Prabowo Terima Kunjungan Presiden Belarus dengan Upacara Kenegaraan

Jakarta – Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti Istana Merdeka pada Kamis (2/7/2026) saat Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko

Jul 07, 2026 - 23:14
0 1
Prabowo Terima Kunjungan Presiden Belarus dengan Upacara Kenegaraan

Jakarta – Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti Istana Merdeka pada Kamis (2/7/2026) saat Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko. Ini merupakan momen bersejarah yang menandai babak baru hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus, yang tahun ini memasuki dekade ketiga.

Berdasarkan laporan tim Beritainti.com di lapangan, rangkaian upacara penyambutan dimulai tepat pukul 11.25 WIB. Suara derap kuda dan lengkingan peluit dari pasukan pengawal bermotor (patwal) menjadi penanda iring-iringan Presiden Lukashenko memasuki gerbang utama Istana. Pasukan berkuda dengan gagah mengawal mobil kenegaraan yang membawa sang tamu, sementara barisan pasukan jajar kehormatan berdiri tegak dari gerbang hingga ke pilar-pilar bersejarah Istana Merdeka, memberikan penghormatan tertinggi bagi pemimpin negara Eropa Timur tersebut.

Kemeriahan bertambah dengan hadirnya puluhan pelajar yang antusias melambaikan bendera Merah Putih dan bendera Belarus—berwarna merah dengan hiasan hijau khas—menciptakan simfoni warna di sepanjang jalur penyambutan. Momen ini turut disaksikan oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan para pejabat tinggi negara yang telah berjajar rapi menanti kedatangan tamu kehormatan.

Penguatan Kerja Sama Bilateral dan Isu Strategis

Kunjungan kenegaraan ini diyakini menjadi panggung strategis bagi kedua negara untuk memperdalam kemitraan di berbagai bidang. Menurut informasi yang dihimpun media kami, sejumlah nota kesepahaman (MoU) potensial akan dibahas dalam pertemuan bilateral, mencakup sektor perdagangan, investasi, dan pertahanan. Belarus, yang dikenal dengan industri alat berat dan pertahanannya, diperkirakan akan menawarkan transfer teknologi di bidang manufaktur militer kepada Indonesia.

“Ini adalah momentum penting untuk memperkokoh hubungan yang sudah terjalin selama 30 tahun. Kita membuka lembaran baru kerja sama yang lebih pragmatis dan saling menguntungkan,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang enggan disebut namanya.

Selain agenda ekonomi, isu geopolitik global diperkirakan turut mewarnai diskusi tertutup antara kedua pemimpin. Posisi Belarus yang dekat dengan Rusia, di tengah konstelasi politik internasional yang dinamis, menjadi perhatian tersendiri. Sementara itu, Indonesia tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, menjadikan pertemuan ini sebagai ajang diplomasi yang seimbang.

Usai upacara penyambutan, kedua pemimpin melakukan sesi foto bersama di tangga Istana Merdeka sebelum melanjutkan pertemuan bilateral dan jamuan santap siang kenegaraan. Publik menantikan hasil konkret dari kunjungan ini yang diharapkan mampu membuka akses pasar baru bagi produk Indonesia di kawasan Eurasia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fajar-ramadhan

Editor Pelaksana. Editor pelaksana dan konsistensi editorial.

Comments (0)

User