Carlos Baleba Tampil Moncer, Brighton Taklukkan Newcastle 2-1 di Kandang

Skor akhir 2-1 menjadi milik Brighton & Hove Albion saat menjamu Newcastle United di Stadion American Express Community, Minggu (4/5/2025) malam WIB. Namun lebih dari sekadar tiga poin, laga ini m...

Aug 24, 2026 - 01:44
0 0
Carlos Baleba Tampil Moncer, Brighton Taklukkan Newcastle 2-1 di Kandang

Skor akhir 2-1 menjadi milik Brighton & Hove Albion saat menjamu Newcastle United di Stadion American Express Community, Minggu (4/5/2025) malam WIB. Namun lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menampilkan duel kelas berat di lini tengah: Carlos Baleba melawan Dan Burn. Gelandang Kamerun berusia 21 tahun itu menuntaskan laga dengan 12 duel sukses — statistik tertinggi di antara seluruh pemain di kedua starting XI — sementara bek Newcastle setinggi 201 cm itu membalas dengan tujuh intersep yang kerap memutus serangan tuan rumah sejak awal.

Brighton tampil dengan formasi 4-2-3-1 ala pelatih Fabian Hürzeler, menempatkan Baleba sebagai jangkar ganda bersama Yasin Ayari. Newcastle memilih 4-3-3 dengan Burn bergeser ke posisi bek kiri untuk mengunci pergerakan Kaoru Mitoma. Keputusan Eddie Howe itu justru melahirkan pertarungan posisional yang menjadi tontonan utama babak pertama.

Babak Pertama: Tembok Burn vs Energi Baleba

Menit ke-12, Baleba melepaskan tendangan voli pertama dari luar kotak penalti setelah memenangi bola dari Bruno Guimarães — meleset tipis di atas mistar. Dua menit berselang, giliran Burn memenangi duel udara kontra Georginio Rutter dan membuang bola keluar lapangan. Pola itu berulang sepanjang babak pertama: Baleba memenangi delapan duel dan mencatat akurasi umpan 91 persen, sementara Burn memenangi lima dari enam duel udara yang diperebutkannya.

Gol pembuka akhirnya lahir di menit ke-34. Dari skema serangan balik cepat, Baleba merebut bola di area sendiri lalu melepaskan umpan terobosan satu sentuhan kepada Joao Pedro. Penyerang Brasil itu berlari melewati Sven Botman dan menuntaskannya dengan tendangan kaki kanan ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau Nick Pope. Itu gol ke-14 Joao Pedro musim ini, sekaligus assist kedelapan dari Baleba — pasangan paling produktif Brighton musim ini.

Newcastle sempat mengancam lewat Alexander Isak di menit ke-41, namun sundulannya masih bisa ditepis Bart Verbruggen. Penguasaan bola babak pertama: Brighton 58 persen, Newcastle 42 persen, dengan shots on target 3-1 untuk tuan rumah. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: VAR, Kartu Kuning, dan Gol Penentu

Menit ke-58, Newcastle menyamakan kedudukan lewat skema sepak pojok. Umpan matang Kieran Trippier disundul Burn yang lolos dari kawalan Adam Webster; sundulannya memantul tanah sebelum masuk ke gawang. Namun euforia Newcastle hanya bertahan tiga menit: VAR memanggil wasit setelah umpan silang Mitoma mengenai tangan Lewis Hall di kotak penalti pada menit ke-64. Setelah peninjauan dua menit, wasit menunjuk titik putih dan Joao Pedro mengonversi penalti di menit ke-66 untuk membawa Brighton unggul 2-1.

Intensitas laga naik tajam setelahnya. Menit ke-71, Baleba dijatuhkan Burn di tengah lapangan saat keduanya berebut bola — wasit mengeluarkan kartu kuning untuk bek Newcastle itu. Itu kartu kuning kelimanya musim ini, dan Howe langsung menariknya keluar pada menit ke-78, digantikan Lewis Miley. Ironisnya, pergantian itu justru membuka ruang bagi Brighton untuk menyerang lebih bebas di sisi kiri.

Menit ke-83, Baleba hampir mencetak gol pertamanya musim ini saat menerima bola liar di kotak penalti, namun tembakannya diblokir Miley. Peluang itu menjadi pengingat bahwa Baleba melepaskan tiga tembakan, dua di antaranya tepat sasaran — jumlah tertinggi untuk seorang gelandang bertahan di laga ini. Di sisi lain, upaya Newcastle memburu gol penyeimbang gagal total: hanya dua shots on target yang mereka catatkan sepanjang 90 menit, dan serangan mereka berulang kali kandas oleh offside — tiga kali, dua di antaranya dianulir karena posisi Isak.

Analisis Pemain: Dua Gaya Bertahan yang Berbeda

Baleba dan Burn mewakili dua sekolah bertahan yang kontras. Baleba — lulusan akademi Lille yang direkrut Brighton — adalah gelandang modern: agresif dalam merebut bola, tenang saat membangun serangan, dan berani membawa bola ke sepertiga akhir lapangan. Dia mencatatkan 61 sentuhan, 12 duel sukses, tiga tekel, dan dua tembakan tepat sasaran, statistik yang membuatnya layak disebut kandidat pemain terbaik laga.

Burn, sementara itu, membuktikan nilai dirinya sebagai bek paling dominan di udara. Enam duel udara dimenanginya dari delapan kesempatan, ditambah tujuh intersep dan dua blok. Kelemahannya justru terlihat saat menghadapi pemain lincah seperti Mitoma, yang melewatinya tiga kali dalam duel satu lawan satu. Di sisi lain, Joao Pedro nyaris melengkapi hat-trick andai peluangnya di menit ke-88 tidak membentur tiang gawang. Namun pada akhirnya skor akhir tidak berbicara soal duel individu: Brighton pulang dengan tiga poin berkat efisiensi di depan gawang — empat shots on target dari delapan percobaan, berbanding sembilan percobaan Newcastle yang hanya menghasilkan dua tepat sasaran.

Kata Pelatih dan Catatan Akhir

“Carlos tampil luar biasa. Dia memenangi duel, mengatur tempo, dan memberi assist untuk gol pertama. Untuk pemain seusianya, itu luar biasa,” ujar Hürzeler dalam konferensi pers pasca-laga. “Kami tahu Newcastle akan bertahan dalam dan mengandalkan bola mati. Kami mengantisipasinya, dan para pemain menjalankan rencana dengan disiplin.”

Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Brighton di kandang menjadi lima laga. Verbruggen sempat menjaga gawangnya tetap perawan hingga menit ke-58, namun clean sheet ketiga beruntun di American Express Community akhirnya gagal terwujud setelah sundulan Burn. Skor akhir 2-1 juga menjadi hasil ketiga beruntun Brighton saat menjamu Newcastle — sebuah keunggulan psikologis menjelang laga-laga penentu akhir musim. Bagi Newcastle, kekalahan ini terasa pahit: mereka kalah dalam duel langsung di lini tengah dan gagal memanfaatkan dua peluang emas di babak kedua. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin Baleba akan menjadi magnet transfer musim panas mendatang — dan Burn, seperti biasa, akan menjadi tembok terakhir yang mencoba menghentikannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User