Brighton Pukul Manchester City 2-1, Baleba Jadi Pahlawan

Kejutan besar tersaji di Stadion Komunitas American Express, Brighton, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). Brighton & Hove Albion menumbangkan Manchester City dengan skor akhir 2-1 pada pekan ke-11 Lig...

Aug 24, 2026 - 01:59
0 0
Brighton Pukul Manchester City 2-1, Baleba Jadi Pahlawan

Kejutan besar tersaji di Stadion Komunitas American Express, Brighton, Minggu dini hari WIB (10/11/2024). Brighton & Hove Albion menumbangkan Manchester City dengan skor akhir 2-1 pada pekan ke-11 Liga Primer Inggris, sebuah hasil yang memutus tren positif sang juara bertahan dan membuat tribun selatan Inggris bergemuruh hingga peluit panjang berbunyi.

Duel ini berjalan sesuai naskah yang bisa ditebak. City tampil dengan formasi 4-3-3 khas Pep Guardiola, menggenggam penguasaan bola sejak menit pertama, sementara Brighton bertahan dalam struktur 4-2-3-1 racikan Fabian Hürzeler. Catatan akhir pertandingan menunjukkan City unggul penguasaan bola 62 persen berbanding 38 persen, tetapi malam itu justru tim tuan rumah yang lebih tajam di sepertiga akhir lapangan.

Babak Pertama: Gol Cepat Haaland, Brighton Bertahan dengan Disiplin

Menit ke-23, City membuka keunggulan. Phil Foden melepaskan umpan assist terobosan mendatar dari sisi kanan yang disambut first-time oleh Erling Haaland; bola meluncur deras ke sudut gawang dan tak mampu diantisipasi Bart Verbruggen. 0-1. Ini gol ke-12 Haaland di musim ini, sinyal bahwa lini belakang Brighton harus bekerja ekstra keras. Sebelum itu, tuan rumah nyaris unggul lebih dulu ketika sundulan Lewis Dunk masih membentur tiang, dan satu gol City sempat dianulir karena offside di menit ke-41 setelah peninjauan VAR.

Alih-alih panik, Brighton justru menutup ruang dengan rapat. Duo bek tengah Lewis Dunk dan Jan Paul van Hecke mencatatkan sejumlah blok dan sapuan kritis, sementara para pemain sayap disiplin mundur membantu pertahanan sehingga lini tengah City kesulitan menemukan celah di antara garis. City tetap memegang bola, tetapi peluang bersih jarang lahir.

Menjelang turun minum, Brighton mulai berani keluar. Carlos Baleba, gelandang asal Kamerun bernomor punggung 20, beberapa kali merebut bola dan memicu transisi cepat. Meski belum berbuah gol, sinyal kebangkitan sudah terlihat: dari tiga shots on target milik Brighton di babak pertama, dua di antaranya lahir setelah menit ke-35.

Babak Kedua: Dua Gol dalam Lima Menit Mengubah Segalanya

Hürzeler melakukan penyesuaian taktik di jeda, menaikkan garis pressing dan meminta full-back lebih agresif menyerang. Hasilnya terbayar di menit ke-78. Insiden di kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan ulang — momen di mana VAR ikut bermain. Joao Pedro maju sebagai eksekutor dan mengonversi penalti dengan tenang ke sisi kanan gawang: 1-1.

Skor imbang hanya bertahan lima menit. Menit ke-83, Baleba melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti memanfaatkan bola muntah hasil sapuan lini belakang City. Bola bersarang di pojok kiri gawang, membuat kiper City hanya bisa terdiam. 2-1! Stadion Komunitas American Express meledak, dan Baleba merayakan golnya bersama rekan setim di tengah lapangan.

Statistik mencatat Brighton melepaskan lima shots on target dari sebelas percobaan, sementara City hanya empat on target dari enam belas tembakan. Volume serangan memang milik City, tetapi efisiensi menjadi pembeda malam itu. Tidak ada assist tercatat untuk gol penentu Baleba karena lahir dari tembakan langsung, tetapi umpan terobosan Kaoru Mitoma di menit ke-70 yang membuka ruang serangan pantas mendapat sorotan.

Baleba Bintang di Lini Tengah

Performa Baleba malam itu pantas disebut man of the match. Selain gol penentu, gelandang berusia 20 tahun itu mencatatkan empat tekel sukses, tiga intersep, dan memenangkan tujuh duel — data yang menunjukkan betapa dominannya ia dalam merebut dan mengatur ritme permainan. Starting XI Brighton yang sempat diragukan karena rotasi justru tampil kompak, dengan Baleba menjadi jembatan antara lini belakang dan lini depan dalam skema serangan balik cepat.

“Kami tahu City akan menguasai bola, tetapi kami punya rencana: bertahan dengan sabar, lalu menyerang dengan kecepatan penuh. Kemenangan ini untuk para penggemar yang terus mendukung kami,” ujar Hürzeler usai laga.
Di sisi lain, Pep Guardiola mengakui keunggulan lawan: “Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak efisien di kotak penalti. Brighton pantas menang karena mereka lebih baik dalam momen-momen penting.”

Dampak Klasemen dan Catatan Laga

Kemenangan ini membawa Brighton naik ke papan atas klasemen dengan koleksi 22 poin dari 11 laga, sementara City kehilangan kesempatan memangkas jarak dari pemuncak klasemen. Laga juga diwarnai dua kartu kuning — satu untuk gelandang City atas pelanggaran di menit ke-64 yang berujung penalti, dan satu untuk bek Brighton yang menghentikan serangan balik di menit ke-90.

Catatan lain: ini adalah laga tanpa clean sheet bagi kedua tim, tetapi bagi Brighton, yang terpenting adalah tiga poin dan bukti bahwa mereka mampu bersaing dengan tim papan atas. Bagi City, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar: dari enam belas tembakan, hanya empat yang mengarah ke gawang, angka yang jauh dari standar tim sekelas mereka.

Dengan performa seperti ini, Brighton pantas diperhitungkan sebagai salah satu tim paling menarik musim ini. Dan di tengah hiruk-pikuk kemenangan itu, nama Carlos Baleba telah mencatatkan dirinya dalam buku sejarah laga ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User