Satgas PRR Dorong Akselerasi Pemulihan Sektor Pertanian di Sumatera

JAKARTA — Upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menunjukkan tren yang semakin menggembirakan. Berdasar

Jul 08, 2026 - 00:06
0 0
Satgas PRR Dorong Akselerasi Pemulihan Sektor Pertanian di Sumatera

JAKARTA — Upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menunjukkan tren yang semakin menggembirakan. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami di lapangan, sejumlah petani sudah mulai kembali menggarap sawah dan lahan perkebunan mereka seiring dengan progres rehabilitasi yang terus berjalan. Meski demikian, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menekankan agar pemerintah daerah (Pemda) tidak mengendurkan ritme kerja, melainkan justru mempercepat implementasi program pemulihan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya para petani kecil.

Prioritas Utama: Pertanian sebagai Nadi Kehidupan

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama yang tidak bisa ditawar. “Sektor pertanian berkaitan langsung dengan urat nadi penghidupan masyarakat dan ketahanan pangan di daerah terdampak. Kami terus mendorong Pemda untuk mempercepat pelaksanaan program, karena setiap hari keterlambatan berarti semakin lama pula masyarakat menunggu pemasukan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Beritainti.com.

“Sektor pertanian berkaitan langsung dengan urat nadi penghidupan masyarakat dan ketahanan pangan di daerah terdampak.”

Pernyataan tersebut menegaskan betapa vitalnya percepatan di sektor yang menopang hajat hidup sebagian besar warga di wilayah bencana. Data sementara yang dihimpun media kami menunjukkan bahwa ribuan hektare lahan sawah dan kebun di ketiga provinsi itu memerlukan penanganan serius—mulai dari perbaikan saluran irigasi, pembersihan material longsor, hingga penyediaan bibit dan alat pertanian yang hilang terbawa banjir.

Langkah Konkret dan Tantangan di Lapangan

Satgas PRR telah memetakan sejumlah titik kritis yang membutuhkan intervensi cepat. Di Aceh, misalnya, pemerintah setempat bersama Satgas tengah fokus memulihkan tanggul irigasi yang jebol agar air kembali mengalir ke area persawahan. Sementara di Sumatera Barat, program pengolahan tanah dan distribusi pupuk bersubsidi sedang dikebut untuk mengejar musim tanam. Adapun di Sumatera Utara, pendataan kerusakan masih berlangsung, dan Satgas mendesak Pemda setempat agar segera menyelesaikan verifikasi agar bantuan tepat sasaran.

Namun, sejumlah kendala masih membayangi. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan alat berat untuk pembersihan lahan, akses jalan yang terputus di daerah terpencil, serta perlunya koordinasi lintas instansi yang lebih solid. Satgas PRR menyatakan akan terus memonitor progres harian dan siap memfasilitasi jika terjadi hambatan birokrasi di tingkat daerah.

“Kami optimistis jika Pemda bergerak cepat dan seluruh pemangku kepentingan bahu-membahu, maka dalam beberapa bulan ke depan lumbung-lumbung pangan lokal di Sumatera bisa kembali berfungsi secara normal,” tambah Tito. Ia juga mengapresiasi semangat petani yang, meski dalam keterbatasan, telah mulai kembali ke lahan mereka—sebuah indikator bahwa mental masyarakat sudah bangkit dan membutuhkan dukungan penuh.

Hingga berita ini diturunkan, Satgas PRR terus mendorong rapat koordinasi mingguan antara Pemda, instansi teknis seperti Dinas Pertanian, serta perwakilan kelompok tani. Harapannya, setiap hambatan bisa segera diidentifikasi dan dicarikan solusi tanpa menunda-nunda. Bagi para petani di tiga provinsi itu, kehadiran Satgas menjadi simbol bahwa negara tidak tinggal diam, dan pemulihan sektor pertanian tidak akan berjalan sendirian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User