Real Madrid Menang 3-1 Atas Ferencvaros di Bawah Asuhan Mourinho
BUDAPEST — Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid menutup laga uji coba pramusim melawan Ferencvaros di Groupama Arena, Budapest, pada Sabtu (8/8/2026). Namun malam itu bukan sekadar soal angka. Sorotan j...
BUDAPEST — Skor akhir 3-1 untuk Real Madrid menutup laga uji coba pramusim melawan Ferencvaros di Groupama Arena, Budapest, pada Sabtu (8/8/2026). Namun malam itu bukan sekadar soal angka. Sorotan justru tertuju pada Jose Mourinho, pelatih asal Portugal, yang nyaris tidak pernah duduk di bangku cadangan. Ia berdiri di tepi lapangan, memanggil satu per satu pemainnya, memberi instruksi, dan sesekali berdiskusi panjang dengan staf kepelatihan di sisi lapangan.
Menit ke-23, skenario itu mulai terlihat. Vinicius Junior menerima umpan terobosan Jude Bellingham di sisi kiri, memotong ke dalam, lalu melepaskan tendangan kaki kiri ke pojok jauh gawang tuan rumah. Gol pembuka itu lahir dari transisi cepat setelah bola direbut di lini tengah — pola yang jelas-jelas diminta Mourinho sejak menit pertama. Bellingham mencatatkan assist pertama malam itu.
Babak Pertama: Uji Formasi 4-3-3 dan Tekanan Tinggi
Mourinho menurunkan starting XI dengan formasi 4-3-3: tiga gelandang tengah bekerja keras menutup ruang umpan Ferencvaros, sementara dua bek sayap naik membantu serangan secara bergantian. Hasilnya terlihat dari statistik penguasaan bola yang mencolok — Real Madrid memegang 64 persen penguasaan bola sepanjang 90 menit, berbanding 36 persen untuk tuan rumah.
Keunggulan itu tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas. Los Blancos melepaskan total 17 tembakan, dengan 9 di antaranya mengarah ke gawang alias shots on target. Ferencvaros, sebaliknya, hanya mampu melepaskan 6 tembakan dan 3 shots on target. Tekanan tinggi yang diterapkan sejak lini depan membuat lawan kesulitan membangun serangan dari bawah.
Menit ke-38, giliran Rodrygo menggandakan keunggulan. Umpan silang datar dari Dani Carvajal disambut sontekan satu sentuhan di tiang dekat. Gol itu sempat membuat ragu, tetapi setelah pemeriksaan VAR singkat, wasit memutuskan posisi Rodrygo tidak offside dan gol disahkan. Babak pertama ditutup dengan skor 2-0.
Babak Kedua: Rotasi, Momentum, dan Satu Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Mourinho melakukan lima pergantian sekaligus di menit ke-46 — bagian dari rencana uji coba untuk memberi menit bermain kepada pemain muda. Ferencvaros mencoba bangkit dan berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-58 lewat sundulan pemain pengganti mereka memanfaatkan sepak pojok. Bek tengah Real Madrid kedapatan lengah, dan skor berubah menjadi 2-1.
Justru di momen itulah karakter tim teruji. Menit ke-63, Arda Guler melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 25 meter. Bola membentur mistar, memantul, dan disambar Endrick yang sudah menunggu di mulut gawang. Gol ketiga itu menjadi penentu. Sayangnya, tidak ada pemain yang mencatatkan hat-trick malam itu — gol ketiga sekaligus penutup pesta Los Blancos.
Sisa laga berjalan dengan intensitas tinggi: kartu kuning keluar untuk dua pemain Ferencvaros dan satu pemain Real Madrid, sementara pada menit ke-88 wasit mengeluarkan kartu merah langsung kepada gelandang bertahan tuan rumah setelah pelanggaran keras di tengah lapangan. Fakta menariknya, kedua tim masing-masing tercatat dua kali terjebak offside, menandakan disiplin garis belakang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kedua pelatih menjelang musim resmi.
Mourinho: Instruktur di Tepi Lapangan
Yang membuat laga ini spesial adalah peran Mourinho di pinggir lapangan. Di banyak momen, pelatih asal Portugal itu terlihat berdiskusi dengan bek sayap muda, memberi arahan soal positioning, hingga memanggil gelandang untuk menjelaskan pergeseran formasi. Ia juga terlihat menggebrak papan instruksi pada menit ke-70, tepat sebelum memasukkan dua pemain baru ke lapangan.
"Saya tidak melihat hasil sebagai ukuran utama di pramusim. Yang saya lihat adalah bagaimana pemain merespons instruksi, bagaimana mereka menekan, dan bagaimana mereka menjaga struktur tim saat lelah. Malam ini saya mendapat banyak jawaban," kata Mourinho usai laga, seperti dikutip awak media di Budapest.
Laga ini sekaligus menjadi tes terakhir sebelum Real Madrid mengarungi musim resmi. Dengan clean sheet yang nyaris tercapai, formasi eksperimental yang teruji, dan performa apik para pemain muda, Mourinho membawa modal berharga pulang ke Madrid. Ferencvaros, meski kalah, menunjukkan perlawanan yang layak di depan pendukung sendiri — bukti bahwa pramusim selalu punya cerita, bahkan di laga uji coba sekalipun.
Comments (0)