Presiden AFA Ungkap Kepedihan Usai Argentina Kalah dari Spanyol

Kiprah Argentina di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam laga perempat final yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada Sabtu (27/6/2026) malam waktu setempat...

Jul 27, 2026 - 21:40
0 0
Presiden AFA Ungkap Kepedihan Usai Argentina Kalah dari Spanyol

Kiprah Argentina di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam laga perempat final yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, pada Sabtu (27/6/2026) malam waktu setempat, Tim Tango takluk 1-2 dari Spanyol. Hasil ini sontak memicu gelombang kekecewaan, terutama di kubu Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Presiden AFA, Claudio Tapia, tak mampu menyembunyikan rasa pedih yang mendalam saat menyaksikan tim nasionalnya gugur dari turnamen empat tahunan tersebut.

“Ini luka yang sangat dalam. Mimpi untuk mempertahankan gelar juara dunia telah pupus,” ujar Tapia dengan suara bergetar usai pertandingan. “Kami semua, seluruh rakyat Argentina, merasakan kepedihan yang sama malam ini. Tim ini telah berjuang mati-matian, namun beberapa momen kunci tak berpihak kepada kami.”

Laga Penuh Drama dan Statistik

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Spanyol, dengan formasi 4-3-3 mengandalkan trio lini tengah Pedri, Gavi, dan Rodri, langsung mendominasi penguasaan bola. Argentina, yang turun dengan susunan pemain 4-2-3-1 dengan Lionel Messi sebagai playmaker di belakang Julian Alvarez, lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

Menit ke-14, Spanyol berhasil unggul. Umpan terukur Pedri dari sisi kiri berhasil disambar sundulan Álvaro Morata yang lepas dari kawalan Cristian Romero. Bola menghujam deras ke pojok kanan gawang Emiliano Martínez yang tak mampu dijangkau. Keunggulan 1-0 membuat Spanyol semakin nyaman memainkan umpan-umpan pendek khas tiki-taka modern racikan pelatih Luis de la Fuente.

Argentina bukan tanpa peluang. Menit ke-31, kerja sama apik Messi dan Enzo Fernández menghasilkan ruang tembak bagi Julián Alvarez, tetapi sepakan mendatarnya masih membentur tiang kanan gawang Unai Simón. Hingga babak pertama usai, statistik menunjukkan dominasi Spanyol dengan 62% penguasaan bola dan 8 kali percobaan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara Argentina hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dari empat upaya.

Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas. Messi ditarik lebih ke depan sebagai ujung tombak, dengan Alejandro Garnacho masuk menggantikan gelandang bertahan. Namun, justru Spanyol yang menggandakan keunggulan pada menit ke-53. Sebuah serangan balik yang dibangun dari intersepsi Rodri di lini tengah diakhiri dengan penyelesaian dingin Pedri dari dalam kotak penalti, setelah menerima umpan tarik Ferran Torres. Skor berubah menjadi 2-0, membuat pendukung Argentina di stadion terdiam.

Menit ke-73, harapan Argentina bangkit setelah wasit menunjuk titik putih. Pelanggaran Aymeric Laporte terhadap Messi di area terlarang setelah meninjau tayangan VAR membuat Argentina mendapat hadiah penalti. Sang kapten, Lionel Messi, maju sebagai eksekutor dan dengan dingin menaklukkan Unai Simón, memperkecil ketinggalan menjadi 1-2. Gol ini menjadi catatan ke-8 bagi Messi di putaran final Piala Dunia sepanjang kariernya.

Sisa 20 menit pertandingan menjadi milik Argentina. Tim asuhan Lionel Scaloni menggempur pertahanan Spanyol dengan serangan bertubi-tubi. Paulo Dybala yang masuk sebagai pemain pengganti hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas melengkung pada menit ke-85, namun bola hanya membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor tetap 2-1 untuk keunggulan Spanyol.

Analisis Kegagalan Argentina

Secara statistik, Argentina tak mampu menyaingi efisiensi operan Spanyol. La Roja mencatatkan total 653 operan dengan akurasi 89%, sedangkan Argentina hanya 389 operan dengan akurasi 82%. Kehilangan bola di sepertiga lapangan tengah juga menjadi masalah serius; tercatat 14 kali Argentina kehilangan penguasaan di area berbahaya, yang berujung pada beberapa peluang emas Spanyol. Di lini depan, hanya dua dari tiga tembakan tepat sasaran yang dimiliki Argentina, menyoroti mandulnya penyelesaian akhir di laga krusial ini.

Formasi awal 4-2-3-1 yang dipilih Scaloni sejatinya solid untuk meredam gelombang serangan Spanyol, namun sayangnya lini tengah kalah dalam duel-duel kunci. Rodrigo De Paul dan Enzo Fernández bekerja keras, tetapi kesulitan memutus aliran bola trio Pedri-Gavi-Rodri. Kartu kuning De Paul pada menit ke-41 semakin membatasi agresivitasnya.

Keputusan Scaloni untuk tidak menurunkan target man murni sejak awal menuai kritik. Alvarez, meski lincah, sering terisolasi dan kalah duel udara dengan Laporte dan Pau Torres. Baru setelah Garnacho dan Dybala masuk, variasi serangan Argentina meningkat, namun waktu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Reaksi Federasi dan Masa Depan

Presiden AFA Claudio Tapia, yang menyaksikan pertandingan langsung dari tribune VVIP, terlihat beberapa kali mengusap wajahnya selama pertandingan. Saat ditemui media setelah laga, ia menegaskan bahwa evaluasi total akan dilakukan. “Kami sangat terpukul, tetapi kami tidak akan hancur. Tim ini masih muda, dan kami akan bangkit. Ini adalah proses yang menyakitkan, tapi kami harus belajar,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Lionel Scaloni dalam konferensi pers mengakui keunggulan Spanyol. “Mereka lebih baik malam ini. Kami punya momen untuk menyamakan, tetapi ketika Anda gagal memanfaatkan peluang dan membuat kesalahan kecil, Anda dihukum di level ini,” ujarnya. Scaloni juga meminta maaf kepada masyarakat Argentina atas kegagalan mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar 2022.

Kekalahan ini sekaligus menutup perjalanan generasi emas Argentina yang dipimpin Messi di Piala Dunia. Dengan usia Messi yang akan menginjak 39 tahun, publik bertanya-tanya apakah mega bintang itu akan kembali mengenakan seragam albiceleste di turnamen besar selanjutnya. Apapun keputusannya, memori malam di New Jersey akan menjadi salah satu luka paling dalam bagi sepak bola Argentina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User