Argentina Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan Swiss di Extra Time

Skor akhir 2-1 untuk Argentina. La Albiceleste memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss lewat babak perpanjangan waktu di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7/2026)...

Aug 24, 2026 - 02:15
0 0
Argentina Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan Swiss di Extra Time

Skor akhir 2-1 untuk Argentina. La Albiceleste memastikan tiket semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss lewat babak perpanjangan waktu di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat. Laga perempat final yang berlangsung sengit ini berubah total ketika wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, mengeluarkan kartu merah untuk penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-74. Gol penentu baru lahir di menit ke-105 masa extra time lewat Lautaro Martínez, hasil assist Enzo Fernández.

Babak Pertama: Argentina Dominan tapi Tertinggal

Pelatih Murat Yakin membawa rencana matang ke Kansas City dengan formasi 3-4-2-1. Swiss tidak malu menyerahkan bola, memilih bertahan kompak di blok rendah dan menyerang lewat transisi cepat. Strategi itu berbuah gol pada menit ke-38. Embolo, yang berperan sebagai false nine, menarik keluar bek tengah Argentina sebelum melepaskan umpan terobosan kepada Dan Ndoye. Sayap berusia 23 tahun itu menyelesaikannya dengan tembakan first-time ke tiang jauh, menaklukkan Emiliano Martínez. Swiss unggul 1-0.

Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 dan memegang penguasaan bola hingga 61 persen sepanjang laga. Namun dominasi itu sempat steril. Alexis Mac Allister dan Enzo Fernández mendikte tempo dari lini tengah, tetapi barisan depan terlalu sering terjebak offside, tercatat lima kali di babak pertama saja. Julián Álvarez mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-45+2, namun penyelesaiannya masih bisa diamankan kiper Gregor Kobel. Hingga turun minum, skor tetap 0-1 dengan shots on target kedua tim hanya 2-2.

Kartu Merah Embolo Mengubah Wajah Laga

Argentina keluar dengan intensitas jauh lebih tinggi di babak kedua. Hasilnya hadir pada menit ke-61: Lionel Messi melepaskan umpan terobosan di antara dua bek Swiss, dan Julián Álvarez menuntaskannya dengan tembakan kaki kiri ke pojok bawah gawang. Skor imbang 1-1, dan momentum kini sepenuhnya berpihak kepada juara bertahan.

Drama terbesar terjadi pada menit ke-74. Embolo, yang sudah mengantongi kartu kuning sejak menit ke-41, meluncur dengan tekel keras setinggi mata kaki ke arah Enzo Fernández. VAR memanggil Joao Pinheiro ke monitor pinggir lapangan, dan wasit asal Portugal itu mengubah keputusannya dari kartu kuning menjadi kartu merah langsung. Swiss harus bermain dengan 10 pemain untuk sisa laga.

Dengan unggul jumlah pemain, Argentina menggempur pertahanan Swiss yang berubah total menjadi formasi 5-4-0. Penguasaan bola Argentina pada 30 menit terakhir waktu normal menyentuh 72 persen, namun Kobel tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial dan sempat menjaga clean sheet selama 60 menit sebelum akhirnya kebobolan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang, memaksa laga dilanjutkan ke extra time dengan total shots on target Argentina unggul 7-3 dan penguasaan bola akhir 61-39 persen.

Extra Time: Lautaro Pahlawan di Menit ke-105

Di babak pertama perpanjangan waktu, Argentina akhirnya memecah kebuntuan. Menit ke-105, Enzo Fernández mengirim umpan silang mendatar dari sisi kanan. Lautaro Martínez, yang masuk menggantikan Nicolás González sejak menit ke-79, menyambar bola dengan first-time voli ke tengah gawang. Kobel sempat menyentuh bola, tetapi tidak cukup untuk menghalau lajunya. Gol kedua Argentina itu sekaligus menjadi gol kemenangan, dengan assist resmi tercatat atas nama Enzo Fernández.

Swiss masih sempat mengancam lewat sepak pojok pada menit ke-113, namun sundulan Manuel Akanji masih melebar tipis di atas mistar. Joao Pinheiro menutup laga 120 menit dengan peluit panjang, mengukuhkan skor akhir 2-1 dan membawa Argentina melaju ke babak semifinal.

“Kami tidak datang untuk sekadar bertahan, tetapi lawan membuat kami bertahan. Anak-anak sudah memberikan segalanya. Saya bangga, meski hasil ini sangat pahit,” ujar Murat Yakin dalam konferensi pers seusai laga.
“Kartu merah mengubah segalanya. Setelah itu kami hanya perlu bersabar, dan Lautaro menunjukkan kelasnya di momen terpenting,” kata Lionel Scaloni.

Catatan Statistik dan Kunci Laga

Secara keseluruhan, catatan statistik berpihak kepada Argentina: penguasaan bola 61-39 persen, shots on target 7-3, total tembakan 18-9, sepak pojok 9-3. Argentina justru kalah dalam disiplin posisi dengan enam kali offside berbanding dua, dan pelanggaran 14-17 untuk keunggulan Swiss. Kartu kuning tercatat 3-2, sementara kartu merah hanya satu dan menjadi milik Swiss.

Kunci kemenangan Argentina jelas: kartu merah Embolo pada menit ke-74 menjadi titik balik yang memaksa Swiss meninggalkan rencana transisinya, sementara ketajaman Lautaro Martínez di lini kedua extra time membuktikan kedalaman starting XI dan bangku cadangan La Albiceleste. Argentina kini tinggal menunggu lawan di semifinal, dengan kepercayaan diri yang dibangun dari drama 120 menit di Kansas City.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User