shots on target. Kartu kuning tercatat untuk Aurélien Tchouaméni pada menit ke-63 dan Theo Hernández pada menit ke-78, sedangkan Spanyol bermain tanpa kartu sepanjang laga.

Rodri: Jantung Permainan Spanyol

Jika ada satu nama yang layak menjadi man of the match, itu Rodri. Statistik pribadinya malam itu nyaris sempurna: 92 persen akurasi umpan dari 74 operan, 112 sentuhan bola, 9 kali merebut kembali bola, dan 4 dari 5 duel sukses dimenangkan — plus satu gol penentu. Sebagai gelandang bertahan dalam starting XI, Rodri bekerja seperti dua pemain sekaligus: memutus serangan Prancis di lini tengah dan menjadi pengatur ritme saat Spanyol menguasai bola.

Perannya terlihat jelas pada gol kedua. Rodri memulai serangan dari area sendiri, mempertahankan bola di bawah tekanan dua pemain Prancis, lalu menyodorkan umpan kepada Nico Williams sebelum berlari ke kotak penalti untuk menerima umpan balik. Satu serangan, tiga fase, dan satu gol — itulah ringkasan kontribusinya malam itu.

Kata Pelatih dan Jalan Menuju Final

“Rodri adalah jantung tim ini. Malam ini ia tidak hanya mengatur permainan, tetapi juga mencetak gol di momen yang paling penting. Ini kemenangan untuk seluruh skuat,” ujar Luis de la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
“Kami kalah dari tim yang lebih baik malam ini. Mereka lebih tajam di kedua kotak penalti, dan di semifinal Piala Dunia, detail sekecil itu menentukan segalanya,” kata Didier Deschamps singkat.

Dengan kemenangan ini, Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 dan menunggu pemenang semifinal lainnya. Bagi Rodri, tepuk tangan yang ia berikan kepada para suporter di Stadion Dallas itu bukan sekadar selebrasi — itu simbol dari penampilan yang menempatkannya di antara gelandang terbaik di panggung terbesar sepak bola dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User