SMAN 3 Rangkasbitung Dianggap Terlalu Sempit, Pemprov Banten Bakal Relokasi
Pemerintah Provinsi Banten berencana merelokasi SMAN 3 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak karena keterbatasan lahan yang dinilai menghambat pengembangan kegiatan belajar mengajar. Kondisi sekolah yang
Pemerintah Provinsi Banten berencana merelokasi SMAN 3 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak karena keterbatasan lahan yang dinilai menghambat pengembangan kegiatan belajar mengajar. Kondisi sekolah yang sempit dan tidak memiliki lapangan menjadi alasan utama di balik rencana pemindahan tersebut.
Kepala Sekolah SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, mengungkapkan bahwa sekolah sama sekali tidak memiliki lapangan sebagai sarana penunjang aktivitas siswa. Akibatnya, berbagai kegiatan sekolah terpaksa memanfaatkan ruang terbuka publik di sekitar lokasi, seperti Alun-alun Rangkasbitung dan Museum Multatuli.
Kalau hujan, halaman sekolah banjir. Air masuk ke sekolah karena saluran air tertutup akibat jalan yang ditinggikan,
jelas Reri saat ditemui media kami, Senin (22/6/2026).
Kondisi ini semakin diperparah ketika musim penghujan tiba. Genangan air kerap merendam halaman sekolah dan merembes masuk ke area ruang kelas. Permasalahan saluran air yang tersumbat akibat peninggian jalan di sekitar sekolah membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar, sehingga memperburuk situasi banjir yang terjadi secara berkala.
Ketiadaan fasilitas olahraga dan ruang terbuka yang memadai di lingkungan sekolah sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran, terutama untuk mata pelajaran pendidikan jasmani dan kegiatan ekstrakurikuler yang membutuhkan area luas. Para siswa juga kehilangan kesempatan untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga secara optimal karena keterbatasan infrastruktur yang dimiliki.
Lebih dari sekadar persoalan lapangan, sempitnya lahan SMAN 3 Rangkasbitung turut membatasi potensi pengembangan fasilitas pendukung lainnya, seperti laboratorium, perpustakaan yang lebih representatif, serta ruang kreativitas siswa. Pertumbuhan jumlah peserta didik dari tahun ke tahun juga semakin menekan daya tampung sekolah yang sudah berada di ambang batas maksimal.
Rencana relokasi yang digulirkan Pemprov Banten diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan yang telah berlangsung lama ini. Lokasi baru yang lebih luas akan memungkinkan pembangunan fasilitas yang memadai dan sesuai dengan standar pendidikan nasional, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih efektif dan nyaman.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tengah mengkaji beberapa alternatif lokasi yang berpotensi menjadi tempat baru bagi SMAN 3 Rangkasbitung. Pertimbangan utama mencakup aksesibilitas bagi siswa, luas lahan yang memadai untuk pengembangan jangka panjang, serta kedekatan dengan fasilitas publik pendukung lainnya.
Para orang tua murid dan masyarakat setempat menyambut positif rencana pemindahan ini, meskipun berharap lokasi baru nantinya tetap berada dalam jangkauan yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Rangkasbitung. Mereka menilai kenyamanan dan kelengkapan fasilitas sekolah merupakan faktor krusial dalam menunjang prestasi akademik maupun non-akademik para siswa.
Reri menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan proses relokasi berjalan lancar dan tepat sasaran. Harapannya, dengan adanya lokasi baru yang lebih representatif, SMAN 3 Rangkasbitung dapat semakin berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Lebak. Dilansir dari laporan kontributor Beritainti.com di Serang, proses pengkajian lokasi saat ini masih berlangsung dan diharapkan segera terealisasi dalam waktu dekat.
Comments (0)