Said Iqbal Ungkap Kondisi Miris Karyawan Percetakan Korban Penyekapan

Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap fakta memilukan di balik kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di kawasan Senen, Jakarta

Jul 08, 2026 - 04:38
0 0
Said Iqbal Ungkap Kondisi Miris Karyawan Percetakan Korban Penyekapan

Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkap fakta memilukan di balik kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kasus ini bahkan telah menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto, mengingat praktik perlakuan tak manusiawi yang dialami para korban dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/7/2026), Said Iqbal menegaskan bahwa tindakan pemilik percetakan telah melanggar sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ia menyebut apa yang dialami Tegar dan dua rekannya bukan sekadar persoalan ketenagakerjaan biasa, melainkan bentuk perbudakan modern yang tak bisa ditoleransi.

Said Iqbal mengaku telah menemui langsung salah satu korban bernama Tegar. Dari pertemuan itu, ia menemukan sejumlah fakta mengejutkan mengenai perlakuan yang diterima para karyawan selama disekap. Selain dipekerjakan secara paksa, mereka juga menjadi tontonan publik tanpa adanya proses hukum terlebih dahulu.

"Di situ saya jumpai beberapa hal, satu: benar bahwa mereka bertiga termasuk Tegar diperlakukan tidak manusiawi, antara lain: diarak tanpa melalui sebuah proses hukum, jadi di depannya di arak," kata Said Iqbal.

Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa para korban tak hanya kehilangan kemerdekaannya, tetapi juga martabatnya sebagai manusia. Praktik arak-arakan semacam itu—jika terbukti dilakukan tanpa putusan pengadilan—merupakan pelanggaran serius terhadap asas praduga tak bersalah dan hak asasi manusia.

Said Iqbal menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan kasus ini. Sebagai Penasihat Khusus Presiden, ia akan terus memantau proses hukum yang tengah berjalan di Polda Metro Jaya dan memastikan agar keadilan bagi para korban benar-benar ditegakkan.

Berdasarkan penelusuran media kami, ketiga karyawan itu diduga disekap oleh pemilik usaha percetakan karena persoalan bisnis internal yang berujung pada tindakan represif di luar koridor hukum. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap pekerja masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di sektor informal yang kerap luput dari pengawasan.

Polda Metro Jaya hingga saat ini masih mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti. Polisi juga belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum pemilik percetakan yang diduga menjadi otak di balik penyekapan tersebut. Namun, tekanan publik dan perhatian dari Istana diyakini akan mendorong penanganan kasus secara transparan dan cepat.

Pengamat ketenagakerjaan menilai kejadian ini sebagai fenomena gunung es. Di banyak tempat, pekerja rentan masih menghadapi intimidasi, jam kerja berlebihan, hingga penahanan ilegal oleh majikan. Said Iqbal berharap kasus di Senen ini menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dan menindak tegas setiap pelanggar.

Sementara itu, para korban yang telah berhasil dibebaskan saat ini masih dalam penanganan tim pendamping dan akan mendapatkan rehabilitasi psikologis. Pemerintah, melalui kementerian terkait, diharapkan segera merumuskan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Nasional. Reporter ringkasan peristiwa penting.

Comments (0)

User