Kartu Merah Embolo Hancurkan Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 untuk Argentina di perempat final Piala Dunia 2026 ternyata tidak menceritakan seluruh drama yang terjadi di lapangan. Swiss sempat tampil berani menahan juara bertahan selama lebih dar...

Kartu Merah Embolo Hancurkan Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Skor akhir 2-0 untuk Argentina di perempat final Piala Dunia 2026 ternyata tidak menceritakan seluruh drama yang terjadi di lapangan. Swiss sempat tampil berani menahan juara bertahan selama lebih dari satu jam, sebelum kartu merah Breel Embolo pada menit ke-67 menghancurkan semua rencana mereka. Sejak momen itu, laga berubah total: Argentina makin leluasa menekan, dan gol Julián Álvarez delapan menit jelang bubaran memastikan tiket semifinal.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menurunkan formasi 4-3-3 dengan Lautaro Martínez sebagai ujung tombak, didukung Messi dan Álvarez dari sisi sayap. Di kubu lawan, Murat Yakin memilih 5-4-1 yang lebih defensif, dengan Embolo bertugas sendirian di depan dan Ndoye serta Vargas mengisi sektor sayap. Dari starting XI, terlihat jelas niat Swiss: bertahan rapat, menunggu celah serangan balik.

Babak Pertama: Swiss Tahan Gempuran, Argentina Sabar

Dua puluh menit awal menjadi milik Argentina. Penguasaan bola mereka menyentuh 64 persen pada interval, tetapi pertahanan tiga bek Swiss yang digalang Akanji dan Elvedi tampil disiplin. Peluang pertama lahir di menit ke-12 lewat tembakan Enzo Fernández dari luar kotak yang masih bisa ditepis kiper Swiss. Embolo membalas di menit ke-23 — ia melepaskan tendangan voli setelah menerima umpan silang Vargas, namun Emiliano Martínez membuat penyelamatan krusial untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Gempuran berulang akhirnya membuahkan hasil di menit ke-34. Umpan terobosan Enzo Fernández membelah lini belakang Swiss, dan Lautaro Martínez menyelesaikannya dengan penyelesaian dingin ke tiang jauh. Gol itu menjadi gol keempatnya di turnamen ini, sekaligus assist kedua Enzo. Hingga turun minum, shots on target tercatat 3-1 untuk Argentina, sementara Swiss hanya mampu melepaskan dua tembakan total. Skor 1-0 terasa adil, tetapi Swiss belum menyerah.

Drama VAR di Menit ke-67: Kuning Berubah Merah

Babak kedua dibuka dengan Swiss yang lebih berani keluar dari sarang. Di menit ke-52, tembakan jarak jauh Granit Xhaka memaksa Dibu Martínez memungut bola dari dalam gawangnya? Tidak — sundulan Ndoye di menit ke-61 masih melambung tipis di atas mistar. Momentum itu tiba-tiba mati di menit ke-67. Embolo, yang tengah menekan umpan balik, menjatuhkan Cristian Romero dengan tekel telat dan keras di tengah lapangan. Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning, tetapi VAR memanggilnya untuk melakukan on-field review. Setelah menonton tayangan ulang, keputusan berubah: kartu merah langsung.

Keputusan itu memicu protes keras dari bangku cadangan Swiss. Yakin, yang sudah kehilangan Freuler karena akumulasi kartu sebelumnya, terpaksa mengubah formasi menjadi 4-4-1 dengan mengorbankan Vargas. "Kami bermain 70 menit dengan rencana yang sempurna. Satu momen VAR mengubah segalanya — itu pukulan telak bagi tim yang sudah bertarung habis-habisan," keluh Yakin dalam konferensi pers usai laga, masih menyisakan nada kecewa terhadap keputusan wasit.

Sepuluh Pemain, Satu Gol Penutup: Argentina Lolos

Unggul jumlah pemain, Scaloni melepas kendali permainan kepada penggawa mudanya. Tekanan Argentina menjadi satu arah. Menit ke-78 menjadi titik akhir harapan Swiss: Messi, yang sepanjang laga diganggu ketat, melepaskan umpan terobosan presisi dan Julián Álvarez menuntaskannya dengan tembakan first-time ke pojok gawang. Assist itu menjadi assist ke-10 Messi sepanjang karier Piala Dunia, rekor yang menegaskan statusnya sebagai kreator terbaik turnamen.

Statistik akhir menunjukkan dominasi penuh La Albiceleste: penguasaan bola 62-38 persen, shots on target 6-2, dan empat peluang emas berbanding nol. Kartu kuning tercatat empat untuk Argentina dan dua untuk Swiss, sementara catatan offside 3-2 masih memihak tuan pertandingan. Kiper Emiliano Martínez meraih clean sheet keduanya di turnamen ini berkat tiga penyelamatan penting, termasuk satu tepisan spektakuler menahan tendangan bebas Xhaka di menit ke-84.

"Tim ini tahu kapan harus bersabar dan kapan harus menekan. Kami tidak panik saat Swiss bertahan rapat, dan setelah kartu merah kami memanfaatkan setiap meter lapangan," ujar Scaloni. "Lautaro dan Julián terus tajam, dan itu modal besar untuk semifinal."

Bagi Swiss, kekalahan ini menutup perjalanan terbaik mereka sejak Piala Dunia 2018 — lima laga, dua clean sheet, dan catatan tak terkalahkan di fase grup. Namun Embolo harus menanggung harga mahal: ia dipastikan absen di laga berikutnya andai Swiss masih bertahan, sekaligus menjadi kartu merah ketiga timnya di turnamen ini. Di sisi lain, Argentina melangkah dengan kepercayaan diri penuh: tiga laga knockout berturut-turut dimenangkan tanpa kebobolan, dan mesin gol mereka kini telah menghasilkan 11 gol dalam lima pertandingan. Semifinal menunggu, dan juara bertahan jelas tidak berniat pulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User