Presiden Resmikan Dua Bendungan Garapan Nindya Karya untuk Ketahanan Air dan Pangan

Nindya Karya, BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari enam dekade, menorehkan capaian penting dengan menyelesaikan pembangunan dua bendungan st

Jul 11, 2026 - 07:25
0 1
Presiden Resmikan Dua Bendungan Garapan Nindya Karya untuk Ketahanan Air dan Pangan

Nindya Karya, BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari enam dekade, menorehkan capaian penting dengan menyelesaikan pembangunan dua bendungan strategis yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Proyek senilai total Rp2,1 triliun ini menjadi tonggak baru dalam penguatan ketahanan air dan swasembada pangan nasional, sekaligus membuktikan kemampuan perusahaan pelat merah dalam menuntaskan infrastruktur sumber daya air kelas kakap. Kedua bendungan yang berlokasi di dua provinsi berbeda tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan kini siap mengairi ribuan hektare sawah, menyediakan air baku bagi masyarakat, serta mereduksi risiko banjir.

Penandatanganan Kontrak dan Perencanaan (2020)

  1. Pada triwulan ketiga 2020, Nindya Karya menandatangani paket kontrak kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan Bendungan A di Jawa Timur dan Bendungan B di Sulawesi Selatan.
  2. Tim proyek bentukan Nindya Karya memulai fase studi kelayakan dan desain detail pada Oktober 2020, menggandeng pakar hidrologi serta geoteknik untuk memastikan struktur bendungan aman dan optimal.
  3. Proses pembebasan lahan berlangsung selama 12 bulan dengan dukungan penuh pemerintah daerah setempat, sehingga hak atas 250 hektare lahan dapat diselesaikan tanpa hambatan berarti.

Progres Konstruksi dan Penyelesaian (2021–2024)

  1. Pembangunan fisik dimulai pada Januari 2021, diawali dengan pekerjaan pengalihan aliran sungai (diversion tunnel) dan penggalian pondasi yang mencapai kedalaman 30 meter.
  2. Hingga pertengahan 2023, bobot progres konstruksi sudah menyentuh angka 90%. Struktur utama bendungan—termasuk inti kedap air, filter, dan zona batuan—rampung sesuai spesifikasi, diikuti instalasi pintu air hidrolik dan saluran pelimpah (spillway) berkapasitas tinggi.
  3. Proses impounding atau pengisian awal waduk dimulai pada Januari 2024 untuk Bendungan A dan Februari 2024 untuk Bendungan B. Pengisian diawasi ketat selama 90 hari guna memantau respons struktur bendungan terhadap beban air dan memastikan tidak terjadi rembesan di luar batas toleransi.
  4. Kedua bendungan dinyatakan selesai 100% pada 20 Mei 2024, tepat waktu sesuai target kontrak dan tanpa klaim biaya tambahan dari perubahan desain.

Peresmian oleh Presiden Joko Widodo (5–6 Juni 2024)

  1. Rabu, 5 Juni 2024, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR, Gubernur Jawa Timur, dan Direktur Utama Nindya Karya meresmikan Bendungan A. Presiden menekan tombol sirene sebagai tanda dioperasikannya pintu air utama yang segera mengalirkan air ke jaringan irigasi.
  2. Esok harinya, 6 Juni 2024, Presiden bertolak ke Sulawesi Selatan untuk meresmikan Bendungan B. Ribuan warga antusias menyambut kehadiran Presiden yang meninjau langsung area genangan waduk dan berinteraksi dengan petani calon penerima manfaat irigasi.
  3. Dalam sambutannya di kedua lokasi, Presiden menegaskan bahwa bendungan ini akan mengakselerasi program lumbung pangan nasional dan menyelesaikan persoalan krisis air baku di sejumlah wilayah.

Dampak terhadap Ketahanan Air dan Pangan

  1. Bendungan A memiliki kapasitas tampung 45 juta meter kubik air yang berpotensi mengairi jaringan irigasi seluas 3.500 hektare. Suplai air irigasi ini berdampak pada tiga kabupaten di Jawa Timur, mengubah lahan tadah hujan menjadi sawah produktif sepanjang tahun.
  2. Bendungan B mampu menampung 38 juta meter kubik air dan mengairi 4.200 hektare lahan pertanian di Sulawesi Selatan. Selain itu, bendungan ini menyediakan air baku untuk sektor domestik dan industri di lima kecamatan sekitar.
  3. Dengan jaminan ketersediaan air, indeks pertanaman (IP) padi diproyeksikan meningkat dari 170 menjadi 250. Artinya, dalam satu tahun petani bisa menanam dua kali musim tanam padi dan satu kali palawija, mendorong tambahan produksi beras sekitar 120.000 ton per tahun.
  4. Fungsi multiyears bendungan mencakup penyediaan air baku bagi lebih dari 500.000 jiwa dan potensi pengembangan PLTMH dengan kapasitas total 2,4 megawatt yang mampu menerangi sekitar 4.500 rumah tangga di desa terdekat.
  5. Kajian Bappenas menunjukkan benefit cost ratio (BCR) proyek mencapai 2,1 dalam kurun 20 tahun, menandakan manfaat ekonomi yang melampaui investasi awal. Sektor pertanian, penyediaan air bersih, dan pariwisata waduk diproyeksi tumbuh signifikan.

Berikut beberapa pertanyaan penting yang sering diajukan terkait proyek ini: [SOCIAL_TWEET]: Presiden @jokowi baru saja meresmikan dua bendungan hasil karya Nindya Karya! Kedua bendungan ini menjadi tulang punggung ketahanan air dan pangan nasional, siap mengairi 7.700 ha sawah & menyediakan air bersih bagi 500.000 jiwa. Swasembada pangan makin nyata! #BendunganNusantara #KetahananAir #SwasembadaPangan [SOCIAL_TG]: 🔹 Dua Bendungan Strategis Diresmikan Presiden 🔹 Nindya Karya berhasil menyelesaikan dua bendungan yang kini resmi beroperasi mendukung ketahanan air dan swasembada pangan. Data kunci: - Kapasitas total: 83 juta m³ - Irigasi: 7.700 ha - Air baku: 500.000 jiwa - Investasi: Rp2,1 triliun - Tambahan produksi beras: ~120.000 ton/tahun Kedua bendungan ini akan meningkatkan indeks pertanaman dan menjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Proyek ini juga menjadi bukti kompetensi BUMN konstruksi tanah air dalam mengerjakan mega proyek sumber daya air. #Infrastruktur #KetahananAir #NindyaKarya #Bendungan Apa dampaknya? 1. Irigasi untuk 7.700 hektare sawah 2. Air baku bagi lebih dari 500.000 jiwa 3. Pengurangan risiko banjir di daerah hilir 4. Potensi energi listrik mikrohidro 2,4 MW Dengan tambahan ini, produksi beras nasional diproyeksi naik sekitar 120.000 ton per tahun. Langkah konkret menuju swasembada pangan dan ketahanan air. Kerja nyata BUMN kita! 🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User