Romano Floriani Mussolini Debut Bersama Lazio di Laga Perdana Serie A
Skor akhir 2-1 mengantar Lazio meraih kemenangan atas Bologna pada laga perdana Serie A Liga Italia musim 2026/2027 di Stadio Olimpico, Minggu malam WIB. Namun malam itu bukan hanya milik tiga poin pe...
Skor akhir 2-1 mengantar Lazio meraih kemenangan atas Bologna pada laga perdana Serie A Liga Italia musim 2026/2027 di Stadio Olimpico, Minggu malam WIB. Namun malam itu bukan hanya milik tiga poin perdana, melainkan juga milik seorang pemain pengganti bernama Romano Floriani Mussolini. Bek kanan berusia 23 tahun itu menjalani debutnya di kasta tertinggi Liga Italia dengan masuk menggantikan Adam Marusic pada menit ke-68, dan dalam 22 menit bermain ia langsung mencuri perhatian lewat tiga sapuan bersih serta dua intersepsi yang rapi di sisi kanan pertahanan.
Lazio tampil dengan formasi 4-3-3 sejak menit awal, dengan Taty Castellanos sebagai ujung tombak tunggal. Pada menit ke-24, Castellanos membuka keunggulan setelah menerima umpan terobosan Matteo Guendouzi dan melepaskan tembakan first-time ke tiang jauh. Gol tersebut sempat diperiksa VAR karena dugaan offside, namun akhirnya dinyatakan sah. Babak pertama ditutup dengan penguasaan bola Lazio mencapai 61 persen berbanding 39 persen milik Bologna, meski tuan rumah hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dari enam percobaan pada 45 menit pertama.
Memasuki babak kedua, Bologna keluar dari tekanan. Pada menit ke-58, Santiago Castro menyamakan kedudukan lewat sepakan voli menyusul kemelut di kotak penalti setelah sepak pojok. Kedudukan 1-1 bertahan hingga menit ke-71, ketika Mattia Zaccagni membawa Lazio kembali unggul. Berawal dari serangan balik cepat, Loum Tchaouna memberikan assist silang yang diselesaikan Zaccagni dengan tembakan mendatar ke pojok bawah gawang. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Dominasi Lazio di Babak Pertama Berbuah Gol Cepat
Lazio tampil percaya diri sejak menit pertama. Starting XI yang diturunkan pelatih Marco Baroni mengedepankan penguasaan bola melalui lini tengah berisi Guendouzi, Nicolò Rovella, dan Fisayo Dele-Bashiru. Hasilnya, tuan rumah mencatatkan 61 persen penguasaan bola di 45 menit pertama dan menciptakan enam tendangan sudut berbanding dua milik tim tamu. Bologna, yang mengandalkan pressing tinggi ala pelatih Vincenzo Italiano, kesulitan membangun serangan dari belakang dan lebih sering memainkan bola panjang ke sisi sayap.
Gol pembuka pada menit ke-24 menjadi buah dari kombinasi cepat di sisi kanan. Guendouzi membaca ruang kosong di belakang bek kiri Bologna dan melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan. Castellanos, yang lolos dari jebakan offside, menyelesaikannya dengan tembakan first-time yang tak mampu dijangkau kiper tamu. Duel udara juga dikuasai Lazio di babak pertama dengan kemenangan 14-7, mempertegas dominasi fisik tuan rumah atas lini pertahanan Bologna yang tampil terlalu dalam.
Babak Kedua: Debut Mussolini dan Momen VAR
Pada menit ke-68, Baroni memasukkan Romano Floriani Mussolini untuk Marusic. Pemain jebolan akademi Lazio itu menempati posisi bek kanan dalam formasi 4-3-3 yang tetap dipertahankan. Dalam 22 menit bermain, ia mencatatkan tiga sapuan bersih, dua intersepsi, satu tekel sukses, dan 19 sentuhan bola dengan akurasi umpan 86 persen. Dua kali ia menahan laju Riccardo Orsolini di sisi kiri serangan Bologna, membuat tuan rumah nyaman mengunci keunggulan hingga akhir laga.
Kemenangan Lazio juga diwarnai momen VAR pada menit ke-58. Gol penyama kedudukan Castro sempat dianggap offside oleh asisten wasit, namun setelah peninjauan ulang, VAR memutuskan posisi penyerang Bologna itu sejajar dengan bek terakhir sehingga gol dinyatakan sah. Wasit mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Lazio dan dua untuk Bologna di sepanjang laga, dengan akumulasi pelanggaran 14-11 untuk keunggulan tim tuan rumah. Tekanan Bologna di babak kedua berhasil diredam oleh kedisiplinan lini belakang yang dijaga ketat sejak debutan itu masuk.
Mussolini, Opsi Baru di Sisi Kanan Lazio
Penampilan Mussolini dalam debutnya mendapat pujian dari kubu Lazio. Ia menjadi bek kanan keempat yang dicoba Baroni sejak pramusim, dan aksinya saat menghadapi Bologna menegaskan bahwa ia layak menjadi opsi rotasi reguler. Statistik mencatat ia tidak sekali pun kalah dalam duel satu lawan satu selama berada di lapangan, sementara shots on target keseluruhan pertandingan berakhir 6-3 untuk keunggulan Lazio, dengan total penguasaan bola akhir 58 persen berbanding 42 persen.
"Ia masuk di momen yang sulit dan bermain tanpa rasa takut. Kami tahu kualitasnya dari akademi, dan malam ini ia membuktikan bahwa ia siap tampil di level ini," ujar Marco Baroni dalam konferensi pers seusai laga.
Bagi Bologna, kekalahan 1-2 di laga pembuka bukan hasil yang adil jika melihat perlawanan mereka di babak kedua. Italiano menilai timnya kurang tajam di depan gawang, dengan hanya tiga tembakan tepat sasaran dari sebelas percobaan, sementara Lazio melepaskan 13 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Castro tampil sebagai ancaman utama dengan dua peluang emas, namun kurangnya ketenangan di sepertiga akhir menjadi pembeda di laga ini.
Debut Romano Floriani Mussolini di Serie A menjadi cerita yang sulit dilupakan. Bersama tiga poin perdana, ia kini mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub. Pertanyaan besarnya bukan lagi soal garis keturunan, melainkan soal kontinuitas: akankah Baroni kembali mempercayakannya di laga tandang berikutnya menghadapi lawan yang lebih agresif? Jawabannya akan terungkap pada pekan kedua Serie A, dengan clean sheet pertama tentu menjadi target berikutnya bagi bek muda itu bersama lini belakang Lazio.
Comments (0)