Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1,3 Km

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada Jumat pagi. Pusat Vul

Sep 28, 2026 - 16:33
0 0
Semeru Erupsi Empat Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1,3 Km

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi pada Jumat pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami empat kali erupsi dalam rentang waktu beberapa jam sejak dini hari. Kolom abu dari letusan tertinggi terpantau mencapai ketinggian 1,3 kilometer di atas puncak Mahameru.

Berdasarkan laporan petugas pos pengamatan Gunung Semeru di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.12 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter. Aktivitas berlanjut dengan interval yang relatif rapat, menjadikan pagi ini sebagai salah satu periode paling aktif dalam sepekan terakhir. Warga di lereng tenggara dan selatan diminta tetap waspada terhadap potensi hujan abu serta guguran material vulkanik.

Kronologi Letusan Sejak Dini Hari

Petugas pos pemantauan mencatat rangkaian kejadian secara berurutan dalam laporan resmi yang dirilis pagi ini. Berikut urutan erupsi yang terekam seismograf dan kamera pengawas:

  1. Pukul 05.12 WIB — Erupsi pertama dengan tinggi kolom abu ±800 meter, arah angin condong ke timur laut.
  2. Pukul 05.38 WIB — Erupsi kedua, kolom abu naik ke ketinggian ±1.000 meter, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga pos pengamatan.
  3. Pukul 06.05 WIB — Erupsi ketiga tercatat dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik.
  4. Pukul 06.47 WIB — Erupsi keempat menjadi yang tertinggi, kolom abu mencapai 1,3 kilometer dari puncak.

Secara visual, abu vulkanik berwarna kelabu hingga cokelat pekat terlihat jelas mengarah ke sisi timur dan timur laut. Meski demikian, PVMBG menegaskan status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada, tidak ada perubahan status sejak penetapan terakhir.

"Masyarakat kami imbau tidak melakukan aktivitas di radius 5 kilometer dari puncak, serta menjauhi aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru karena berpotensi dilanda guguran awan panas," demikian pernyataan resmi PVMBG dalam laporannya.

Imbauan dan Potensi Dampak

Meski erupsi pagi ini tergolong kecil hingga menengah, hujan abu tipis dilaporkan menyelimuti sejumlah desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Lumajang. Warga yang berada di jalur luncuran awan panas diminta menyiapkan masker dan pelindung mata. BPBD Lumajang menyatakan belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian letusan tersebut.

Penerbangan di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang juga dilaporkan tetap normal. Otoritas bandara memantau sebaran abu vulkanik melalui Volcano Ash Advisory dari Darwin, Australia, untuk mengantisipasi gangguan jalur penerbangan.

  • Radius bahaya: 5 kilometer dari puncak, sektor tenggara dan selatan.
  • Rekomendasi: hindari bantaran Sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.
  • Status gunung: Level II (Waspada) sejak penetapan terakhir PVMBG.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD serta tidak mempercayai kabar yang tidak dapat diverifikasi. Aktivitas vulkanik Semeru diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam beberapa hari ke depan sesuai pola erupsi strombolian yang telah berlangsung sejak 2020.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User