Presiden Prabowo Tegaskan Polisi Harus Mengabdi kepada Rakyat
Jakarta, Beritainti.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan tegas kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia agar semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Dalam peringatan Hari Bha
Jakarta, Beritainti.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan tegas kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia agar semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80, ia mengingatkan bahwa setiap personel polisi menerima gaji yang bersumber dari uang rakyat, sehingga kepentingan dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan kepolisian.
"Jadilah polisi yang dekat dengan rakyat. Ingat, gaji kita semuanya berasal dari rakyat. Maka dari itu, kepentingan rakyat harus kita dahulukan di atas segalanya," ujar Presiden Prabowo di hadapan para perwira dan anggota kepolisian yang hadir. Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendorong reformasi menyeluruh di tubuh Polri menuju institusi yang lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan warga.
"Datanglah langsung kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran kalian. Jangan menunggu dipanggil, tapi hadirlah di tengah-tengah mereka. Dengarkan keluhan mereka, layani dengan sepenuh hati, dan lindungi mereka dari segala bentuk ancaman," tegas Presiden.
Presiden Prabowo memerinci tiga tanggung jawab fundamental yang harus diemban oleh setiap anggota kepolisian. Pertama, polisi wajib mendengarkan aspirasi dan permasalahan yang dihadapi oleh warga tanpa terkecuali. Kedua, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara optimal, cepat, dan tidak berbelit-belit. Ketiga, fungsi perlindungan harus dijalankan secara maksimal agar tercipta rasa aman di seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara yang menandai perjalanan panjang institusi kepolisian dalam menjaga stabilitas dan ketertiban nasional.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan agar jangan sampai kehadiran polisi justru menimbulkan keresahan atau menyusahkan warga yang seharusnya dilindungi. "Jangan pernah ada sedikit pun tindakan atau perilaku yang membuat rakyat susah. Polisi harus menjadi sahabat, pelindung, dan pengayom, bukan sebaliknya," katanya. Arahan ini sekaligus menjadi penekanan terhadap pentingnya penegakan disiplin internal serta penindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mencoreng nama baik institusi.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum tepat untuk merefleksikan kembali peran strategis Polri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Laporan dari media kami mencatat, dalam beberapa tahun terakhir, kepercayaan publik terhadap kepolisian menjadi salah satu fokus utama yang terus dibenahi melalui berbagai program pembinaan dan pengawasan. Presiden Prabowo menutup arahannya dengan harapan agar seluruh jajaran Polri dapat menjadikan semangat pengabdian ini sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan kedekatan yang terus dibangun antara polisi dan masyarakat, diharapkan stabilitas keamanan nasional dapat semakin kokoh dan pembangunan berjalan lancar di seluruh pelosok tanah air.
Comments (0)