Potret Islamic Centre Bekasi yang Mangkrak Bertahun-tahun
Bekasi – Laporan dari tim kami di lapangan mengungkap kondisi memprihatinkan dari kompleks Islamic Centre dan asrama haji yang terletak di kawasan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Proyek ambisius ya
Bekasi – Laporan dari tim kami di lapangan mengungkap kondisi memprihatinkan dari kompleks Islamic Centre dan asrama haji yang terletak di kawasan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Proyek ambisius yang dimulai lebih dari satu dekade lalu ini kini hanya menyisakan struktur bangunan tak terawat yang berdiri sebagai monumen kegagalan tata kelola pembangunan di daerah tersebut.
Bangunan yang seharusnya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan transit bagi para calon jamaah haji ini terbengkalai sejak tahun 2012. Proyek dengan nilai fantastis mencapai Rp50 miliar itu terhenti total setelah tersandung masalah hukum serius, yaitu dugaan tindak pidana korupsi yang membelit proses pengerjaannya. Hingga kini, kemajuan signifikan belum terlihat untuk menghidupkan kembali kompleks tersebut.
Mimpi Besar yang Terhenti
Pembangunan Islamic Centre ini awalnya digadang-gadang menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat Kabupaten Bekasi. Dirancang dengan skala besar, fasilitas ini diharapkan mampu menampung aktivitas ibadah, pendidikan Islam, hingga pelayanan haji terpadu. Asrama haji yang direncanakan diyakini akan memudahkan pemberangkatan jemaah dari wilayah Bekasi dan sekitarnya.
"Kondisi saat ini sangat disayangkan. Kami berharap pemerintah segera menemukan solusi agar bangunan ini tidak terus menjadi sia-sia," demikian bunyi pernyataan yang dikutip media kami dari seorang warga setempat saat tim kami berada di lokasi.
Penelusuran media kami menemukan bahwa jejeran pilar-pilar besar kini mulai ditumbuhi lumut, pagar proyek berkarat, dan area dalam kompleks ditumbuhi ilalang liar. Ironisnya, lokasi strategis di Tambun Utara yang berada di jalur perkembangan pesat kota satelit Jakarta, justru menyajikan pemandangan gedung-gedung mati tanpa aktivitas.
Tersandung Kasus Hukum Sejak 2012
Mandeknya proyek ini bukan tanpa alasan. Proyek yang menelan puluhan miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini akhirnya terhenti bersamaan dengan terungkapnya dugaan penyelewengan dana. Kasus ini menyeret sejumlah pejabat terkait dan kontraktor pelaksana ke ranah hukum, membuat fisik bangunan tidak terselesaikan hingga sekarang.
Ketiadaan kepastian hukum yang berlarut-larut serta polemik audit keuangan negara membuat bangunan itu terbengkalai tanpa perawatan. Akibatnya, selain menjadi "hantu" pembangunan, keberadaan bangunan kosong raksasa ini juga menimbulkan potensi kerawanan dari sisi keamanan dan sosial bagi lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah terobosan untuk menyelamatkan aset daerah ini dari kehancuran total, sehingga puluhan miliar rupiah uang rakyat tidak benar-benar lenyap sia-sia.
Comments (0)