Prancis Kalahkan Swedia 3-1, Duet Mbappe-Olise Cetak Kemenangan

Skor akhir 3-1 mengantarkan Timnas Prancis ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swedia dalam laga yang penuh determinasi di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Selasa (30/6...

Prancis Kalahkan Swedia 3-1, Duet Mbappe-Olise Cetak Kemenangan

Skor akhir 3-1 mengantarkan Timnas Prancis ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swedia dalam laga yang penuh determinasi di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Selasa (30/6) waktu setempat. Kylian Mbappé dan Michael Olise menjadi episentrum kemenangan Les Bleus lewat kontribusi langsung di semua gol, termasuk selebrasi ikonik yang terekam kamera AP Photo pada menit ke-61. Pertandingan ini menegaskan status Prancis sebagai kandidat kuat juara, sementara Swedia harus pulang dengan kepala tegak meski sempat memberi perlawanan sengit.

Prancis turun dengan formasi 4-2-3-1 andalan Didier Deschamps: Mbappé sebagai ujung tombak, didukung trisula Antoine Griezmann, Michael Olise, dan Ousmane Dembélé di belakangnya. Swedia memakai 4-4-2 klasik dengan duet Viktor Gyökeres dan Alexander Isak di lini depan. Sejak peluit kick-off, Prancis langsung menggebrak. Penguasaan bola mencapai 62% di babak pertama, dengan Dembélé dan Olise kerap menukar posisi untuk membongkar pertahanan rapat Swedia.

Babak Pertama: Gol Cepat dan Dominasi Les Bleus

Menit ke-8, umpan terobosan Griezmann dari lini kedua berhasil diantisipasi kiper Robin Olsen, tapi hanya lima menit berselang papan skor bergetar. Berawal dari skema sepak pojok pendek, Olise mengirim crossing terukur ke tiang jauh. Mbappé yang lolos dari kawalan Victor Lindelöf menyundul bola ke tanah, memantul ke gawang tanpa mampu dijangkau Olsen. 1-0 Prancis, menit ke-13 — gol ke-7 Mbappé di Piala Dunia edisi ini sekaligus assist pertama Olise di turnamen.

Swedia mencoba merespons lewat serangan balik cepat. Menit ke-21, Isak melakukan penetrasi dari sayap kiri, tapi tembakannya masih melebar tipis. Shots on target Swedia hanya satu di sepanjang babak pertama, kontras dengan 5 tembakan tepat sasaran Prancis. Duet gelandang Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga efektif memutus aliran bola, membuat Viktor Gyökeres frustrasi dan mendapatkan kartu kuning pada menit ke-34 setelah protes keras kepada wasit.

Babak Kedua: Selebrasi Ikonik Olise-Mbappé dan Gol Penutup

Memasuki paruh kedua, Swedia meningkatkan intensitas. Pelatih Janne Andersson memasukkan Emil Forsberg untuk menambah kreativitas. Hasilnya, menit ke-52, sebuah umpan terobosan Dejan Kulusevski berhasil disambar Gyökeres, namun VAR menganulir gol karena offside — momen yang mengubah momentum. Lima menit kemudian, Prancis menggandakan keunggulan lewat serangan balik mematikan. Dembélé menusuk dari kanan, mengirim umpan silang datar yang diselesaikan Mbappé dengan sepakan first-time ke pojok bawah. Namun, kredit besar patut diberikan kepada Olise yang melakukan overlapping run cerdas, menarik bek tengah Swedia hingga ruang tembak Mbappé terbuka lebar. 2-0, menit ke-58.

Puncak selebrasi yang terekam foto ikonik terjadi pada menit ke-61. Setelah gol kedua, Mbappé langsung berlari ke arah Olise, keduanya berpelukan sambil menunjuk nomor punggung masing-masing — simbol chemistry yang terjalin sejak Olise debut di tim senior. Momen ini menjadi penegas duet muda yang bisa jadi kunci Prancis di fase gugur.

Swedia tidak menyerah. Menit ke-67, kesalahan fatal bek Jules Koundé dalam mengantisipasi bola lambung dimanfaatkan Gyökeres untuk memperkecil ketertinggalan. Skor 2-1, menit ke-67, membuat laga kembali hidup. Tekanan Swedia meningkat, dan Prancis sempat terkurung. Namun, ketenangan Mbappé di menit ke-81 memastikan kemenangan. Mendapat umpan panjang dari Mike Maignan, ia melewati dua bek sebelum menyodorkan bola kepada Olise yang berdiri bebas di kotak penalti. Olise dengan dingin menaklukkan Olsen lewat tembakan melengkung ke pojok kanan atas. 3-1, menit ke-81 — gol penutup yang mempertegas kualitas teknik tinggi Olise.

Statistik dan Analisis Taktikal

Prancis menutup laga dengan total 8 shots on target dari 17 percobaan, sedangkan Swedia hanya mencatatkan 3 tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit. Penguasaan bola akhir 58% - 42% menunjukkan dominasi Les Bleus, meskipun Swedia lebih efektif dalam duel udara (12 kali menang berbanding 9). Tchouaméni menjadi motor transisi dengan 89% akurasi operan dan 5 tekel sukses. Di sisi lain, Alexander Isak tampil sebagai ancaman utama Swedia dengan 4 dribel berhasil dan satu tembakan membentur tiang pada menit ke-76.

Kylian Mbappé layak dinobatkan sebagai man of the match dengan statistik 2 gol, 1 assist, 4 tembakan tepat sasaran, dan 3 dribel sukses. Namun, peran Michael Olise tak kalah vital: mencatatkan 1 gol dan 2 assist, plus 5 umpan kunci — yang terbanyak di antara semua pemain di lapangan. Formasi 4-2-3-1 Deschamps terbukti fleksibel saat Olise dan Dembélé bergerak ke dalam, menciptakan overload di zona kreatif.

"Saya sangat puas dengan performa tim malam ini," ujar Deschamps dalam konferensi pers pasca-pertandingan. "Kylian luar biasa seperti biasa, tapi saya ingin menyoroti Michael. Dia menunjukkan ketenangan dan visi bermain yang matang untuk pemain seusianya. Chemistry mereka semakin solid, dan itu pertanda baik untuk laga selanjutnya."

Dengan hasil ini, Prancis melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi pemenang laga Brasil vs Korea Selatan. Statistik kolektif sepanjang tiga laga fase grup dan babak 32 besar menempatkan Les Bleus sebagai tim paling produktif dengan 12 gol dan hanya kebobolan 2. Pertahanan yang dikawal Dayot Upamecano dan Ibrahima Konaté mulai menemukan kekompakan, sementara lini serang yang dimotori Mbappé, Olise, dan Griezmann tampak semakin sulit dibendung. Swedia pulang dengan kebanggaan, tetapi malam itu milik Prancis dan selebrasi dua nomor punggung yang akan terus dikenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User