Ryanair Bantah Klaim Penumpang Terhisap ke Luar Jendela Pesawat

Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair, secara terbuka membantah klaim seorang penumpang yang mengaku tubuhnya sempat terhisap keluar

Sep 10, 2026 - 20:12
0 0
Ryanair Bantah Klaim Penumpang Terhisap ke Luar Jendela Pesawat

Maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair, secara terbuka membantah klaim seorang penumpang yang mengaku tubuhnya sempat terhisap keluar dari pesawat saat jendela kabin pecah di tengah penerbangan. Insiden dramatis yang menimpa penerbangan rute Yunani menuju Jerman pada Juli lalu tersebut kini memicu perdebatan hukum dan teknis yang sengit antara pihak maskapai dan korban.

Korban, seorang pebisnis berusia 61 tahun bernama Ljubisa Karović, mengalami luka serius ketika panel jendela di samping kursinya tiba-tiba hancur saat pesawat melaju di ketinggian jelajah. Karović mengklaim bahwa sebagian tubuhnya sempat tersedot ke luar atmosfer akibat dekompresi mendadak sebelum akhirnya ditarik kembali oleh penumpang lain dan awak kabin.

Bantahan Keras dari CEO Ryanair

Chief Executive Officer (CEO) Ryanair, Michael O’Leary, menegaskan bahwa narasi yang disampaikan oleh Karović tidak sepenuhnya akurat secara fisik maupun teknis. O’Leary menggarisbawahi perbedaan krusial antara ditarik ke arah jendela dan terlempar keluar dari badan pesawat.

“Kami akan membantah klaim bahwa bagian tubuh penumpang tersebut sempat terhisap ke luar. Penumpang tersebut memang terdorong ke arah bukaan jendela akibat perbedaan tekanan, namun tidak pernah terhisap keluar dari pesawat,” ujar Michael O’Leary kepada awak media.

Pernyataan ini bukan sekadar persoalan semantik, melainkan memiliki implikasi hukum dan klaim asuransi yang masif. Dalam hukum penerbangan internasional, klaim mengenai kegagalan kabin ekstrem yang mengakibatkan penumpang keluar dari struktur pesawat membawa konsekuensi pertanggungjawaban keselamatan yang jauh lebih berat bagi operator maskapai.

Dinamika Teknis Dekompresi Cepat

Secara aerodinamika, fenomena dekompresi eksplosif atau dekompresi cepat (rapid decompression) terjadi ketika integritas tekanan udara di dalam kabin terganggu pada ketinggian jelajah di atas 30.000 kaki. Udara bertekanan tinggi di dalam kabin akan langsung melesat menuju area bertekanan rendah di luar, menciptakan efek hisap yang sangat kuat di sekitar titik kebocoran.

Meskipun bukaan jendela pesawat komersial umumnya berukuran relatif kecil untuk meloloskan tubuh manusia dewasa seutuhnya, gaya dorong udara tersebut sangat cukup untuk menyebabkan:

  • Trauma fisik parah: Benturan keras pada rangka jendela dan dinding kabin.
  • Hipotermia dan barotrauma: Paparan mendadak terhadap suhu ekstrem di bawah nol derajat Celsius serta penurunan tekanan drastis.
  • Hipoksia akut: Hilangnya suplai oksigen yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dalam hitungan detik.

Investigasi Otoritas Keselamatan Udara

Saat ini, penyelidik keselamatan penerbangan dari Amerika Serikat turut turun tangan memeriksa insiden tersebut, mengingat komponen struktur pesawat dan standar manufaktur yang digunakan berada di bawah pengawasan regulasi ketat global. Fokus utama investigasi diarahkan pada penyebab material jendela pecah di tengah penerbangan, mulai dari potensi retak lelah struktur (fatigue crack), kegagalan perakitan, hingga anomali tekanan internal.

Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi industri penerbangan komersial, mengingat integritas struktural kabin bertekanan merupakan standar keselamatan mutlak yang tidak dapat ditawar demi melindungi keselamatan penumpang di udara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User