Skor PISA 2025 Meningkat, Fondasi Mutu Belajar Indonesia Perlu Dibenahi

Laporan terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)

Sep 15, 2026 - 02:32
0 0
Skor PISA 2025 Meningkat, Fondasi Mutu Belajar Indonesia Perlu Dibenahi

Laporan terbaru Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memperlihatkan sinyal positif bagi dunia pendidikan nasional. Indonesia mencatatkan pemulihan performa melalui kenaikan skor pada domain literasi membaca dan sains, menandai pergeseran bertahap pasca-disrupsi pandemi global.

Kendati demikian, data komparatif lintas negara menunjukkan bahwa lompatan angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan transformasi struktural yang merata. Evaluasi analitis memperlihatkan bahwa penguatan kompetensi dasar, integrasi kurikulum berbasis penalaran, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas masih menjadi pekerjaan rumah mendesak di tingkat daerah.

Kronologi dan Lintasan Kinerja PISA Indonesia

Perjalanan performa akademik peserta didik Indonesia dalam evaluasi berskala internasional ini melewati beberapa fase penting yang mencerminkan dinamika kebijakan kurikulum nasional:

  1. Periode 2018–2022: Kinerja pendidikan mengalami penurunan tajam akibat ketimpangan akses serta hilangnya masa pembelajaran (learning loss) secara berkepanjangan selama pandemi COVID-19.
  2. Fase Pemulihan 2023–2024: Penerapan intervensi kurikulum yang berfokus pada esensi literasi dasar dan numerasi mulai diuji coba secara masif di sekolah-sekolah percontohan seluruh provinsi.
  3. Rilis PISA 2025: Hasil asesmen resmi memperlihatkan kenaikan skor membaca sebesar 14 poin dan sains sebesar 11 poin, kendati domain numerasi masih bergerak pada tren pemulihan moderat.
"Kenaikan skor ini merupakan indikasi bahwa arah pemulihan pedagogis berada pada jalur yang tepat. Namun, pekerjaan sesungguhnya bukan sekadar mengejar angka agregat, melainkan memastikan tidak ada kesenjangan kualitas antara sekolah perkotaan dan daerah tertinggal," ujar pakar kebijakan pendidikan nasional.

Analisis Kesenjangan Mutu dan Fondasi Pedagogis

Secara analitis, peningkatan performa membaca dan sains mengindikasikan efektivitas materi ajar kontekstual yang mulai diperkenalkan di jenjang pendidikan dasar. Siswa dinilai lebih adaptif dalam mengolah teks non-fiksi serta memahami fenomena sains terapan melalui penalaran logis ketimbang metode hafalan tradisional.

Meski demikian, disparitas antardaerah masih menjadi tantangan laten. Data OECD menggarisbawahi bahwa persentase siswa yang mencapai standar kompetensi minimum level 2 masih terkonsentrasi di wilayah metropolitan, sementara sekolah di wilayah kepulauan dan pedalaman masih bergulat dengan fasilitas penunjang serta kapasitas guru.

Pilar Strategis Penguatan Sistem Belajar

Guna mempertahankan momentum perbaikan dan memperkokoh fondasi belajar hingga siklus asesmen berikutnya, sejumlah langkah strategis dipandang mutlak untuk diakselerasi:

  • Peningkatan Kualitas Guru: Rekalibrasi program pelatihan pendidik agar fokus pada pengajaran berbasis diferensiasi kemampuan siswa di ruang kelas.
  • Digitalisasi Terarah: Distribusi perangkat belajar interaktif yang terhubung dengan modul literasi terstandarisasi di kawasan 3T.
  • Penguatan Numerasi Awal: Reformasi metode pembelajaran matematika dasar sejak jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.

Ke depan, keberlanjutan hasil positif PISA 2025 sangat bergantung pada konsistensi kebijakan fiskal pendidikan serta komitmen pemerintah daerah dalam mengawal implementasi program literasi berkelanjutan.

Hasil PISA 2025 menunjukkan tren positif pada performa siswa Indonesia: - Skor membaca naik 14 poin - Skor sains naik 11 poin - Numerasi masih membutuhkan intervensi intensif Tantangan utama kini bergeser pada pemerataan mutu pengajaran antardaerah dan penguatan kompetensi guru di wilayah 3T. Baca analisis mendalam di Beritainti.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User