Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal dan Drone, 9 Warga Tewas
Kyiv — Ibu kota Ukraina kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran militer Rusia pada Senin dini hari (6/7). Gelombang serangan yang melibatkan rudal dan drone tempur ini menghantam sejumlah ti
Kyiv — Ibu kota Ukraina kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran militer Rusia pada Senin dini hari (6/7). Gelombang serangan yang melibatkan rudal dan drone tempur ini menghantam sejumlah titik permukiman, mengakibatkan sedikitnya sembilan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kepala administrasi militer kota Kyiv, Tymur Tkachenko, menyampaikan konfirmasi jumlah korban jiwa kepada media kami pada Senin pagi waktu setempat. Menurut laporan yang dihimpun, dua dari sembilan korban tewas merupakan jenazah yang berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dari reruntuhan sebuah gedung apartemen yang mengalami kerusakan parah.
“Serangan kali ini benar-benar brutal. Tim kami masih terus melakukan pencarian di bawah puing-puing, dan jumlah korban dikhawatirkan masih bisa bertambah,” ungkap seorang petugas darurat di lokasi kejadian.
Kawasan bersejarah Podilskyi menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Sedikitnya empat bangunan tempat tinggal di distrik tersebut hancur dihantam rudal. Gedung apartemen yang runtuh sebagian itu kini menjadi fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan yang dilakukan oleh tim SAR dan relawan lokal. Serangan yang terjadi menjelang fajar ini membuat banyak warga panik dan berhamburan keluar rumah saat sirene peringatan udara meraung-raung di seluruh penjuru kota.
Selain korban jiwa dan kerusakan properti sipil, infrastruktur energi di beberapa bagian kota juga dilaporkan mengalami gangguan akibat serangan drone yang menyasar fasilitas pendukung. Pihak berwenang Ukraina menyebut bahwa sistem pertahanan udara Kyiv berhasil menembak jatuh sejumlah drone dan rudal jelajah yang masuk, namun beberapa di antaranya tetap lolos dan menghantam daratan.
Peningkatan eskalasi serangan ke jantung ibu kota Ukraina ini menandai babak baru dalam kampanye militer Rusia yang kini semakin sering menargetkan pusat-pusat populasi sipil. Pemerintah setempat telah menginstruksikan warga untuk tetap berada di tempat perlindungan dan menunggu informasi lebih lanjut dari otoritas keamanan hingga situasi dinyatakan kondusif.
Comments (0)