Skor Akhir 2-2 di Derby Milan, Allegri Beri Pujian ke Bastoni
San Siro bergemuruh dalam edisi terkini Derby della Madonnina yang mempertemukan AC Milan kontra Inter Milan, Minggu (8/3/2026). Duel bertajuk rivalitas sekota ini berakhir tanpa pemenang dengan skor ...
San Siro bergemuruh dalam edisi terkini Derby della Madonnina yang mempertemukan AC Milan kontra Inter Milan, Minggu (8/3/2026). Duel bertajuk rivalitas sekota ini berakhir tanpa pemenang dengan skor akhir 2-2. Momen tak terduga justru terjadi di luar lapangan saat pelatih Milan, Massimiliano Allegri, terlihat menyentuh kepala bek Inter, Alessandro Bastoni. Apakah itu bentuk penghormatan atau sekadar reaksi sesaat? Yang jelas, laga ini menyuguhkan segala bumbu sepak bola modern: taktik, gol, ketegangan, dan sportivitas.
Babak Pertama: Dominasi Inter dan Kejutan Leao
Inter asuhan pelatih baru langsung tancap gas sejak peluit awal dibunyikan. Formasi 3-5-2 andalan Nerazzurri yang menempatkan Bastoni sebagai bek kiri dalam tiga bek sejajar, tampil agresif mengurung pertahanan Milan. Penguasaan bola 58% menjadi milik Inter dalam 20 menit pertama, menghasilkan tiga peluang lewat Nicolò Barella dan Marcus Thuram. Namun, justru AC Milan yang memecah kebuntuan pada menit ke-23. Sebuah serangan balik cepat diawali dari sapuan Fikayo Tomori yang jatuh ke kaki Rafael Leão. Dengan kecepatan eksplosif, Leão menusuk dari sisi kiri, melewati Benjamin Pavard, lalu melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh. Bola bersarang di pojok kanan bawah gawang Yann Sommer. Skor 1-0 untuk Rossoneri, meski mereka hanya mencatatkan dua shots on target di sepanjang babak pertama.
Inter tidak butuh waktu lama untuk merespons. Menit ke-34, wasit menunjuk titik putih setelah Matteo Darmian dilanggar di kotak terlarang oleh Theo Hernández. VAR mengonfirmasi keputusan itu. Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor dengan tenang menaklukkan Mike Maignan. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama menunjukkan Inter unggul dalam total tembakan (9 berbanding 4), tetapi lini belakang Milan yang dikomandoi Tomori dan Strahinja Pavlović tampil disiplin.
Babak Kedua: Gol Cepat dan Comeback Mengejutkan
Selepas jeda, AC Milan langsung menaikkan intensitas. Pelatih Allegri mengubah formasi menjadi 4-4-2 diamond, menempatkan Christian Pulisic sebagai trequartista di belakang duet penyerang Leão dan Santiago Giménez. Hasilnya instan. Menit ke-53, umpan terobosan Pulisic berhasil diterima Leão yang kemudian menyodorkan bola kepada Theo Hernández yang melakukan overlap. Dari sudut sempit, Theo melepaskan tembakan mendatar yang menghujam gawang Sommer. Milan unggul 2-1 lewat assist brilian Leão. Gol ini membuat San Siro sisi merah bergemuruh, dengan statistik shots on target Milan naik menjadi 5 dalam 10 menit babak kedua.
Namun, Inter membuktikan mental juaranya. Masuknya Davide Frattesi dan Tajon Buchanan menambah daya gedor. Pada menit ke-74, sebuah sepak pojok Hakan Çalhanoğlu mengarah ke kotak penalti. Bola sempat ditepis Maignan, tetapi jatuh di kaki Marcus Thuram yang dengan sigap menceploskan bola. Kedudukan 2-2 dan tensi pertandingan kian memanas. Sisa laga diwarnai jual beli serangan, namun penyelamatan gemilang kedua kiper menjaga skor tak berubah. Total shots on target akhir: Milan 7, Inter 6, mencerminkan betapa ketatnya duel ini.
Momen Allegri-Bastoni: Gestur Sportivitas di Tengah Panasnya Derby
Di tengah kekecewaan tidak mampu mempertahankan keunggulan, sorotan tertuju pada gestur tak biasa Allegri. Seusai peluit panjang berbunyi, kamera menangkap Allegri mendekati Alessandro Bastoni. Dengan senyum tipis, sang allenatore menyentuh kepala bek 27 tahun itu. Bukan tanpa alasan, Bastoni tampil solid dengan 5 sapuan, 3 intersep, dan akurasi umpan 89%. Bahkan, ia hampir mencetak gol di menit 87 lewat sundulan yang membentur mistar. Gestur ini seakan menjadi pengakuan dari pelatih lawan atas performa impresif sang pemain.
"Alessandro adalah salah satu bek terbaik di dunia saat ini. Saya hanya ingin menunjukkan rasa hormat. Dalam derby, rivalitas berhenti saat peluit akhir, dan kita semua adalah bagian dari keluarga sepak bola," ujar Allegri dalam konferensi pers pascapertandingan.
Di kubu Inter, pelatih Simone Inzaghi mengaku tak masalah dengan gestur tersebut. "Itu hal yang lazim. Allegri teman baik saya dan dia selalu menjunjung sportivitas. Tapi saya lebih fokus pada bagaimana kami bisa bangkit dua kali," katanya. Bastoni sendiri merespons singkat di media sosial dengan emoji tepuk tangan, menandakan tidak ada dendam.
Hasil imbang ini membuat persaingan di papan atas Serie A semakin ketat. Kedua tim kini mengoleksi poin yang sama, dan setiap poin dari laga tersisa akan sangat krusial. Yang jelas, pertemuan kedua di akhir musim nanti sudah dinanti. Derby Milan sekali lagi membuktikan bahwa sepak bola bukan hanya soal gol, tapi juga tentang rasa hormat di antara para gladiator lapangan hijau.
Comments (0)